58

14.1K 242 13
                                        

Kini semua telah berkumpul di meja makan milik Erka dan Syila. Mereka antara lain dan bukan adalah, Zura, Aji dan juga Zidan. Ketiga sahabat Syila itu sudah asik menyantap masakan yang dibuat oleh Syila dan Zura tadi.

Erka yang memang sudah sampai di rumah langsung ikut makan malam bersama. Tanpa mengganti pakaian kantor nya terlebih dahulu, Erka memilih untuk memakan masakan sang istri.

"Jadi kamu mau aku apakan gadis itu?."tanya Erka menatap wajah cantik Syila.

"Ga perlu kamu apa apain, biarin aja."jawab Syila.

"Ga bisa gitu, dia udah sering banget ganggu kamu disekolah. Apa perlu aku keluarin dia dari sekolah hmm?."tanya Erka lagi.

Syila menggelengkan kepala nya tidak setuju.

"Gausah kak, sebentar lagi juga lulus."

"Ck syila lo tuh ya terlalu baik, kalo gue punya laki modelan kaya kak erka begini udah gue manfaatin."ujar Zidan gemas. Karena pasala nya sejak tadi Zidan sangat amat gemas dengan Syila yang tidak mau memberikan jera pada Amora.

"Ya buat apa zid? bentar lagi kita lulus. Kasian kalo sampe harus di do kan?."kata Syila.

"Lo kasian sama dia, tapi dia mana ada kasian sama lo. Selalu gangguin lo di sekolah, fitnah lo sana sini. Dan lo masih bisa bilang kasian?."kata Zidan tak habis pikir.

Padahal kelakuan Amora pada Syila sudah sangat keterlaluan dari sejak dulu. Tapi gadis yang berada di depan nya ini masih memiliki belas kasihan pada seseorang yang selalu berbuat jahat pada nya.

"Gausah di do, kasih sp lagi aja."usul Aji.

"Sp berapa lagi yang mau di kasih ji?tuh nenek lampir terlalu banyak dapet sp."ujar Zura.

"Amora ga bakalan tobat dan ga bakalan jera kalo dikasih sp atau hukuman doang. Satu satunya cara adalah keluarin dia dari sekolah dan pastikan ga ada satu sekolah pun yang mau terima dia."ujar Erka.

"Setuju!."seru Zura, Aji, Zidan.

Ya suami mana yang akan terus diam melihat istrinya selalu diperlakukan tidak baik oleh orang lain. Tentu saja Erka tidak akan tinggal diam mengetahui itu, jelas Erka akan melakukan sesuatu untuk istri tersayang nya.

"Gausah kak, sebentar lagi lulus. Kalo dia di do dan ga diterima di sekolah mana pun gimana masa depan nya? keluarga dia lagi berantakan, papa nya bermasalah dan mama nya masuk rsj."ujar Syila. Gadis itu tidak ingin merusak masa depan seseorang hanya karena orang itu telah berbuat jahat pada nya.

Syila hanya merasa kasihan jika sampai Amora di keluarkan oleh pihak sekolah. Apa lagi jika sampai tidak diterima di sekolah mana pun. Rasa nya terlalu berlebihan walaupin kelakuan Amora yang justru sangat keterlaluan itu.

"Tapi sayang, amora harus kita kasih pelajaran supaya dia ga bisa seenak nya sama orang."ujar Erka.

"Tapi kak, ga sampe harus di do juga. Kita udah mau lulus dan aku juga ga bakalan satu tempat kuliah sama dia."

"Tapi tetep ga bisa sayang, dia udah berani ngatain kamu yang engga engga. Aku ga terima."Erka menatap sayang kearah Syila.

Zura, Zidan dan Aji hanya bisa menyaksikan ke romantisan yang ditunjukan oleh pasutri di depan mereka. Satu yang mereka tau bahwa pemilik sekolah mereka juga bisa bersikap semanis dan se perhatian itu pada wanita nya.

Padahal jika bertemu di sekolah Erka sudah pasti selalu menunjukan ekspresi dingin, datar dan tatapan yang tajam.

"it's okay kak. Aku gapapa."balas Syila tersenyum manis.

"Kamu yakin?."tanya Erka memastikan.

"100% aku yakin sayang."

"HUWEKKK"

Love Suamikkk (END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang