part 29

15 1 0
                                        

Pagi yang cerah di hari senin, seperti biasa alvaro sedang menunggu rena bersiap-siap.

Rutinitas nya di pagi hari adalah berangkat sekolah bersama gadis itu, tidak seperti sebelumnya alvaro hanya menunggu di depan rumah, kali ini ibunya rena selalu menyuruh alvaro menunggu di dalam rumah.

Kalian tentu tau berapa lama seorang perempuan untuk bersiap-siap, jadi alvaro sekalian sarapan di rumah rena.

Sebenernya dia sudah sarapan di rumah, walaupun hanya segelas susu yaa itu memang makanan pokok alvaro yang berbentuk minuman.

Tapi bagaimana ibunya rena memaksa alvaro untuk sarapan dan dia juga merasa tidak enak untuk terus menerus menolak tawaran itu.

Tepat saat alvaro menghabiskan sarapannya, rena keluar dari kamarnya, gadis itu menuruni anak tangga dengan perlahan.

Melihatnya selalu terlihat cantik dan menggemaskan membuat alvaro bertanya-tanya hal apa yang rena lakukan di kamarnya sampai hasilnya secantik ini.

Tapi pernah beberapa kali alvaro melihat rena dengan wajah natural nya dan memang cantik, sepertinya gadis itu sudah cantik dari lahir.

"Tante, dulu ngidam apa sih pas hamil rena? Cantik banget" tanya alvaro berbisik

"Ngidam main layangan"

"Pantesan dia jago bikin aku terbang"

"Hahaha" ibu rena langsung tertawa mendengarnya jawaban alvaro

"Kalian ngomongin aku yaa?!!" Tanya rena

"Pede banget sih lo" jawab alvaro

"Aku cuma nanya" balas rena

"Enggak, udah ayo berangkat lama banget heran siap-siap nya" ucap alvaro

"Berangkat dulu ya tante assalamualaikum" pamit alvaro sembari mencium tangan ibu rena

Disaat alvaro sudah berjalan keluar, rena justru masih diam di tempatnya.

"Tadi kak alvaro ngomong apa aja bu?" Tanya rena penasaran

"Gaada, cuma soal sekolah aja"

"Bohong ya?"

"Apa sih kamu gak percaya banget sama ibu, udah sana berangkat ntar telat lagi"

"Gak asik ahh kalian"

"Haha, nih ibu bikinin bekal buat sarapan kamu kan belum sarapan, udah sana"

Setelah menerima kotak bekal itu, rena mencium tangan ibunya dan menyusul alvaro yang sudah berada di luar.

Sepanjang perjalanan rena hanya diam, dia fokus memakan roti yang di berikan ibunya tadi, kenapa tidak di sekolah? Rena lapar dia tidak bisa menunggu.

"Kalo naik motor tuh pegangan bukan makan" ucap alvaro tiba-tiba

"Laper, kakak mah enak udah sarapan lah aku? Lagian kakak gak mungkin kan sengaja ngebut dan buat aku jatuh"

Benar juga kata gadis itu


*****


Bel istirahat baru saja berbunyi, seperti biasanya semua murid yang kelaparan langsung menyerbu kantin tak terkecuali alvaro dan teman-temannya.

Berbeda dengan biasanya, tapi entah sejak kapan mereka jadi satu meja dengan rena dan teman-temannya, bisa terbayang sepenuh dan seramai apa meja mereka.

Rena dan alvaro saling berbagi makanan dan sesekali mereka suap-suapan.

Alex, raya dan davin mereka makan dengan tenang.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Sep 14, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Alvarena Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang