67

12.8K 265 14
                                        

Tak terasa ternyata hari ini adalah hari terakhir Syila mengikuti ujian sekolah nya. Walaupun tidak ikut mengerjakan di sekolah seperti seharusnya, Syila masih tetap bersyukur karena masih bisa mengikuti nya.

Syila menuruti permintaan Erka sang suami yang meminta nya untuk ujian di penthouse saja. Katanya supaya Syila aman dari perundungan murid murid lain. Apa lagi ditambah kemarin Erka sudah membeberkan status mereka didepan para murid.

Satu hal yang tak pernah Syila sangka bahwa Erka akan datang dan mengumumkan pernikahan mereka. Terlihat nekat tapi ya sudah lah pikir Syila.

"Terimakasih ya bu sudah menemani saya selama tiga hari ini."ujar Syila pada Bu Rahma selaku pengawas yang selama ini menemani dirinya mengerjakan soal ujian.

Bu Rahma tersenyum."Sama sama syila, ibu juga berterimakasih selama ibu disini selalu dijamu dengan baik."ujar nya.

"Gapapa bu, syila seneng juga jadi ada teman hehe."

"Pak erka sebentar lagi datang, ibu mau langsung pamit aja ya. Karena habis ini mau ada rapat di sekolah."

"Oh iya bu silahkan, sekali lagi makasih ya bu. Kapan kapan ibu main lagi kemari ya."

Bu Rahma mengusap pelan kepala Syila. Wanita paruh baya itu tau jika murid nya yang sering kali masuk keluar ruang BK ini sebenarnya adalah murid yang baik dan juga pintar. Namun setiap orang memiliki kelebihan dan kekurangan bukan? jadi bagi Bu Rahma selaku guru yang memang terkenal dengan bijaksana yang memiliki pemikiran luas selalu berpendapat bahwa orang tidak akan selamanya memiliki nilai plus, akan tetapi orang juga memiliki nilai minus nya.

Maka itu selama mengenal Syila di sekolah dengan tingkah dan kelakuan nya yang berbagai macam. Bu Rahma hanya menganggap itu sebagai fase anak anak, dan kenangan saat bersekolah.

"Salam untuk pak erka ya, dan ini ada hadiah kecil dari ibu untuk pernikahan kalian. Selamat ya."

Bu Rahma memberikan paper bag kecil pada Syila.

"Eh ibu."kata Syila kikuk menerima pemberian dari guru nya.

"Maaf ya bukan barang mewah, tapi siapa tau bermanfaat."ucap Bu Rahma.

"Ih gapapa bu, syila makasih banget loh."

"Semoga jadi keluarga yang sakinah, mawadah dan warohmah ya nak. Dan semoga selalu dalam lindungan dan keberkahan Allah selalu ya. Ibu pamit syila, sampai bertemu di hari kelulusan ya."ujar Bu Rahma dengan senyum teduh nya.

"Aamiin, ibu terimakasih banyak atas doa nya. Sekali lagi terimakasih sudah bersedia jadi pengawas syila, maafin syila ya bu kalo selama ini ada salah salah kata dan sikap syila."balas Syila menggenggam tangan Bu Rahma.

"Gapapa syila, ibu juga minta maaf kalo selama jadi pengawas banyak salah nya ya. Semoga nilai nya seperti yang kita harapkan ya nak. Semangat!."

Syila tersenyum, Bu Rahma adalah guru paling di sukai oleh para murid begitupun Syila. Tidak ada guru yang sebaik dan sepengertian Bu Rahma pada murid nya.

"Ibu pulang ya syila, asslamualaikum."

"Waalaikumsalam, hati hati ya bu."ucap Syila menyalami tangan Bu Rahma sebelum pergi.

Setelah melihat Bu Rahma tidak ada, Syila pun masuk kembali ke dalam. Gadis itu membuka pemberian hadiah dari gurunya tadi. Penasaran dengan isi dari paper bag tersebut.

Terdapat tiga buah buku didalam nya. Syila dengan cepat mengeluarkan semua buku tersebut dan membaca setiap judul nya.

Ternyata Bu Rahma memberikan tiga buah buku tentang bagaimana menjadi istri yang baik. salah satunya adalah buku yang ditulis oleh penulis yang bernama Ririn Astutiningrum. Sederhana namun banyak manfaatnya, Syila pun menyimpan buku buku tersebut disamping nakas kasurnya.

Love Suamikkk (END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang