"Punggung nya masih sakit?."Syila duduk dikursi sebrang ranjang tempat tidur. Ia melihat Erka sedang setengah berbaring sambil memangku laptop.
Merasa di ajak bicara Erka menutup laptop nya kemudian menyimpannya diatas meja nakas samping tempat tidur.
"Sedikit, tapi sudah lebih baik."jawab Erka.
Syila mengangguk, ia hanya memastikan saja bahwa punggung suaminya itu baik baik saja. Karena pasalnya punggung suaminya cedera akibat jatuh bersama Syila dengan posisi tubuhnya yang menimpa Erka.
Nyatanya kejadian tadi pagi dimana Syila dan Erka yang terjatuh akibat pintu kamar mereka yang didorong oleh Ruka, mengakibatkan punggung Erka cedera. Hingga membuat Bara mencarikan tukang pijat untuk Erka, beruntung nya Bara mendapatkan nya.
Syila pun tidak habis pikir dengan tingkah sang bunda dan juga ibu mertua nya itu. Mereka menyusul Syila hingga ke kamar hanya untuk memastikan bahwa Syila tidak marah. Padahal pada kenyataannya Syila memang tidak marah, namun hanya malu karena mendapatkan pertanyaan pertanyaan yang menurut nya aneh.
"Bunda sama mama tuh kenapa sih sampe harus segitu nya banget, perkara aku keramas pagi pagi."gerutu Syila. Sejak tadi pagi hingga malam ini ia menahan diri untuk tidak mengeluarkan gerutuan nya karena masih terdapat orang tua beserta teman temannya. Namun karena mereka sudah pulang akhirnya Syila bisa bebas mengeluarkan keluhannya.
Sedangkan Erka yang sudah mengetahui ceritanya tersenyum kecil, ia jelas paham apa yang dirasakan oleh istri kecilnya itu. Dengan umur Syila yang masih muda dan duduk dibangku sekolah, tentu mendapatkan pertanyaan seperti itu tidak ada didalam pemikiran nya.
"Bunda dan mama iseng aja kok. Ga ada maksud apa apa."kata Erka mencoba menjelaskan pada istri kecilnya yang kini sedang cemberut.
"Tapi kak, masa cuma gara gara aku keramas pagi dibilang udah tempur sama kamu. Padahal boro boro tempur, orang tidur aja sebatas pelukan doang."
"Kamu kaya ga tau orang tua kita kaya gimana aja."
"Tapi aneh kak sumpah. Kita berdua aja ga pernah aneh aneh kan?."Syila menatap Erka dengan serius.
"Emang nya kamu mau aneh aneh?."tanya Erka yang membuat Syila menampilkan ekspresi bingung.
"Maksudnya?."
"Ya emang kamu mau aneh aneh selain pelukan?."tanya Erka sambil tersenyum jahil. Sepertinya ide menjahili istrinya datang.
"Ih apaan sih kak!."seru Syila dengan pipi yang memerah.
"Loh aku nanya, kamu mau aneh aneh selain pelukan?."Erka dengan gencar menjalankan aksi menjahili istrinya. Ia suka melihat wajah kesal istrinya apa lagi ditambah dengan kedua pipinya yang bushing.
"Engga! gausah macem macem."ujar Syila tegas. Didalam pikirannya Syila sudah memikirkan yang tidak tidak.
"Kalo satu macem boleh?."
Erka merubah posisi duduk nya menghadap sepenuhnya ke arah Syila. Dan hal itu sontak membuat Syila merasa was was, apa lagi melihat wajah serius yang dibuat Erka.
"Apaan sih, ga jelas banget."Syila hendak pergi namun gerakan nya sudah lebih dulu dikunci oleh Erka. Suaminya itu sudah lebih cepat menahan tubuhnya.
"Kak! lepas!."pinta Syila.
"Kenapa? ga boleh aku pegang istri sendiri?."Erka dengan sengaja mendekatkan tubuhnya kearah Syila hingga membuat jaraknya tinggal sejengkal. Bahkan jika Syila tidak menarik tubuhnya kebelakang sudah bisa dipastikan tubuh mereka saling menempel.
"Kak apaan sih! gausah aneh aneh deh."ujar Syila panik. Ia merasakan apa yang sedang dipikirannya akan segera terjadi.
"Aneh aneh sama istri sendiri mah gapapa."Erka dengan sengaja membelai pipi Syila yang merah menggunakan jari telunjuknya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Love Suamikkk (END)
Genel KurguMy first story🤗 Perjodohan. Sudah tidak asing memang dengan yang namanya 'Perjodohan' sejak jaman dulu hingga jaman sekarang tradisi itu masih tetap terjadi. Perjodohan yang kerap kali dilakukan oleh para orang tua untuk para anak anaknya. Dan itu...
