"To the point saja."
"Kau mengenal Rosa?" Gadis itu duduk tegak sambil meminum secangkir kopi.
"Huf, kau ingin tau?" Diletakkannya cangkir itu keatas meja. Pria mungil itu menganggukkan kepalanya
"Ya, aku mengenal Rosa. Tapi aku hanya sekedar tau dan tidak banyak hal yang aku ketahui tentang dia."
"Jadi?"
"Rosania Verhoshi. Keluarga Hoshi apakah kau pernah mendengar nama itu?" Askal menggelengkan kepalanya dan Vali hanya memutar bola matanya dengan malas.
"Apa yang kau ketahui?" "Jadi, yang aku ketahui hanyalah Rosa orangnya nekat jadi kau harus berhati-hati dengannya. Dan saranku jangan pernah terlibat dengannya. Mungkin kau berfikir dengan adanya Ega kau bisa aman tapi itu tidak menjamin Askal. Dan kau jangan gegabah karena aku tau kau pasti akan melakukan hal dengan tergesa-gesa. Dan satu lagi jangan pernah kau berfikir bahwa kau bisa melawan dia dengan sendiri. Kau salah Askal. Tapi tenang saja kau akan aman jika kau tidak gegabah."
"Cih, apakah dia se gila itu hanya demi Ega?"
"Tidak, kegilaannya tidak hanya untuk Ega. Aku juga tidak yakin jika dia tidak mempunyai masalah kejiwaan tapi intinya jangan terlibat."
"Yah tapi terlambat dia pernah berjumpa denganku." Vali yang terkejut dengan pernyataan Askal dengan spontan menggebrak meja sehingga pembuat para pengunjung melihat kearahnya.
Vali berdehem untuk menghilangkan rasa malunya "kau bertemu?" Askal mengangguk "Dan apa yang dia lakukan padamu?"
"Hanya sapaan yang tidak bermutu." Vali mengangguk.
"Jaga dirimu." Kemudian Vali pergi meninggalkan Askal yang tengah kalut pikirannya. Apa sebenarnya yang akan Rosa lakukan untuk dirinya. Askal tidak bodoh ya sedikit bodoh saja tapi jika seperti ini dia sangat peka. Oleh karena itu dia memikirkan hal apa yang akan terjadi.
"Sudahlah lebih baik aku pulang. Aku merindukannya," dia baru menyadari apa yang baru saja dia ucapkan "ah maksudku aku lapar ingin segera makan."
***
"Kenapa kamu tidak memberitahu dia yang sebenarnya? aku yakin kamu pasti sudah mencari tau segalanya." ucap pria manis yang tengah bersandar manja ke gadis tersebut.
"Aku memang sengaja tidak memberitahu dia."
"Kenapa?"
"Karena sepupuku itu bodoh kamu tau kan."
"Kurasa dia tidak sebodoh itu."
"Hahh," Gadis itu menghela nafas sejenak dan melanjutkan ucapannya "memang dia tidak sebodoh itu... Tapi dia terlalu impulsif dalam mengambil suatu keputusan. Ya walau dia sebenarnya orang yang berhati-hati tapi dia mudah tersulut emosi dan itu akan membuatnya dengan mudah masuk ke perangkap." "But don't worry, he's not that stupid jadi tenang saja"
***
"Kau sudah kembali? Makanlah selagi hangat." Askal menangguk, berjalan menuju meja makan.
"Oh Tuhan, sepertinya Vali benar aku memang jatuh cinta pada pria tampan ini" Askal terpaku memandang Ega yang tengah menyiapkan makanan ke piringnya.
"Kal- Askal" Askal tersadar dari lamunannya
"Eh m hah oh ya?"
"Sedang memikirkan apa?"
"Kau" Askal reflek menutup mulut sedangkan Ega seketika terdiam.
"Mmmaksudku aku sedang memikirkan seseorang."
"Kekasihmu?"
"Bukan, hanya orang yang mengganggu pikiranku."
"Siapa?"
"Aku ingin bertanya padamu dan tolong jawablah dengan jujur."
"Tentu."
"Rosa! Who is she? I mean what's your relationship with her?" Ega nampak terkejut. Apakah mereka saling kenal satu sama lain?
"Ada apa? Kau mengenal dia?" Askal menggelengkan kepalanya
"Aku tidak mengenalnya tapi beberapa kali aku melihat dia dan dia seperti memiliki dendam padaku. Entahlah kurasa karena aku dekat denganmu?"
"Rosa dia adalah temanku. Walau dia temanku tapi aku tidak terlalu banyak mengetahui tentang dirinya. Mungkin kau bisa bertanya pada teman-temanku."
"Sialll apakah dia pikir aku mengenal teman-temannya?" "Ohh.... Ah iya aku besok harus kembali ke rumah utama mungkin aku akan pulang terlambat."
"Kau tidak menginap disana?" Tanya Ega.
"Tidak, lagipula disana tidak ada yang menarik."
***
Saat ini Askal tengah menuju ke rumahnya. Disetiap perjalanannya Askal merasa ada yang tidak beres namun ia tidak menghiraukan itu. Sebelum sampai di rumah Askal berhenti disalah satu supermarket untuk membeli beberapa makanan untuk ia bawa ke rumah. Disaat Askal ingin memasuki pintu supermarket dirinya dihadang oleh beberapa preman. Namun preman itu tidak langsung menyerangnya melainkan menyuruh Askal u tui mengikutinya. Askal paham dengan situasi ini jadi dia hanya mengikuti alurnya saja. Askal yang tadinya cukup lama terdiam akhirnya membuka suara.
"Sudahlah kalian. Langsung pada intinya saja. Kalian adalah orang suruhan Rosa bukan!" Para preman itu terdiam dengan senyum miringnya.
"Kau cukup hebat untuk menebak ini." Salah seorang preman itu langsung memberi kode kepada anak buahnya untuk menyerang Askal. Tenang saja kalian bahwa apakah kalian ingat jika Askal pandai dalam bela diri? Jadi menurutnya 4 banding 1 masih bisa dia atasi. Dan benar saja mereka semua kalah telak dari Askal tapi Askal tidak menyadari bahwa dari belakang ada seseorang lagi yang membawa botol kosong dan dia memukul kepala Askal menggunakan botol tersebut sehingga membuat Askal terjatuh dan melemah. Sebelum dirinya benar-benar kehilangan kesadarannya Askal terlebih dulu mengirim lokasi ke seseorang karena dirinya tau bahwa dirinya dalam bahaya.
🪷🪷🪷
AHAHAHAHAHAHAHAHA akhirnya saya kembali^^
haiii kalian para manusia cantik dan ganteng🫶
follow juga acc tiktok saya ya @resterenvie atau ig @rfrdzcy_
I LOVE U ALL yang setia pada saya🥹🫶
KAMU SEDANG MEMBACA
What Is This
General Fiction"aku tidak menyangka akan menjalani hariku seperti ini bersama dengannya untuk selamanya mungkin?"
