Di hari Jum'at pagi ini, Syila beserta Ruka sudah sampai disekolah. Hari ini adalah pembagian rapot untuk murid murid yang sudah menempuh pelajaran di semester pertama ini, termasuk dengan Syila. Setelah kemarin mengadakan ujian semester lalu dilanjutkan dengan acara class meeting, kini para murid akan menerima hasil nilai selama mereka belajar.
Berbagai macam ekspresi dapat terlihat dari wajah wajah para murid. Ada yang terlihat gelisah takut nilainya menurun, ada yang terlihat optimis dengan nilai yang akan didapat nanti, dan ada yang terlihat biasa saja seolah nilai bagi mereka tidak terlalu penting. Sama seperti Syila kini, ia harap harap cemas dengan nilainya yang memang belakangan ini dirinya tidak mengikuti pelajaran dengan baik. Ditambah pula dengan kelakuannya disekolah yang sudah beberapa kali dipanggil oleh pihak guru, baik kesiswaan maupun guru BK.
Ruka sudah masuk kedalam sejak tadi ketika wali kelas 12 IPA 2 masuk. Syila sesekali mengintip dari jendela melihat wali kelasnya yang sedang berbicara didepan mengenai anak murid muridnya yang spesial. Syila sejak tadi dirundung rasa gelisah karena takut nilainya menurun dan was was ketika wali kelasnya memberitahu Ruka tentang tingkah nya yang sering membolos kelas atau tidur didalam kelas.
"Santai syil, chill aja."ujar Zura yang sejak tadi melihat Syila yang gelisah.
"Gue takut bunda marah. Akhir akhir ini gue belajar kurangkan."balas Syila. Ia sadar dirinya memang pintar dan selalu juara kelas dan memenangkan peringkat pertama terus, namun kepintarannya tentu juga dibarengi dengan belajar. Dan akhir akhir ini Syila sangat kurang sekali dalam mempelajari pelajaran, baik disekolah maupun dirumah.
"Bukannya lo udah bisa kena omel tante ruka?."Zura menaikan sebelah alisnya.
"Iya juga sih, tapi gue ga mau kalo bunda ngomel terus. Gue yakin kalo nilai gue sampe anjlok bunda pasti bakalan ceramahin gue tujuh hari tujuh malem."ujar Syila. Ia sudah sangat yakin jika nanti nilai dirinya turun, maka sang Bunda sudah dipastikan akan mengeluarkan segala bentuk ceramah selama Bunda nya tidak lelah.
"Kan sekarang lo tinggal sama kak erka. Itu tandanya tante ruka ga bakalan ceramahin lo tiap hari."ujar Zura membuat Syila terdiam. Benar juga yang dikatakan oleh sahabatnya ini, ia kan sudah pindah rumah dan tidak tinggal bersama dengan orang tuanya.
"Bener juga, tapi...kan bisa aja lewat telfon."kata Syila mengingat masih ada cara untuk Bundanya memberikan ceramah kepadanya.
Sebenarnya Bunda nya itu tidak pernah menuntut untuk Syila selalu juara atau menuntut untuk selalu mendapatkan nilai yang sempurna. Namun Bunda nya itu selalu berpesan untuk bisa menghasilkan nilai yang baik jika kita ingin mencapai apa yang kita inginkan, termasuk jika kita ingin mencapai sebuah cita cita yang sudah kita impikan.
Nah, Bunda nya ini selalu memberikan patuah atau nasihat untuk Syila jika nilai yang didapat olehnya itu menurun. Tapi, bukan berarti Bundanya memarahi nya habis habisan, Bundanya hanya akan terus memberikan nasihat dan ocehan yang kadang kala membuat Syila malas mendengarkan.
"Udah tenang aja sih, gue aja tenang tenang aja."ujar Zura santai.
"Lo mah enak tante ririn ga bawel kaya bunda."balas Syila duduk disebelah Zura. Karena sejak tadi dirinya berdiri untuk mengintip jendela kelas.
"Heh! Mama gue juga sama aja tau bawel. Cuma karena gue orangnya males dengerin jadi kadang gue masuk kamar kunci, beres."
Syila memutar matanya, ia mana bisa begitu mengunci diri dikamar saat Bunda nya sedang memberikan ceramahnya. Yang ada urusannya makin panjang. Disekolah saja Syila masih bisa melawan guru, namun dirumah dirinya mana berani melawan Bunda nya.
"Hallo guyss!."
Aji dan Zidan datang sembari menenteng kripik singkong ditangannya. Aji duduk disamping Zura sedangkan Zidan duduk disamping Syila. Sengaja Aji mengambil duduk disebelah Zura karena takut jika nanti Zura dan Zidan akan bertengkar, walaupun yang mereka ributkan itu tidak jelas. Tapi Aji lebih baik mengambil amannya saja.
KAMU SEDANG MEMBACA
Love Suamikkk (END)
Fiction généraleMy first story🤗 Perjodohan. Sudah tidak asing memang dengan yang namanya 'Perjodohan' sejak jaman dulu hingga jaman sekarang tradisi itu masih tetap terjadi. Perjodohan yang kerap kali dilakukan oleh para orang tua untuk para anak anaknya. Dan itu...
