45

13.3K 227 1
                                        

"Selamat pagi."

Syila tersenyum menyapa kedua orang tuanya yang menunggu nya sejak tadi untuk sarapan bersama. Gadis dengan kuncir kuda itu menarik kursi untuk dirinya duduki.

"Mau sarapan pake apa? nasi goreng atau roti?."tanya Ruka.

"Nasi goreng bund, aku kangen nasi gorengnya bunda."

Ruka pun dengan baik mengambilkan sepiring nasi goreng dengan telur ceplok diatasnya, kemudian memberikannya pada sang putri.

"Selalu enak!."puji Syila ketika memakan nasi goreng buatan sang bunda.

"Gimana sekolah mu?."tanya Ali.

"Lancar lancar aja bi."jawab Syila ditengah mengunyah nya.

"Kamu mau lanjut kuliah nak?."

"Hmm ga tau bi. Aku belum mikirin itu."jawab Syila menatap Abi nya.

"Pendapat erka bagaimana? kamu sudah membicarakan dengan suami mu?."

Syila menggeleng, ia belum sempat berbicara dengan suaminya. Kemarin pada saat teman temannya bertanya Syila pun menjawab dengan gelengan kepala.

"Kak erka lagi sibuk sama kerjaan nya bi, mungkin nanti selesai dengan kerjaan nya aku bakalan ngomong sama kak erka."

"Proyek yang di surabaya itu memang proyek yang besar, abi bisa ngerti kalo erka sibuk."ujar Ali."Itu proyek yang berkerja sama dengan pak rama bukan?."tanya nya.

"Hah emang iya? aku ga tau bi."jawab Syila heran. Pasalnya ia memang tidak tau tentang proyek itu.

"Setau abi iya."balas Ali kalem.

"Kamu berangkat bareng abi aja nak, motor kamu simpan disini aja."ujar Ruka.

"Gausah bun, aku bawa motor sendiri aja. Kasian abi harus putar balik kalo anterin aku dulu."

"Gapapa, pagi ini abi ga ada jadwal meeting."ujar Ali.

Namun Syila tetap menggeleng kepalanya. Ia sudah lama tidak membawa motor kesayangan miliknya, jadi kali ini biarkan dirinya kembali membawa motor untuk pergi ke sekolah.

"Yaudah kalo mau kamu begitu."

Setelah itu tidak ada obrolan hingga sarapan usai. Syila yang sudah menghabiskan nasi goreng miliknya berpamitan mencium punggung tangan kedua orang tuanya. Syila menghampiri motor miliknya yang sudah terparkir di depan, kemudian memakai helm dan mulai melajukan motornya.

Lima belas menit perjalanan dari rumah orang tuanya ke sekolah. Kini Syila sudah sampai ditempat parkiran khusus murid murid yang membawa kendaraan. Syila menyimpan helm miliknya. Rambutnya yang sedikit berantakan ia tata kembali sembari bercermin di kaca spion motornya.

Saat hendak melangkah kan kakinya menuju kelas, langkah nya sudah lebih dulu ditahan oleh mantan kekasihnya yang lagi lagi kembali muncul dihadapannya. Padahal sudah sangat jelas Syila selalu mengusirnya.

"Syil boleh minta waktunya sebentar?."

"Apa lagi sih nath? gue udah ga mau lagi berurusan sama lo."ujar Syila muak. Mood paginya yang bagus dirusak karena kehadiran Nathan.

"Syil tolong terima aku lagi, aku minta maaf sama kesalahan aku kemarin. Aku tau aku salah, tapi tolong maafin aku dan kita balik kaya dulu lagi."Nathan menatap Syila dengan tatapan memohon.

Namun Syila yang memang sudah tidak memiliki rasa apapun pada sang mantan kekasih kembali berujar menolak permintaan Nathan yang mengajak nya kembali bersama.

"Ga bisa! gue ga bisa balik sama orang yang udah khianatin gue gitu aja."

"Plis syil kasih aku kesempatan."

Love Suamikkk (END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang