Music For Life

9 1 1
                                        

Waktu yang ditunggu-tunggu akhirnya tiba, yakni lomba musik yang diperjuangkan oleh MusicForLife. Sebelumnya kita belum tahu apa nama band yang dibentuk oleh Juan ini. Mari kita perkenalkan MusicForLife. Nama ini dibentuk atas saran Ragil dan disetujui oleh yang lain. Sebenarnya banyak sekali nama yang disarankan, namun semua nama terdengar aneh dan sulit diucapkan. Mereka menggunakan nama itu agar lebih mudah diucap dan juga mudah untuk dikenali karena termasuk sesuatu yang sering kita dengar.

Hari ini tepat sebulan setelah Zoya diperkenalkan di ekskul musik ini, yang artinya sekarang adalah waktunya untuk mengejar gelar pemenang. Semua orang yang ada di ekskul musik kecuali Angel sedang mempersiapkan diri. Zoya dan Juan sedang mengobrol dan yang lainnya terlihat seperti gugup dan cemas. Saka bahkan terlihat di samping Zoya dan hanya mendengarkan Zoya dan juga Juan mengobrol, padahal Saka bukan salah satu member MFL tapi tetap mengekor kemanapun Zoya pergi.

"Guys ayo kumpul dulu bentar," pinta Raka pada semua member.

"Mari lakukan yang terbaik, urusan menang atau kalah biar menjadi kejutan nanti, tapi mari lakukan yang terbaik dan kita kerahkan segala usaha kita disini okey?"

"Siap pak ketu!"

"Mari berdoa sesuai dengan keyakinan masing-masing!" Semua orang menundukkan kepala dan berdoa sesuai dengan agama masing-masing.

Maka inilah saat yang ditunggu-tunggu, MFL menuju atas panggung dan berdiri di antara ratusan penonton yang menonton. Tidak ada penonton khusus disini, hanya sekumpulan orang yang memang ingin menonton pertunjukan musik. Zoya tidak pernah berpikir bahwa di lomba resminya sebagai murid baru akan ditonton banyak orang, dan yang paling menjadi kejutan adalah dia melihat seluruh sahabat-sahabatnya datang. Bahkan teman-teman sekelasnya pun turut hadir. Tidak hanya itu, dia juga melihat orang tuanya dan juga kedua kakaknya, bahkan orang tua Saka. Untuk apa orang tua Saka datang? Saka bahkan bukan bagian dari MFL. Siapa yang memberi tahu mereka semua. Zoya tidak pernah berekepektasi bahwa semua orang yang memang dia harapkan melihat dirinya bernyanyi datang untuk menontonnya. Zoya tidak bisa menyembunyikan senyumnya, meski kecil kita tahu bahwa matanya berbinar melihat orang-orang yang dia kenal hadir.

"Mari lakukan yang terbaik guys!" teriak Raka yang bahkan didengar oleh penonton.

Musik mulai beralun dari alat musik member MFL dan suara merdu Zoya dan juga Juan terdengar teduh juga mengalir pada semua orang yang mendengarnya. Semua orang menikmati pertunjukan dari MFL. Suara Zoya dan Juan yang beradu, alunan musik yang mengiringi benar-benar memberikan arti bahwa mereka menghayati dan membaur dengan alunan musik yang mereka bawakan untuk penonton. Seluruh penonton mengangkat tangan mereka dan berayun sesuai dengan irama lagu yang dibawakan. Bahkan beberapa orang yang menghapal lirik lagu tersebut turut bernyanyi bersama. Tidak ada yang lebih indah dari sorakan penonton yang membenuhi konser mini ini. Member MFL bahkan tidak menyangka bahwa penampilan mereka bisa membuat seluruh penonton bersorak dan menikmatinya.

Penampilan tidak berlangsung lama karena peserta hanya menghadirkan 1 lagu disetiap pertunjukkan.

"Karena seluruh peserta sudah menghadirkan semua lagu yang mereka bawakan, maka sekarang adalah waktunya untuk memberitahukan pada seluruh penonton siapa yang pantas untuk membawa kemenangan malam ini." MC bertugas membacakan kemenangan berbasa basi untuk membuat seluruh penonton penasaran akan siapa yang menang.

"Semua orang penasaran tidak siapa yang akan membawa kemenangan dari perlombaan ini!"

"PENASARAN!"

"Kira-kira menurut kalian siapa yang akan membawa kemenangan malam ini?"

"MUSICFORLIFE."

Semua orang bersorak mendukung grup masing-masing dan yang paling terdengar adalah sorakan dari pendukung MFL tentu saja.

"Mari kita sambut seluruh band kita hari ini untuk naik ke atas panggung. Ayo kita lihat siapa yang paling banyak pendukung disini!"

MC menyebutkan seluruh nama band dan bisa terdengar sorakan penonton yang mendukung masing-masing band. Sedang giliran MFL, hampir semua penonton bersorak. Paling keras suara dari seluruh penonton adalah pendukung MFL. Bahkan bisa dilihat penonton yang tidak mengenal MFL secara pribadi juga bersorak untuk mereka.

