Side Story 1

23 1 0
                                        

Raylin masih merasa sedih kehilang kedua orangtua yang ia sayangi , ia berusaha memulai kehidupan baru tanpa orangtuanya dan menekuni bisnisnya sampe ke negri orang

"ray sampai kapan kamu mau sibuk begini hmmm? Itu abang abang kamu udah ada anak , kamu kapan?"

"entar deh ren gue masih nyaman sendiri".

"iyah deh iyahhh , gue tunggu kabar baik dari loe aja".

Raylin masih setia melajang di antara teman temannya yang sudah berpasangan bahkan sudah ada yg menikah dan memiliki anak.

Siang hari itu Raylin memutuskan untuk melanjutkan pekerjaannya di cafe terdekat. Raylin duduk dan memesan makanan dan minum yang biasa ia pesan.

Raylin merenung dan melihat ke arah sekitaran , ia hanya melihat banyak pasangan duduk bersama sambil tertawa hangat. Raylin kembali mengingat masa lalu bersama orangtua dan kedua kakaknya.

"permisi" , Raylin terkejut dan mendongak ke depannya.

"disini kosong?" ucap pria itu sambil menunjuk ke arah kursi depan Raylin yang kosong.

"oh iyah kosong" jawab Raylin.

"boleh saya duduk?".

"boleh silahkan duduk".

pria itu langsung duduk dan membuka laptopnya sambil mengerjakan kerjaan yang ia bawa dari rumah.

Raylin yang cuek hanya fokus ke pekerjaannya yang tumpuk karena ia berlibur terlalu lama. Fokus Raylin pecah saat pria itu tidak sengaja membuka hpnya dan Raylin tidak sengaja melihat wallpapernya.

Raylin melihat foto pria itu bersama seorang wanita dan terlihat senyum hangat terpancar di kedua wajah mereka. Raylin langsung cepat menyelesaikan makanannya dan hendak pergi.

Tiba tiba pria yang tadinya hanya menatap ponsel dan laptopny ikut melihat ke arah Raylin yang terlihat tergesa gesa.

"sudah mau pergi?" tanya pria itu dengan bingung.

"i-iyah mau pergi" jawab Raylin dengan gugup karena ia tidak menyangka pria itu akan bertanya kepadanya.

"kenapa?".

"gpp, dokumen saya ada yang ketinggalan di rumah".

"owhhh".

Pria itu melanjutkan kembali aktivitas yang ia lakukan tadi , raylin langsung lega setelah melihat pria itu tidak melihatnya lagi.

Raylin bergegas keluar dari cafe dan langsung masuk ke dalam mobilny yang kebetulan ia parkir tidak jauh dari cafe.

Tok tok tok , raylin terkejut mendengar suara pukulan di kaca mobilnya . Raylin terdiam dan memutar kepala perlahan ke arah suara.

"ini saya" ucap pria itu setelah melihat muka panik Raylin.

Raylin menurunkan kaca mobilny sambil menatap pria itu dengan heran , "kenapa yah? Barang saya ada yang ketinggalan?".

pria itu menyodorkan handphonenya ke arah Raylin, "ketik nomor telepon kamu disini".

Raylin yang bingung dan panik langsung mengambil handphone pria itu dan mengetik nomor teleponnya di handphone pria itu , Raylin langsung mengembalikan handphonenya.

"oh y kenalin nama saya Raynold".

"nama saya Raylin".

"oke saya save nomor kamu dulu , senang berkenalan dengan kamu".

"i-iyah, saya pamit dulu" raylin langsung menutup kaca mobilnya dan langsung menancap gas pergi dari cafe itu.

Raynold hanya melihat mobil Raylin semakin menjauh dari pandangannya , ia melihat handphonenya dan menyimpan nomor Raylin.

"finally aku menemukan kamu".

Raynold langsung masuk ke dalam cafe dan menyusun barang barangny lalu berjalan ke rumah sakit tepat di sebelah cafe.

"siang sus, adek saya lagi tidur?".

"siang pak raynold, ibu Riri baru saja bangun pak".

"baik terima kasih sus".

raynold berjalan ke arah kamar adiknya , ia tidak sabar ingin bercerita tentang Raylin ke adiknya.

"riri abang datang".

"abangggg tumben jam segini datang?".

"heheh tadi abang di cafe sebelah , dan abang jumpa sama Raylin".

"hah? serius? jangan bercanda iiiiihhhh gak lucu tau".

"iyah abang jumpa Raylin tapi Raylinnya udah gk ingat sama abang jadi abang sedikit sedih".

"mungkin abang banyak berubah makanya kak Raylin gak bisa ngenalin abang".

raynold menghabiskan harinya di samping riri, hari pun berlalu.

"hahhhh". Raylin seperti biasa menghabiskan harinya di ruangan kerja.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Dec 21, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

PERNIKAHAN KONTRAKTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang