Seminggu sudah Erka mengurus segala kekacauan yang terjadi dengan proyek yang dikerjakan nya. Akibat kelakuan mandor nya yang tidak benar dalam bekerja menjadikan Erka mau tak mau harus turun tangan. Tapi syukur nya semua sudah selesai dan mulai berjalan dengan semestinya.
Bahkan Pak Wira, dalang dari semua kekacauan ini sudah ditangkap dan ditahan oleh pihak berwajib. Membuat Erka merasa puas karena melihat wajah Pak Wira yang ketakutan. Suruh siapa bermain main dengan Erka, sudah begini ya harus terima akibatnya.
Dan Sekarang Erka sudah berada di Jakarta, ia sengaja mengambil penerbangan pagi untuk segera sampai di Jakarta. Karena pekerjaan nya sudah selesai jadi Erka memutuskan untuk segera pulang, lagian untuk apa berlama lama disana. Tidak ada yang penting untuk dirinya berdiam diri di kota yang terkenal sebagai kota nya para pahlawan.
Karena ini masih pagi Erka melihat istri kecilnya masih bergelung dengan selimut tebal yang membungkus tubuhnya. Wajah polos istrinya yang sedang tertidur dengan damai membuat rasa rindu, lelah yang dirinya rasakan menguar begitu saja. Seminggu tidak bertemu membuat Erka merasakan rindu yang semakin menggebu.
Erka pun beranjak naik keatas kasur ikut merebahkan tubuhnya di samping sang istri yang masih tertidur. Ia masuk kedalam selimut dan memeluk tubuh Syila, tak peduli jika nanti istrinya terganggu. Ia ikut memejamkan kedua matanya karena masih merasa mengantuk akibat fight paginya.
Setelah cukup lama tertidur, Syila merasakan guling yang berada di sebelah nya terasa keras. Tangannya mencoba meraba mencari guling yang entah mengapa merasa beda. Kedua matanya yang masih sayu melihat samar samar kearah sampingnya, seketika matanya langsung terbuka dengan lebar melihat wajah tampan sang suami sudah ada di hadapannya.
Apa lagi melihat tubuhnya yang terkurung oleh pelukan Erka. Pantas saja ia sangat nyaman tertidur hingga malas untuk bangun, taunya suaminya yang telah memeluknya. Tapi, sejak kapan suaminya datang?.
"Sudah bangun?."Syila mengerjapkan matanya ketika melihat Erka membuka matanya perlahan. Suaminya ikut terbangun dengan suara serak khas bangun tidur. Aww terdengar sangat sexy di telinga Syila. Di tambah dengan wajah tampan rupawan yang dimiliki Erka semakin menambah nilai plus.
"Kapan datang?."
Erka mencium kening Syila pelan, pria itu bukannya menjawab malah semakin mengeratkan pelukannya pada Syila. Membuat jantung Syila kembali berdegup kencang dengan wajah yang merona.
'Aishh ini suami gue kenapa manis begini.'batin Syila.
"Kak?."
"Hmm."jawab Erka menatap kedua mata Syila.
"Kapan pulang? kok ga ngabarin aku."tanya Syila.
"Tadi pagi."jawab Erka kembali memejamkan kedua matanya, rasa kantuknya belum hilang.
"Kerjaannya udah selesai? pak wira udah ketemu?."
Erka mengangguk sebagai jawaban, ia meminta untuk Syila tak usah banyak bertanya dulu karena Erka masih merasa ngantuk. Selain itu Erka masih ingin menghabiskan rasa rindunya kepada sang istri.
"Aku ngantuk, ayo tidur lagi."tangannya mengusap pelan punggung Syila.
Merasakan usapan lembut dari Erka membuat Syila semakin merona. Gadis itu tidak bisa menyembunyikan pipi merah nya yang sejak tadi muncul. Rasa salah tingkah nya membuat Syila menyembunyikan wajahnya pada ceruk leher sang suami.
Ternyata begini rasanya jika sedang kasmaran, rasanya seperti berbunga bunga di dalam hati. Apa lagi bisa melihat dan merasakan pelukan orang di sayang, semakin menambah rasa bahagia di hati.
Karena terlalu nyaman berada didalam pelukan Erka, Syila pun kembali tertidur. Ia juga masih merasa mengantuk karena sudah maraton film drakor kesukaan nya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Love Suamikkk (END)
Fiction généraleMy first story🤗 Perjodohan. Sudah tidak asing memang dengan yang namanya 'Perjodohan' sejak jaman dulu hingga jaman sekarang tradisi itu masih tetap terjadi. Perjodohan yang kerap kali dilakukan oleh para orang tua untuk para anak anaknya. Dan itu...
