Selamat Membaca 🤗
Setelah makan malam bersama tadi Syila langsung masuk ke dalam kamar untuk mengganti pakaiannya dengan piyama polos berwarna hitam. Meninggalkan Erka yang hendak pergi keruang kerja miliknya untuk mengecek pekerjaan kantornya.
Syila menuruni anak tangga menuju dapur untuk mengambil camilan dan juga membuat teh untuk Erka. Gadis itu dengan cekatan membawa nampan yang berisikan stoples kripik kentang dan dua gelas teh hangat diatasnya.
Satu tangannya ia gunakan untuk mengetuk pintu ruang kerja milik Erka, sedangkan satu tangan nya menahan nampan yang dibantu dengan sebelah kaki yang diangkat oleh Syila untuk membantu menopang nampan itu.
"Masuk!."
Mendengar Erka yang mengizinkan nya masuk, Syila pun dengan cepat membuka pintu, tak lupa langsung kembali menutupnya. Syila melihat Erka yang sedang duduk dikursi miliknya dengan layar monitor yang menyala di depannya.
Nampan yang Syila bawa ia letakan diatas meja dekat sofa. Kemudian ia berjalan menghampiri Erka yang terlihat seperti sedang banyak pikiran.
"Kenapa?."tanya Syila setelah berada disamping Erka.
Erka menarik nafasnya panjang, sejenak kedua matanya ka pejam kan. Pikiran sedang pusing dengan salah satu proyek yang sedang ia kerjakan di Surabaya. Proyek yang sedang membangun sebuah hotel yang akan diresmikan nya beberapa bulan lagi mengalami kendala.
Ia mendapati laporan bahwa mandor yang bertanggung jawab atas material untuk pembangunan hotel tersebut melakukan kecurangan dalam membeli bahan baku. Dan itu semua baru diketahui saat salah satu pegawai tukang memberi tau Gio.
"Apa ada masalah?."tanya lagi Syila, karena sejak tadi Erka diam tidak menjawab pertanyaan nya.
Erka menoleh menghadap Syila."Proyek di surabaya lagi ada masalah."
"Masalah apa?."
"Mandor yang bertanggung jawab disana melakukan korupsi. Semua bahan material yang seharusnya dibeli dengan kualitas yang bagus malah dia oplos. Dan aku baru tau barusan pas gio ngasih semua bukti bukti nya."ujar Erka.
"Seberapa banyak yang di korupsi?."
"Yang baru ketauan sekitar 1 miliyar."
Mendengar nya sontak membuat kedua bola mata Syila melotot dengan sempurna. Nominal yang disebutkan oleh suaminya itu bukan nominal yang kecil, dengan nominal sebanyak itu bisa membeli bahan baku berkualitas.
"Terus sekarang mandor nya gimana?."tanya Syila masih dengan ekspresi yang tidak percaya.
"Kabur. Tapi aku udah suruh gio buat cari kemana mandor itu pergi. Karena kata salah satu tukang yang kerja disana, katanya dia pergi ke lombok."jawab Erka ia menunduk sambil memijat pangkal hidung nya.
Melihat suaminya sedang memiliki masalah yang cukup besar membuat Syila perihatin."Sabar ya, orang itu pasti bakalan ketemu kok."Syila mengusap pundak suaminya.
Mendapatkan usapan pada pundak nya Erka mendongak, kedua matanya melihat istri kecilnya sedang tersenyum kearah dirinya. Seolah olah sedang memberikan perhatian dan semangat untuk nya.
Erka pun mengalungkan kedua tangannya memeluk pinggang Syila membenamkan wajahnya diperut Syila. Sekarang yang dirinya sedang butuhkan adalah pelukan, jika sebelum menikah yang dirinya peluk adalah sang Mama, kini pelukan itu digantikan oleh istri nya.
Syila yang paham dengan kondisi yang sedang dialami oleh suaminya mengelus pelan rambut belakang Erka. Ia membiarkan Erka memeluknya, walaupun diawal ia sedikit terkejut karena Erka yang tiba tiba memeluk nya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Love Suamikkk (END)
General FictionMy first story🤗 Perjodohan. Sudah tidak asing memang dengan yang namanya 'Perjodohan' sejak jaman dulu hingga jaman sekarang tradisi itu masih tetap terjadi. Perjodohan yang kerap kali dilakukan oleh para orang tua untuk para anak anaknya. Dan itu...
