63

16K 320 27
                                        

Pagi harinya Syila terbangun dengan kepala yang terasa pusing. Ia yakin kepala nya terasa pusing karena semalaman menangis hingga tertidur. Bahkan kini kedua matanya semakin sembab. Padahal matanya sudah sipit sekarang semakin sipit karena menangis.

Syila terduduk diatas ranjang nya, ia menatap pintu kamar nya. Teringat akan suaminya yang memanggil manggil namanya dan meminta untuk ia membuka kan pintu nya.

Tapi karena Syila belum mau bertemu dengan Erka maka Syila tidak membuka kan pintu nya. Sudah Syila katakan mendengar suaranya saja sudah membuat Syila merasakan kembali sakit di hati nya apa lagi jika bertemu. Mungkin nanti jika dirinya sudah siap dan mau mendengarkan penjelasan dari Erka.

Karena teringat ucapan Abi nya yang mengatakan bahwa dirinya tidak boleh hanya menyimpulkan dari satu sisi saja. Tapi jika diminta untuk sekarang bertemu dengan Erka, maka Syila dengan tegas akan menolak nya. Bukan apa, hanya saja Syila perlu mempersiapkan dirinya untuk mendengarkan segala penjelasan yang mungkin saja bisa menambah luka di hati Syila.

Syila melirik jam dinding di kamarnya menunjukam pukul 6 pagi. Syila bangkit berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Hari ini adalah hari sabtu, sekolah libur karena pihak guru guru sengaja meliburkan untuk murid murid kelas 12 bisa lebih mempersiapkan diri untuk ujian hari Senin nanti.

Tapi Syila tidak yakin jika dirinya bisa mengikuti ujian akhir di sekolah nya. Mengingat kejadian kemarin saat hendak mencari namanya di mading sekolah malah mendapatkan perundungan dari semua murid murid.

Sebenarnya Syila tidak mempermasalah kan itu semua, tapi mendengar perkataan, hinaan, cacian dan juga ucapan ucapan yang tidak benar adanya membuat Syila tidak terima. Apa lagi mereka semua membawa kedua nama orang tuanya, tentu saja Syila tidak bisa terima itu.

Padahal tinggal selangkah lagi Syila lulus sekolah dan ia berniat untuk mengumumkan soal status pernikahan antara dirinya dan juga Erka. Kini semua itu sudah terbongkar begitu saja tanpa penjelasan yang benar.

Orang yang dengan sengaja menyebarkan foto foto Syila dan Erka tidak mengatakan bahwa mereka berdua sudah menikah. Sehingga menggiring opini para murid murid untuk menjelek kan Syila.

Syila keluar dari kamar mandi setelah selesai dengan acara mandi nya. Ia berjalan kearah lemari dan mengambil one set warna putih untuk dirinya kenakan. Setelah itu ia berjalan menghampiri meja rias nya dan memakaikan beberapa produk skincare pada wajahnya.

Kedua matanya masih sama sembab nya, tak berubah walaupun sudah Syila pakaikan sedikit concialer agar tidak terlihat begitu sembab.

Tok Tok Tok

Suara ketukan pintu mengalihkan Syila, gadis itu terdiam menunggu siapa yang mengetuk pintu kamar nya. Apakah suami nya kembali.

"Syila ayo turun nak kita sarapan."

Syila bernafas lega saat suara sang Bunda yang ia dengar. Syila pun langsung bangkit dan berjalan membuka pintu kamar nya dan melihat Bunda nya dengan daster panjang dan hijab instan di kepala nya.

"Ayo kita sarapan, abi udah nunggu. Kamu sudah mandi sayang?."ujar Ruka melihat putrinya lebih fresh.

"Iya, tapi...kak erka apa dia masih disini bunda?."tanya Syila. Ia tidak mau turun jika Erka masih ada disini.

"Sayang, tidak baik kita marah lama lama pada suami. Kamu belum tau yang sebenarnya kan? jadi sekalian kita sarapan bersama sekaligus kamu dengar penjelasan dari erka ya?."bujuk Ruka.

Tapi Syila belum siap untuk itu, ia kembali menolak permintaan Ruka.

"Syila belum siap bun, syila masih butuh waktu."

Love Suamikkk (END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang