Pelaku?

10 1 1
                                        

"Kurasa kita tidak bisa menangkap pelakunya sekarang," ujar Saka. Mereka masih berkumpul bersama merencanakan apa yang akan mereka lakukan pada pelaku, namun Saka membatalkan untuk menangkap pelaku. Apa yang dipikirkan oleh Saka sampai membatalkan penangkapan pelaku sekarang. Jika dibiarkan Angel bisa berbuat sesukanya.

"Kenapa?" tanya Juan.

"Iya kenapa bukan sekarang?"

"Ekskul musik mau ada lomba, gua gak mau jadi penyebab kalian gagal. Ini juga bukan masalah serius."

"Tapi Saka gimana kalau misa Angel makin berulah kalau kamu engga ambil tindakan secepatnya?" tanya Cika.

"Urusan Angel biar jadi urusan gua. Yang penting gua udah tahu siapa kaki tangannya dan apa motifnya. Jadi kalian gak usah ikut campur."

"Saka mereka mau bantu, jangan kayak gitu," ujar Zoya pelan karena takut apa yang diucapkan oleh Saka akan menyinggung perasaan teman-temannya.

"Saka benar kok, kita tidak bisa ikut campur karena bisa jadi kita malah nambah masalah kan," ujar Mila.

"Saka bener, kita engga bisa tiba-tiba ikut campur. Biar nanti kalau misal Saka butuh bantuan kita bantu. Jangan khawatir! Aku rasa ini bukan kali pertama buat Saka," jelas Nana.

"Oke deh. Kalo misal Saka butuh bantuan kabarin kita ya! Kita bisa bantu kok jangan sungkan," pesan Cika tapi ditanggapi oleh Saka hanya dengan anggukan. Kulkaspun kalah dingin dengan Saka. Karena tidak ada yang perlu didiskusikan lagi semua orang kecuali Saka, Zoya dan Juan pergi menuju meja masing-masing. Sedangkan tiga orang ini masih betah membicarakan rencana Saka.

"Lu mau apain anak orang?" tanya Zoya pada Saka. Kebiasaan buruk Saka adalah jika dia marah maka dia tidak akan peduli siapa lawan mainnya, dan tidak pernah mau meminta tolong jika dia rasa bisa mengatasinya sendiri.

"Lu tau gua gimanakan? Liat aja nanti, semakin dia banyak tingkah, semakin banyak balasan yang akan dia dapet dari gua. Tenang aja gak bakal bawa-bawa lu kok."

"Karena gua tau lu kayak gimana, gua gak mau lu kena masalah bego!"

"Liat aja nanti! Sana duduk!" Sambil menggerutu Zoya pasrah melangkahkan kakinya untuk duduk meskipun dia masih kepikiran apa yang akan Saka lakukan pada Angel. Zoya tidak takut akan apa yang terjadi pada Saka, justru dia takut apa yang akan Angel dapatkan ketika dia mencoba mengusik Saka. Berdoa saja semoga Saka masih mengingat bahwa lawan mainnya adalah perempuan manja.

-------

Ruang musik sudah penuh dengan semua member, bahkan Angel juga turut hadir. Semua berjalan normal seperti biasa, meskipun bisa kita lihat wajah Angel sangat tidak suka jika posisinya digantikan oleh Zoya, tapi siapa peduli. Kita juga bisa melihat Ragil dan Juan yang terlihat masih berbicara satu sama lain untuk saling memberikan saran. Tidak ada yang berubah meskipun hubungan mereka sempat dilanda masalah. Putus hubungan bukan berarti tidak menjadi teman kembali, yang terpenting adalah mereka tidak membuat suasana menjadi tidak nyaman. Mereka fokus berlatih hingga tidak sadar bahwa waktu cepat berlalu.

Masih di ruang musik namun yang berbeda mereka sedang berbincang satu sama lain sambil menikmati snack. Canda tawa bisa mereka rasakan berkat Zoya yang membuat Juan dan juga suasana lebih ceria. Tidak bisa Ragil pungkiri bahwa dia bisa merasakan perbedaan pada Juan. Tapi tidak akan dia sebutkan karena ingin menjaga suasana tetap nyaman untuk semua orang.

"Baru kali ini lihat Juan lebih ceriwis," ceplos Raka. Semua orang mengangguk setuju akan perubahan Juan.

"Ini karena Zoya. Dia memang bisa bikin suasana jadi ceria." Yang disebut namanya hanya tersenyum tipis sambil melirik ke arah Angel yang sedang melihat dirinya dengan wajah benci, seakan-akan mengejek bahwa semua hal bisa dilakukan Zoya tanpa susah payah. Jam sudah menunjukkan waktu untuk pulang. Semua orang bergegas untuk kembali ke tempat tinggalnya masing-masing, termasuk juga Juan dan Zoya. Mereka akan pulang bersama dan tentu saja bersama Saka. Saka menunggu Zoya dan Juan di dekat parkiran.

ZOYATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang