41

16.1K 291 5
                                        

Selamat Membaca 🤗
Enjoy 💋





Senin telah tiba, yang tandanya semua aktivitas yang kemarin sempat terhenti kini di mulai kembali. Syila yang sudah menghabiskan waktu libur semester nya, kini sudah kembali sibuk dengan jadwal sekolah nya.

Hari ini Syila mengikuti upacara seperti biasa, ia berdiri bersama teman teman nya membentuk barisan. Syila mengikuti setiap rangkaian yang ada dengan baik hingga akhir, walaupun dengan bibir yang mengeluarkan keluhan atas panas nya sinar matahari pagi.

"Hadehhh panas banget gila."ujar Zura setibanya didalam kelas. Gadis itu mengambil satu buah buku kemudian di jadikan nya sebagai kipas.

"Mana pak abdurrahman lama banget ngasih amanatnya buset. Padahal yang diomongin juga itu itu aja."sahut Zidan yang ikut mengeluh atas lama nya amanat yang di berikan oleh Pak Abdurrahman selaku kepala sekolah mereka.

"Minta."ujar Zidan merebut botol minum yang berada di genggaman Zura. Sontak hal itu membuat Zura kesal.

"Lo tuh ya ga bisa apa minta dengan cara baik baik?!."

Sedangkan Zidan, laki laki itu hanya mengangkat bahu nya acuh tidak peduli, ia malah menghabiskan sisa minum milik Zura hingga tandas.

Syila dan Aji yang melihat hanya bisa menggelengkan kepala. Sudah terbiasa dengan tingkah Zidan yang suka slonong begitu.

Hingga tidak lama bel tanda masuk berbunyi di penjuru sekolah. Para murid yang masih berada di luar kelas ataupun di kantin langsung berhamburan masuk kedalam kelas. Karena berbarengan dengan itu para guru pun berjalan menuju kelas untuk segera mengajar.

Sedangkan di kantor milik Erka, tepatnya di ruangan pribadinya. Erka sedang berdiri menghadap jendela kaca besar diruangan miliknya, yang langsung menunjukan barisan gedung gedung bertingkat dan jalanan kota metropolitan yang padat.

Kedua tangannya ia lipat didada, pikirannya dipenuhi dengan satu orang yang hampir empat bulan ini hidup bersamanya.

Ya, Erka sedang memikirkan istri kecilnya yang lain tak bukan adalah Syila. Pria dewasa itu sejak semalam terus terbayang akan wajah cantik istrinya. Ia bahkan sejak tadi terus menerus memandang wajah istrinya yang terpasang di akun social media pribadi milik Syila.

Semakin hari Erka tidak bisa membohongi dirinya bahwa ia sudah jatuh kedalam pesona milik Syila. Sejak dimana dirinya mulai menerima pernikahan bersama Syila dan melihat bagaimana Syila berusaha memenuhi kewajiban nya sebagai istri, membuat hati Erka perlahan terbuka.

Apa lagi pada saat dirinya sakit, Erka merasakan kenyamanan saat berdekatan dengan Syila, istrinya. Erka sadar bahwa dirinya sudah mulai jatuh hati dengan Syila akibat perilaku yang ditunjukan Syila kepadanya. Dari hal hal terkecil Syila selalu memperhatikan nya.

Contohnya seperti setiap pagi dirinya hendak pergi ke kantor. Syila dengan telaten menyiapkan pakaian untuk dirinya kenakan, tak lupa membantu nya mencari dasi yang entah sejak menikah Erka selalu lupa akan keberadaan dasi dasi miliknya. Dan jangan lupakan bahwa Syila selalu menyiapkan makanan untuk dirinya dari mulai sarapan hingga makan malam, semua Syila siapkan dengan baik.

Jadi, apa yang membuat Erka tidak bisa jatuh hati kepada istrinya?. Namun, Erka tidak tau apakah istrinya juga memiliki perasaan yang sama kepada dirinya atau tidak.

"Woy!."

Erka tersentak kaget mendengar teriakan Gio disampingnya. Ia melirik tajam ke arah Gio yang menampilkan cengiran tanpa dosa nya.

"Ngapain sih er? ngelamunin apaan dah, dari tadi gue panggil kaga nyaut."tanya Gio.

Bukannya langsung menjawab, Erka malah berjalan menuju meja kerja nya. Membuat Gio mengeluarkan gerutuan karena pertanyaan di anggap angin lalu.

Love Suamikkk (END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang