Pagi ini Syila memaksakan dirinya untuk pergi datang ke sekolah. Mengingat hari ini adalah pelaksanaan ujian sekolah yang dimana semua murid murid mengikutinya tanpa terkecuali.
Dan Syila, gadis itu meyakinkan dirinya untuk datang mengikuti ujian tersebut sebagai mana mestinya. Walaupun Syila tau jika dengan ia mengikuti ujian sekolah tersebut sudah dipastikan semua atensi murid murid akan kembali mengarah kepadanya.
Namun apa boleh buat, Syila perlu menyelesaikan sekolahnya. Tidak mungkin Syila tidak mengikuti ujian sekolah yang berpengaruh untuk kelulusan nya nanti. Syila tidak mau mengkhianati hasil usahanya selama ini hanya karena masalah pribadi nya terkuak.
Syila pun menguatkan dirinya untuk bisa menerima segala konsekuensi yang akan dirinya dapatkan jika ia datang ke sekolah. Hanya tiga hari ujian itu berlangsung, Syila memantapkan hatinya untuk bisa melewati nya.
Padahal jika mau Syila bisa menerima penawaran dari suaminya yang memintanya untuk mengikuti ujian sekolah di rumah saja dengan menghadirkan guru yang akan menjadi pengawas nya selama mengerjakan soal ujian nya.
Namun itu semua Syila tolak, ia tidak ingin memanfaatkan wewenang yang dimiliki oleh suaminya yang sudah pasti suaminya adalah pemilik dari sekolah tersebut. Syila tidak ingin menambahkan asumsi yang berlebihan pada teman teman sekolahnya.
"Kamu yakin sayang?."Ruka menatap putri nya dengan wajah cemas. Ia tentu mengkhawatirkan kondisi putri nya.
Syila tersenyum mencoba meyakinkan sang Bunda bahwa dirinya akan baik baik saja.
"Kamu ujian dirumah aja ya sayang seperti apa yang erka bilang."ujar Ruka. Ia meminta Syila untuk mengikuti apa yang dikatakan oleh menantu nya.
"Engga bunda, aku gapapa kok. Cuma tiga hari insya Allah aku bisa."kata Syila.
"Tapi sayang, bunda khawatir kamu dihina seperti kemarin.."resah Ruka melihat bagaimana putri nya menangis karena mendapatkan perlakukan buruk dari para teman teman sekolah nya.
"Gapapa bun, nantikan ada zura, aji dan zidan yang jaga aku."
Ruka menghela nafas pasrah, jika Syila sudah berkata demikian sulit bagi Ruka untuk memaksa putri nya. Sejak malam Ruka sudah mencoba membujuk putri nya agar ujian dirumah saja sesuai dengan apa yang diminta oleh Erka sang menantu kepada nya.
Namun keras kepala putri nya yang lagi lagi bersih keras untuk mengikuti ujian di sekolah membuat Ruka tidak bisa kembali memaksa nya. Bahkan pagi tadi saat sarapan bersama baik Ruka maupun Ali sudah berusaha kembali membujuk Syila agar bisa berubah pikiran. Tapi lagi lagi Syila dengan keukeuh mau mengikuti ujian di sekolah seperti seharusnya.
"Yaudah kalo kamu tetap keukeuh. Kalo ada apa apa kabarin bunda dan abi secepatnya ya."ujar Ruka saat Syila berpamitan.
"Iya bunda."jawab Syila mencium punggung tangan Ruka.
"Pulang nanti bunda jemput lagi."
Syila mengangguk, karena memang sesuai permintaan Syila bahwa ia ingin diantar di jemput oleh Bunda nya. Padahal Erka sudah siap untuk mengantar dirinya ke sekolah.
Setelah menyalami tangan Ruka, Syila pun membuka pintu mobil lalu keluar. Saat pertama kali dirinya keluar dari lobil civic milik bunda nya, hal itu langsung menjadi pusat perhatian para murid murid.
Murid murid yang baru saja tiba didepan sekolah sama seperti Syila langsung menatap Syila dengan tatapan seolah "Masih punya muka buat datang kesini". Ya kira kira begitu lah.
Ruka yang memang belum menjalankan mobil nya melihat itu semua. Hatinya mencelos dan jantungnya berdebar saat bagaimana murid murid lain menatap putrinya. Ia pun menurunkan kaca jendela mobilnya meneriaki putrinya untuk kembali masuk kedalam mobil.
KAMU SEDANG MEMBACA
Love Suamikkk (END)
General FictionMy first story🤗 Perjodohan. Sudah tidak asing memang dengan yang namanya 'Perjodohan' sejak jaman dulu hingga jaman sekarang tradisi itu masih tetap terjadi. Perjodohan yang kerap kali dilakukan oleh para orang tua untuk para anak anaknya. Dan itu...
