Hari ini hari minggu rencananya arven ingin ke rumah alvaro, lelaki itu menyuruhnya datang tapi saat akan mandi ternyata sabun cuci mukanya habis.
Akhirnya arven pergi ke minimarket untuk membeli keperluan nya, tapi di jalan dia melihat ada kerumunan orang.
Karena kepo arven memutuskan untuk berhenti dan melihat ada apa di balik kerumunan yang banyak itu.
Dirinya berbaur dengan kerumunan dan dapat melihat apa yang ada di depannya.
Seorang lelaki dengan seorang bayi yang berada di gendongan nya, keduanya terlihat menangis.
Tapi yang lebih mengejutkan arven mengenal lelaki itu, dia gio.
Arven mendekat ke arah gio dan berusaha membubarkan kerumunan ini.
"Ada apa ini?" Tanya arven
"Dia mau buang bayi disini, untung aja ketahuan" ucap salah satu bapak-bapak
"Pasti itu anak hasil pergaulan bebas"
"Bener, dasar gak punya malu udah bikin sekarang mau di buang"
"Semuanya cukup, saya bakal bertanggung jawab penuh atas orang ini dan juga bayinya kalian gak perlu khawatir saya jamin anak ini gak bakal terlantar dan orang ini dapet pelajaran nya" ucap arven
Setelah mengatakan itu, kerumunan yang tadinya menghakimi gio perlahan mulai pergi meninggalkan mereka disana.
Arven berlutut di depan gio, mengusap pipi lelaki itu untuk menghapus jejak air mata nya.
"Apa kalian gamau ngerawat sampai harus lo buang?" Tanya arven dengan nada lembut
"Ini bukan anak aku, aku gak mungkin ngelakuin hal kaya gitu"
"Terus?"
"Tadi ada perempuan ngasih aku bayi ini dia nuduh aku mau buang bayi dan mancing perhatian orang-orang, dan dia kabur pas banyak orang dateng"
"Lo lagi gak bohongin gue kan?"
"Ngapain juga aku bohong, aku berani tes DNA kalo kamu mau"
"Ayo gue anter pulang"
Sesampainya di rumah gio, arven duduk di sofa dengan seorang bayi manis yang berada di gendongan nya, gio sedang mandi jadi arven yang menggendong nya.
"Kasian banget sih lo, masih bayi udah di buang mana cantik banget lagi, kalo udah gede pasti banyak yang naksir"
Sesekali arven memainkan pipi bayi itu, pipinya lembut dan agak tembam, rambutnya agak pirang apa dia blasteran ya, wajahnya juga seperti bayi bule.
"Lo udah di kasih nama belum? Nama lo siapa?"
Bayi itu hanya berkedip sembari terus memperhatikan arven.
"Gue boleh gak ngasih lo nama? Biar gampang manggil nya"
Bayi itu tersenyum, menambah kecantikannya.
"Zellina"
"Nama yang bagus" ucap gio
"Sejak kapan lo disitu? Ngagetin aja"
"Baru aja, namanya bagus cocok buat dia"
"Karena gue bilang bakal tanggung jawab penuh jadi gue bakal bantu rawat bayi ini"
"Aku bisa sendiri kok, lagipula kamu harus Sekolah"
"Emang lo gak Sekolah?" Tanya arven
"Aku home schooling"
"Kenapa gak di sekolah aja?"
"Aku juga dulu sekolah sama kaya kamu, tapi pas baru masuk kelas 10 aku jadi korban bullying jadi orang tua aku nyuruh aku home schooling"
KAMU SEDANG MEMBACA
Alvarena
Fiksi RemajaAlvaro, lelaki yang memiliki paras tampan sehingga membuat semua gadis terpesona padanya, hal ini lah yang membuat alvaro suka berganti-ganti pasangan alias playboy Namun, banyak yang tak tahu sifat aslinya jika bersama orang-orang terdekatnya. Rena...
