Lelaki itu mengendarai motornya dengan kecepatan tinggi, dia frustasi, dia kesal, dia kecewa dan marah pada dirinya.
Sudah beberapa kali dia hampir menabrak tapi sepertinya lelaki itu tak ada niat untuk mengurangi kecepatan, disaat ngebut seperti ini davin merasa beban di dalam pikirannya pergi sejenak.
Untuk kesekian kalinya davin kurang fokus Namun, tidak seperti sebelumnya dia bisa menjaga keseimbangan motornya, kali ini dia oleng dan menabrak trotoar.
Davin membuka helm full face nya, duduk di samping motornya yang masih ambruk di tepi jalanan, untungnya dia tidak kenapa-kenapa hanya luka kecil, badannya juga cukup terasa ngilu.
Sekarang bagaimana? Dia harus bagaimana? Meminta maaf pada rena? Untuk saat ini davin rasa itu akan percuma karena rena pasti sangat marah padanya.
Tapi, berjauhan dengan gadis itu apa davin sanggup? Gadis itu jelas berada di dekatnya, di depan matanya Tapi, dia terus mengacuhkan davin, rasanya sakit melihat gadis yang dia cintai bersikap seperti itu padanya, dan itu karena ulahnya sendiri.
Davin mengacak rambutnya frustasi "akhhhh, bisa gila gue lama-lama"
Saat sedang mengedarkan pandangannya, mata davin melihat seorang lelaki yang tak asing baginya, benar, itu alvaro.
Dia dengan seorang gadis, siapa itu? Apa pacarnya? Davin tidak mengenali gadis itu, sepertinya bukan dari sekolahnya.
Davin mengeluarkan ponselnya, kemudian memfoto kedua pasangan itu, jika memang benar mereka pacaran davin harus memberi tahu rena supaya gadis itu berhati-hati pada alvaro.
Davin memutuskan untuk pergi dari sana, dia harus bertemu dengan rena untuk memberi tahu hal ini, lebih baik dia pergi ke rumah nya.
Davin memarkirkan motornya di halaman rumah rena, semoga saja rena ada di rumah dan mau bertemu dengannya.
Tok tok tok
Tak lama kemudian, pintu terbuka dan terlihat seorang perempuan berada di balik pintu Tapi, itu bukan rena ataupun ibunya melainkan atha?
"Ngapain lo kesini?" Tanya atha rada ketus
"Gue mau ketemu sama rena, dimana dia?" Balas davin
"Dia gaada"
"Jangan boongin gue tha"
"Siapa yang boong sih, rena lagi keluar sama ibunya"
"Kemana?"
"Ya mana gue tau"
"Gue bakal nunggu dia"
"Enggak, mendingan lo pulang"
"Gue mau nunggu rena, gue ada perlu sama dia"
"Perlu apa? Ngelecehin dia lagi?"
"Gue gak pernah ngelecehin rena"
"Lebih tepatnya hampir, mendingan lo pergi dari sini dan stop gangguin rena"
"Tha, lo gak seharusnya ngomong gitu emang lo tau apa yang sebenarnya?"
"Gue udah cukup tau kok, pergi sekarang atau-"
"Atau apa?"
"Atau gue teriakin lo maling, biar di amuk massa"
"Tha gue cum-"
"MALING... MAL-"
Davin membekap mulut atha, ternyata dia tidak main-main, gadis itu sangat menyebalkan.
"Iya iya gue pergi" ucap davin kemudian pergi meninggalkan rumah rena, gagal sudah rencananya.
*****
KAMU SEDANG MEMBACA
Alvarena
أدب المراهقينAlvaro, lelaki yang memiliki paras tampan sehingga membuat semua gadis terpesona padanya, hal ini lah yang membuat alvaro suka berganti-ganti pasangan alias playboy Namun, banyak yang tak tahu sifat aslinya jika bersama orang-orang terdekatnya. Rena...
