54

14.5K 250 5
                                        

"Hari ini pak erka datang ke sekolah syil?."tanya Zura.

"Hah? emang iya?."tanya Syila bingung. Pasalnya suaminya itu tidak memberitahukan bahwa dirinya akan datang ke sekolah. Bahkan tadi saat dirinya mengantar Syila pun Erka tidak mengatakan apapun.

"Lo ga tau laki lo kemari syil?."kini giliran Zidan yang ikut bertanya.

Syila menggeleng, ia memang tidak tau karena Erka tidak memberitahu nya.

"Mungkin lupa kali makanya ga ngasih tau."ujar Aji mencoba berpikir positif.

"Mungkin bisa jadi, lagian mau ada rapat apa lagi dah."ujar Zidan.

"Kepo bener lo jadi cowo."julid Zura pada Zidan.

"Yeuuu suka suka gue lah, gue yang kepo ngapa lo yang sewot."balas Zidan.

"Siapa juga yang sewot."Zura melempar kulit kacang kearah wajah Zidan.

"Kampret lo."maki Zidan.

Mereka ber empat kini sedang berada di taman belakang seperti biasa membolos. Dan Syila yang baru saja tadi pagi terkena hukuman di jemur di lapangan ikut menyusul ketiga temannya yang sudah lebih dulu membolos pelajaran.

Mereka berempat memang sama nya, tidak ada yang serius dalam belajar. Sering kali membolos atau bahkan sengaja tidak masuk sekolah karena alasan malas atau gurunya yang tidak asik alias monoton saat mengajar.

"Coba lo WhatsApp pak erka, tanya apa dia emang beneran ada di sekolah ini."usul Aji pada Syila.

"Iya betul!."sahur Zidan dan Zura berbarengan.

"Ngikutin aja lo!."ujar Zura.

"Dih pede banget lo."balas Zidan.

Tanpa memperdulikan pertengkaran kedua teman nya yang tidak ada habis nya. Syila lebih memilih mengeluarkan ponsel miliknya yang berada di dalam tas. Ia mengecek apakah Erka mengirim nya pesan untuk sekedar memberi tau bahwa dirinya juga datang ke sekolah.

Tapi sayangnya tidak ada satu pesan pun yang di kirim kan oleh Erka. Dalam benak Syila tidak biasa nya Erka tidak mengabari nya walau hanya makan siang bersama Gio.

Karena tidak ingin bertanya tanya seorang diri, Syila pun mengirimkan pesan pada Erka.

You
Kak
Katanya kak erka ke sekolah?
Kok ga bilang sama aku?

Menit berlalu pesan pesan yang Syila kirimkan tak kunjung Erka balas. Jangan kan dibalas di baca saja tidak, centang dua abu abu masih terlihat jelas pada notif chat nya.

"Belum di bales?."tanya Aji melihat Syila yang masih mantengin layar ponselnya.

Syila menggeleng, bahkan sudah lima belas menit berlalu Erka tak kunjung membalas pesan dari dirinya. Apakah suaminya itu sangat sibuk hingga tidak bisa membalas pesan nya. Tapi se sibuk apapun Erka, ia akan menyempatkan untuk membalas pesan yang setiap Syila kirimkan.

Tapi sekarang? di baca saja tidak apa lagi dibalas. Sedikit aneh tapi Syila tidak ingin berpikir yang tidak tidak. Mungkin memang benar bahwa suaminya sedang sibuk rapat dengan pihak sekolah mengenai pembaruan yang akan dirinya lakukan pada sekolah.

"Lo emang liat dimana ra kak erka datang ke sini?."tanya Syila.

"Pas tadi kita mau ke sini ya kan ji?."jawab Zura yang di angguki Aji.

"Pak erka datang pas lo lagi di hukum."

"Btw lo tadi di hukum bareng mantan?."tanya Zidan.

Syila mengangguk kan kepalanya."Iya dia di hukum karena ga bawa bahan presentasi kelompok nya."

Love Suamikkk (END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang