Apa Guntur adalah pria yang suka 'jajan' di luar? Itu sebabnya kah pria itu santai saja meski tidak menikah? Rani semakin tak tahan dengan pemikiran-pemikiran itu, yang setiap hari memenuhi isi kepalanya. Hati Rani benar-benar sakit. Dia tidak pernah merasa sepatah hati ini.
Semakin Rani mendiamkan Guntur, semakin Guntur mengikuti permainannya. Pria itu juga diam saja seperti tak ada perkara besar di antara mereka. Guntur bahkan tak pernah menanyakan Rani yang tak lagi memasak untuknya, seolah-olah itu bukan perkara besar baginya.
Dan sudah beberapa malam, Rani menitihkan air mata dalam tidurnya. Dia benar-benar tak menyangka Guntur begitu, hatinya terasa begitu sakit. Akan tetapi tak ada yang bisa diperbuatnya, sebab, Rani bukan siapa-siapa.
Namun, sekali lagi, pertanyaan-pertanyaan tentang masa lalu Guntur terus saja bercokol di kepala Rani. Tidak bisa, Rani tidak bisa membiarkannya lebih lama lagi, hatinya terlalu sakit. Dia harus menanyakan sejelas-jelasnya kepada Guntur malam ini juga. Dia tak ingin dua tahunnya di sini diisi dengan rasa penasaran yang menyakitkan, juga batinnya yang sengsara.
Dengan tekad kuat, hari ini Rani sengaja memasak.
Guntur yang pulang bekerja seperti biasanya, sangat terkejut mendapati Rani di dapur. Selama berhari-hari wanita itu menghindari Guntur seperti penyakit mematikan. Guntur sedikit tersinggung, masa lalunya tidak ada hubungannya dengan Rani, lalu mengapa wanita itu merasa dirugikan?
Guntur berusaha tak memedulikan Rani dan mandi seperti biasa. Namun, saat dia keluar, Rani seperti menunggunya di meja makan.
Bola mata Guntur menatap was-was. Wanita itu bahkan membukakan tudung saji dan mengambilkan piring.
Dengan menahan napas, Guntur duduk di kursi meja makan.
Hanya ada dua kemungkinan, Rani melupakan kejadian itu dan melanjutkan hidup seperti biasanya, atau kembali mencecar Guntur dengan beragam pertanyaan.
Guntur makan seperti biasanya, berusaha tak terpengaruh dengan kehadiran Rani yang menemaninya di meja makan. Meski Guntur hanya semakin menipu diri sendiri, ada denyut aneh di nadinya.
"Aku—" napas Rani tercekat, dia meremas tangan yang berada di pangkuannya. "Aku akan memaafkan jika itu terjadi di masa lalu Abang."
Kuduk Rani sudah meremang, hatinya bergetar, entah kuat atau tidak melanjutkan pembahasan ini.
Sementara di hadapannya, Guntur mengeraskan rahang, dia ingin membentak jika urusan masa lalu atau pun masa sekarang, tak akan ada hubungannya dengan Rani, tetapi kali ini lidahnya tetap kelu. Tatapan Rani yang menusuk, membuat jantungnya berdenyut kebas.
"Apa selama aku di sini, kalian pernah melakukannya di belakangku?" Rani tahu pertanyaannya keterlaluan sebab dia sangat tahu Guntur selalu pulang ke rumah. Tetapi siapa yang tahu? Rani ingin mengetahui sejelas-jelasnya dari mulut Guntur.
Guntur langsung membanting sendok makannya. "Jangan berkhayal." Oke, dugaan kedua Guntur lah yang terjadi. Dan sebaiknya dia pergi dari sini, sebelum benar-benar sanggup mengasari Rani.
"Lalu kapan itu terjadi? Apa itu sudah lama sebelum aku ada di sini?"
Dahi Guntur berkerut marah. "Itu tidak penting."
"Penting. Bagiku sangat penting."
Penting karena Rani terlalu jijik tinggal satu atap dengan pria sepertiku? batin Guntur.
"Hanya dengan Ika atau ada yang lainnya lagi?" cecar Rani kembali.
"Enyahlah dari hadapanku."
"Begini ucapan Abang setelah kumasakan dan kuhidangkan di meja??"
KAMU SEDANG MEMBACA
Jejak Dusta
RomanceGuntur Pradana Ginting pernah menjadi korban salah tangkap. Dan itu disebabkan oleh anak dari kepala polisi di desanya yang mengaku telah diperkosa oleh Guntur. Guntur membenci wanita yang bernama Aulia Maharani itu. Sepuluh tahun berlalu ia ingin m...
