Seminggu berlalu dan mereka masih saling diam, seperti perang dingin. Rani memang tak membahas topik itu lagi. Tetapi sepertinya wanita itu sedang melancarkan jurus merajuk, sebab tak ada tersedia bekal seperti sebelum-sebelumnya.
Guntur tak akan mengendurkan pertahanannya, dia tak bermasalah dengan itu. Namun, yang justru berbeda dari Rani, meski tetap dengan wajah cemberut, wanita itu kini setiap pagi menjemur Melani di halaman dengan ayunan bayi yang bisa dipindah-pindahkan, padahal sebelum-sebelumnya Rani terlihat enggan keluar dikala banyak-banyaknya para ibu-ibu belanja sayur.
Dan sudah beberapa hari ini Rani seolah tak mempermasalahkan itu, dia bahkan balas menyapa ramah ibu-ibu yang menyapanya juga mengomentari Melani yang tambah menggemaskan.
Rani seperti selalu bangga memperkenalkan perkembangan Melani. Tetapi hal lain yang terjadi adalah, Guntur seringkali bersiborok dengan Rani, saat wanita itu kedapatan melirik ke arahnya. Wanita itu seperti mengecek interaksinya dengan Ika. Hal itu menunjukkan jika Rani tidak percaya dengannya, dan Guntur tidak suka dengan itu.
Tetapi hari ini ada yang berbeda, sejak pagi Rani tidak muncul, dan entah mengapa, Guntur jadi ingin cepat-cepat menyelesaikan pekerjaannya agar bisa mengecek apa sekiranya yang dilakukan Rani. Sialnya, segala gerak-gerik Rani selalu berhasil mengundang perhatian Guntur, sekalipun Guntur tetap menahan diri untuk diam.
"Bang aku nggak dipecat, kan?"
Guntur langsung menghindari tatapan Ika. "Jika aku tidak mengatakan apa pun artinya tidak."
"Tapi aku nggak enak sama Kak Rani."
Guntur langsung melangkah menjauh dan membersihkan meja ikan.
Guntur sama sekali tak ingin lagi mengingat malam itu. Dia tahu itu satu kesalahan, dan hari itu Guntur telah bersikap sangat berengsek, karena kembali mengingat ibunya yang telah tiada.
Hari itu Guntur pulang dari rumah sakit karena ada hajatan besar di kampungnya. Tetapi ketika pulang pun Guntur menyimpan beban di pundaknya, sebab kondisi ibunya semakin parah. Guntur menyimpan amarah, mengapa setelah roda ekonomi mereka membaik, sang ibu malah sakit-sakitan. Mengapa ibunya tak bisa sedikit saja menikmati hidup setelah seumur hidup bekerja keras. Guntur pun beranggapan demikian pada hidupnya yang kosong. Ketika melihat tengah malam para pemuda mulai minum-minum, Guntur pun tergoda melakukan hal yang sama. Kenapa dia tak menghilangkan sejenak apa yang membebani kepalanya waktu itu.
Guntur pulang ke rumah dalam keadaan mabuk, dan di saat yang sama ada seseorang di rumahnya. Ika sedang berada dikedai, dan begitu Guntur memergokinya, wanita itu mengaku hendak membeli sesuatu. Guntur tak ambil pusing, dia membuka kunci pintu rumah dengan susah payah. Dan akhirnya dibantu oleh Ika.
Guntur langsung menyuruh Ika pulang, namun wanita itu bersikeras mengikutinya ke dalam dan berkata akan mengurus Guntur yang kala itu sedang mabuk. Guntur ke dapur untuk minum, lalu Ika tetap mengikutinya. Guntur bukanlah pria bodoh yang tak tahu jika wanita itu menatapnya dengan pandangan menggoda.
Ika mengambil kesempatan dengan mendekati Guntur. Saat wanita itu menciumnya, tak disangka Guntur membalas. Guntur hanya berpikir, kenapa dia tak menikmati saja semuanya, menjadi pria bejat sekalian. Sebab menjadi pria baik-baik pun tetap ada saja kesulitan yang menghampiri hidupnya.
Guntur lalu menarik Ika ke kamar, dan selanjutnya terjadi adalah tubuh mereka sudah sama-sama tak terlapisi sehelai benang pun. Guntur hanya mengikuti nafsunya, menekan keras kata hati terdalamnya, akan tetapi di tengah kegiatan, ponselnya berdering nyaring. Membuat sekeliling Guntur terasa jelas, dan dia mendorong Ika menjauh.
Adiknya menelepon dari rumah sakit, dan mengatakan jika kondisi ibunya bertambah buruk. Saat itu Guntur sadar sepenuhnya, dan memakai bajunya dengan cepat, tak peduli jika dia belum mendapatkan klimaks. Sebab, ketika dia sampai di rumah sakit dan ibunya telah tiada, Guntur menyesali segala perbuatannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Jejak Dusta
RomanceGuntur Pradana Ginting pernah menjadi korban salah tangkap. Dan itu disebabkan oleh anak dari kepala polisi di desanya yang mengaku telah diperkosa oleh Guntur. Guntur membenci wanita yang bernama Aulia Maharani itu. Sepuluh tahun berlalu ia ingin m...