"Jangan senang dulu guys. Pemenang tidak ditentukan dari banyak penonton, tapi dari juri yang menilai!" Raka mengingatkan semua member untuk jangan berbahagia karena banyak yang mendukung mereka. Karena bagaimanapun suara penonton akan kalah dengan suara juri.

"Jadi siapa pemenang pada perlombaan musik tahunan ini!"

Semua orang menunggu hasilnya, bahkan dentuman musik yang sengaja di setel menambah rasa berdebar-debar seluruh orang disana. MC masih mempermainkan semua orang untuk menambah dramatis acara ini. Seluruh penonton bahkan diam sedangkan member MFL saling berpegangan tangan dan berdoa untuk kemenangan mereka.

"Jadi pemenang kita hari ini adalah MUSIC FOR LIFE. Selamat untuk Music For Life, silakan seluruh anggota hadir kedepan untuk menerima penghargaan dan juga hadiah."

Mendengar nama band mereka tersebut, semua member spontan berpelukan dan meloncat-loncat kesenangan. Bagaimana tidak mereka menang di peringkat satu di antara banyaknya band kelas atas yang hadir hari ini. Mereka benar-benar bahagia sekali. Maju bersama-sama dan menerima penghargaan bersama-sama. Selain member MFL yang berbahagia, ada banyak penonton juga ikut bersorak atas kemenangan mereka. Bahkan penonton yang mengenal secara pribadi anggota MFL bersorak dan mengabadikan di handphone mereka.

Apa yang tidak lebih bahagia dari Zoya yang memulai hidup baru dengan keadaan keluarga yang baru, teman baru, sahabat baru, suasana baru, membuat Zoya bersyukur. Tidak ada penyesalan dalam diri Zoya untuk sekarang, karena segala hal terjadi benar-benar memberikan Zoya pengalaman yang menyenangkan.

Untuk sekarang Zoya akan fokus pada apa yang harus dia hadapi. Tidak akan ada hal yang perlu disesali di masa lalu dan dia akan mencoba untuk menerima dan memaafkan segala hal yang terjadi. Karena pada dasarnya semua hal terjadi memang bukan yang kita mau, tapi bagaimana kita menjalani itu agar tidak menjadi beban bagi diri kita sendiri maupun orang lain. Semua hal terasa menyenangkan jika kita bisa melepas dan memaafkan. Dia berterima kasih pada semua orang yang sudah hadir dan memberikan perjalanan hidup penting untuknya.

Tidak akan ada Zoya yang hari ini berdiri, tersenyum bahagia melihat orang-orang terdekatnya bahagia jika Zoya tidak mengalami segala hal di masa lalu. Semuanya menjadi lebih berharga hari ini dan Zoya mensyukuri itu. Terima kasih semua.

Turun dari panggung, Zoya mendapat pelukan hangat dari Saka. The Ganger pun memeluk Zoya dengan rasa bangga.

"Lu hebat!" bisik Raka sambil mengusap sayang kepala Zoya.

"Gila gua bangga banget sama lu Zoy!"

"Keren adek gua."

"Good job Zoy."

"Gila bisa nyanyi juga lu!" dan dibalas jitakan oleh Zoya.

"Gua bisa nyanyi dari dulu ya anjir!"

Kemudian hadir keluarga Zoya yang mengintrupsi bahagianya Zoya bersama sahabat-sahabatnya ini. Mungkin dipikiran semua orang, Zoya tidak akan mengatakan apapun pada orang tua dan juga kedua kakaknya. Tapi hal yang pertama Zoya lakukan adalah lari dan memeluk erat Mamanya. Mamanya pun terkejut dan ikut memeluk erat Zoya seperti tidak ada lagi waktu untuk itu.

Papanya dan kedua kakaknya pun ikut memeluk dan mengusap lembut kepala Zoya.

"Terima kasih sudah hadir Ma!"

"Tidak tidak. Mama yang harusnya berterima kasih, terima kasih sayang sudah melakukan yang terbaik. Mama bangga sama Zoya."

Diusapnya anak perempuan satusatunya, diciumnya pipi dan dahinya. Untuk pertama kalinya setelah sekian lama terlihat hangat kembali keluarga ini. Tidak ada yang berani mengintrupsi semua hal yang terjadi. Semua orang merasakan kebahagiaan atas kebahagiaan yang dirasakan Zoya. Sahabat-sahabat Zoya bahkan ikut merasakan bahagianya Zoya, karena mereka tahu bagaimana Zoya berjuang sejauh ini tanpa kehadiran keluarganya dan sekarang Zoya mendapatkan itu. Tidak ada yang lebih bahagia dari hari itu, di mana semua orang saling mengerti, memaafkan, dan memberika kesempatan untuk melakukan yang terbaik. Semua orang berbahagia di hari itu dan berakhir dengan orang tua Zoya yang menraktir semua orang di salah restoran dekat dari lokasi tersebut. 

---------------------------------------------------- Terima kasih ----------------------------------------------------

ZOYATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang