Selamat Membaca 🤗
Hari demi hari berlalu, sisa libur semester tinggal satu hari lagi. Syila Merenggangkan otot tubuhnya karena sejak subuh tadi dirinya tidur kembali. Bahkan Erka yang berpamitan untuk pergi ke kantor pun tidak ia hiraukan.
Syila berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. Mengingat hari telah siang dan jam menunjukkan pukul 10.30. Waw Syila benar benar menikmati hari liburnya dengan baik.
Setelah membersihkan dirinya, Syila berjalan menuruni tangga, niat hati ingin membuat makanan karena perut nya yang sudah berbunyi meminta untuk segera di isi.
Saat menuruni anak tangga, hidung Syila mencium aroma bau masakan dan suara seseorang sedang masak. Syila mengerutkan keningnya bertanya tanya siapa yang sedang memasak di dapur rumah miliknya.
"BUNDAAAAAAAA."Syila berteriak saat dirinya melihat sang bunda sedang memasak. Ia pun berlari menghampiri sang bunda kemudian memeluknya.
"Ish kamu ini teriak teriak."ujar Ruka membalik kan tubuh nya untuk membalas pelukan sang putri.
"Bunda dari kapan disini? kok ga bangunin aku?."Syila melepaskan pelukannya menatap sang bunda.
"Tadi pagi, bunda sengaja kesini karena kangen sama anak bunda satu ini."jawab Ruka menyentil hidung mungil Syila.
"Gitu dong bun, sering sering main kesini. Syila kan sendirian disini ga ada temen."
"Kalo bunda sering kesini, nanti kamu sama erka terganggu bikin cucu bunda nya."Ruka terkekeh kecil.
"Ck! apa sih bunda ini."gerutu Syila berjalan meja makan untuk duduk.
"Bercanda sayang."ucap Ruka melihat putrinya yang cemberut.
"Bunda."panggil Syila.
"Iya."
"Kemarin aku di kenalin sama oma nya kak erka."ujar Syila.
"Wahh kamu ketemu sama oma lian sayang?."tanya Ruka excited sembari mematikan kompor dan membawa masakan nya ke meja makan.
"Iya, tapi ya gitu..."
"Gitu kenapa?."tanya Ruka duduk di sebelah putri tersayang nya.
"Oma lian kaya ga suka sama aku bun. Dari pertama liat aku oma lian udah nunjukin tatapan ga suka nya sama aku."jawab Syila kembali mengingat pertemuan antara dirinya dan nenek dari suaminya itu.
Ruka yang mengerti dan juga tau bagaimana sifat dari besan nya itu mengelus lengan Syila pelan. Bagaimana pun Ruka cukup mengenal Oma Lian, karena persahabatan yang terjalin antara dirinya dan juga orang tua Erka membuat Ruka mengenal nenek tua itu.
"Oma lian memang seperti itu sayang, di awal awal bertemu atau kenal beliau pasti menunjukkan sifat tidak suka atau jutek nya. Tapi kalo udah kenal beliau baik sekali kok."tutur Ruka.
"Kamu cuma butuh waktu buat terbiasa dengan oma lian. Nanti lama kelamaan pasti oma lian baik, cuma butuh perkenalan aja, percaya sama bunda."lanjutnya.
"Tapi waktu aku nikah, oma lian ga hadir ya bun?."tanya Syila mengingat pada saat dirinya menikah dirinya tidak melihat kehadiran dari nenek suaminya itu.
"Oma lian waktu itu sedang dirawat, penyakit jantung nya kambuh."jawab Ruka.
"Tapi oma lian tinggal di bandung ya bun."
Ruka mengangguk."Iya, oma lian tinggal di bandung bersama adik nya mama ria. Sesekali oma lian datang kesini kalo papa bara dan tante ria sibuk tidak sempat berkunjung ke bandung."
KAMU SEDANG MEMBACA
Love Suamikkk (END)
General FictionMy first story🤗 Perjodohan. Sudah tidak asing memang dengan yang namanya 'Perjodohan' sejak jaman dulu hingga jaman sekarang tradisi itu masih tetap terjadi. Perjodohan yang kerap kali dilakukan oleh para orang tua untuk para anak anaknya. Dan itu...
