Ternyata menikah muda dengan status masih seorang pelajar dan di jodohkan oleh orang tua tidak seburuk yang Syila pikir. Awalnya Syila berpikir bahwa menikah di usianya yang masih sangat muda ini apa lagi di jodohkan dengan seseorang yang tidak dirinya kenal sebelumnya akan membuat Syila merasakan ketidak nyamanan saat menjalani nya. Ya walaupun di awal awal emang Syila tidak merasa nyaman dan terkesan tertekan karena keberatan atas perjodohan yang di lakukan oleh kedua orang tuanya.
Syila sudah berpikiran bahwa pernikahan nya akan di penuhi rasa tidak suka dan jauh dari kata harmonis penuh hangat di dalam nya. Tapi ternyata semakin kesini Syila merasa rumah tangga nya sudah cukup hangat dengan Syila dan Erka yang sudah sama sama saling menerima satu sama lain. Saling peduli dan saling menujuk kan perasaan masing masing tanpa ada yang di tutupi.
Apa lagi Erka yang selalu menunjukan kasih sayang nya pada Syila hampir setiap saat. Bahkan Syila sempat tidak percaya dengan segala tingkah laku yang dilakukan oleh Erka untuk nya. Karena jauh sebelum Erka memperlakukan dirinya sebaik ini, mereka berdua sempat menjadi musuh yang ketemu sedikit langsung war kaya kucing yang lagi birahi.
Tapi kini semua berubah, mereka berdua sudah tidak seperti itu lagi walaupun masih sering mendebatkan hal hal sepele yang kesan nya tidak penting. Tapi justru itu adalah pelengkap bumbu hubungan mereka.
Seperti sekarang ini Erka yang sedang sibuk dengan kerjaannya dan Syila yang merengek meminta untuk diantarkan membeli seblak langganan nya.
"Ayo dong kak, anterin aku beli seblak."ujar Syila memohon untuk yang kesekian kali. Pasalnya Erka melarang dirinya untuk membeli makanan pedas tersebut karena Syila terkahir memakan seblak membuat dirinya sakit perut seharian.
"Engga sayang. Makanan yang lain aja."balas Erka dengan tatapan yang masih fokus pada laptop didepannya.
Sedangkan Syila gadis itu berdiri disamping kursi suaminya sambil bersedekap dada dengan bibir yang manyun.
"Aku mau nya seblak kak! ayo dong anterin."
"Kalo masih mau seblak juga aku ga akan anterin."
"Yaudah siniin kunci motor aku, biar aku yang beli sendiri."pinta Syila menyodorkan tangannya meminta kunci motor miliknya pada Erka.
Akhirnya dengan sabar Erka menoleh menatap wajah istrinya yang sedang kesal. Erka tidak mengizinkan Syila untuk membeli makanan yang rasanya pedas tersebut karena tidak ingin jika nanti Syila harus bolak balik kamar mandi. Liat kemarin Syila yang sampai pucat pasi karena terus terusan keluar masuk kamar mandi bikin Erka ga tega liatnya.
"Jajan yang lain aja ya? kalo beli seblak lagi nanti perut kamu sakit."Erka mengelus tangan Syila.
Namun yang namanya Syila si keras kepala tentu tetap dengan keinginan nya untuk memakan seblak level 5. Aiss membayangkan nya sudah membuat Syila ngeces.
"Kalo kamu ga mau beliin yaudah gausah, aku juga bisa beli sendiri."kata Syila kemudian menghempaskan tangan Erka dan berbalik berjalan meninggalkan ruang kerja Erka dengan membanting pintu yang menimbulkan suara gebrukan yang besar.
Dan Erka hanya bisa menghela nafas sabar menghadapi istri kecilnya. Mungkin jika yang melakukan nya adalah orang lain sudah Erka pastikan tangan orang tersebut akan patah, tapi karena yang melakukan nya istrinya sendiri Erka hanya bisa pasrah.
Tidak ingin membiarkan Syila berlarut dengan kemarahan nya Erka pun menyusul kepergian Syila. Erka berjalan kearah kamar dimana pintu kamar yang terlihat terbuka. Ia masuk kedalam dan melihat Syila yang sudah siap dengan dompet di tangan nya.
"Ngapain?!."ketus Syila melihat Erka yang berdiri diambang pintu.
"Aku antar."ujar Erka mengalah. Ia tidak mungkin membiarkan Syila pergi sendiri malam malam seperti ini.
KAMU SEDANG MEMBACA
Love Suamikkk (END)
General FictionMy first story🤗 Perjodohan. Sudah tidak asing memang dengan yang namanya 'Perjodohan' sejak jaman dulu hingga jaman sekarang tradisi itu masih tetap terjadi. Perjodohan yang kerap kali dilakukan oleh para orang tua untuk para anak anaknya. Dan itu...
