dua delapan

75 6 0
                                        

"Aku mendengar akhirnya Rosa direhabilitasi?" Tanya Askal pada Ega yang berada disampingnya.

"Iya."

"Kau tau dia menderita apa?"

"SPD" Askal bingung apa itu SPD? Sarjana pendidikan kah?

"Sadistic Personality Disorder,"

"Oh, ternyata dia benar benar gila."

*****

Setelah kejadian penculikan yang sedikit konyol itu malah membuat Ega semakin protektif terhadap Askal. Entah setan apa yang merasukinya tapi itu justru membuat Askal merasa aneh? Ya bayangkan saja Askal yang hanya ingin keluar membeli kopi saja harus dengan Ega padahal hanya di depan apartemen mereka saja. Jangankan itu, yang lebih konyolnya lagi adalah jika Askal ingin mandi saja Ega dengan percaya diri nya ikut masuk. Hey, Askal hanya ingin mandi, tidak bunuh diri. Lagipula orang gila mana yang berfikiran akan diculik ketika mandi padahal pintu masuk ada di depan dan kamar mandi ada di samping tangga jelas tidak mungkin ada orang yang nekat melalui ventilasi kamar mandi kan?

Sudahlah kita lupakan itu. cukup sekitar 20 menitan Askal mandi, dirinya keluar dengan memakai bathrobe dengan handuk kecil yang berada dilehernya itu, yeah Askal sekalian keramas. Mari kita lihat dimana keberadaan pangeran satu itu setelah Askal melihat di sekeliling kamar tidak menemukan batang hidung pria tersebut.

"Apa yang kau lakukan disana?" Askal melihat Ega tengah memantau jalan sekitar melalui jendela apartemen mereka.

"Tidak ada, hanya ingin melihat orang berlalu lalang."

"Ega... Aku ingin membicarakan sesuatu padamu!" Ega menoleh ke arah Askal kemudian berjalan menuju sofa dan diikuti oleh Askal. Namun askal tidak duduk disamping Ega malinkan dibawah dan dirinya menyodorkan handuk yang ada di bahunya kepada Ega. Tanpa berpikir panjang Ega paham apa maksud Askal tersebut.

"Kau pernah berpacaran?" apa ini? pertanyaan macam apa ini! kenapa Askal tiba-tiba bertanya seperti ini. Jatuh cinta? Ega mana pernah berpacaran dan apa itu jatuh cinta?

Ega menggelengkan kepalanya dengan sedikit tidak yakin. dan menjawab lirih,

"Tidak,"

"HAH?? KAU BERCANDA BUKAN? tidak mungkin kau tidak pernah jatuh cinta. Yeah, kau tau kau tampan, berprestasi, tinggi, keren dan bagaimana mungkin tidak ada yang menaksirmu dan kau tidak tertarik dengan mereka?" Askal dengan cepat mendongak melihat ke arah Ega. Ega sedikit terkejut karena kini mereka saling bertatapan. Jujur Askal terpesona melihat ketampanan dari housemate nya ini

"Yah, kurasa aku percaya dengan ucapannya ini Karena melihat dirinya seperti ini memang tidak meyakinkan bahwa dia berani mengungkap perasaannya itu." Askal menganggukkan kepalanya pertanda paham.

"Ada apa?" Pemikiran Askal langsung pecah.

"Ah, tidak... Hanya saja aku sempat berfikir, apakah kau pernah jatuh cinta?" Kegiatan Ega terhenti sejenak.

"Kurasa pernah,"

"Waw, sejak kapan? dan siapa orang itu?" Entahlah mengapa Askal menanyakan hal itu. Di hatinya ada rasa yang menggangu. Dia ingin tau siapa irang yang pernah di hati Ega. Apakah perempuan atau laki-laki? Tunggu, kenapa rasanya dirinya seperti cemburu ya?

"Dia keras kepala, lucu terkadang dan agak sedikit galak." Askal yang melihat Ega tersenyum ketika membicarakan orang itu membuat entah ke apa hatinya sakit.

"Aku akan tidur duluan, kau bereskan ini." Askal tiba-tiba bangkit dari duduknya dan berjalan menuju kamar tidur. Entah mengapa Ega merasa ada yang berbeda dengan Askal saat ini.

***

"So, Askal has been keeping you quiet until now? dan apa urusannya untukmu?"

"Entahlah, tapi rasanya atmosfer dirumah jadi berbeda."

"Kau tidak pernah menyadari hal ini?"

"Apa?"

"Aku yakin kau seharusnya paham!" Ega menyerngit bingung.

"Tentang?"

"Hatimu."

"Vali, come on, don't joke around."

"Ega, aku pernah mengatakan hal ini padamu juga tapi sampai sekarang kau tetap tidak memahami hal ini?" Ega hanya bisa terdiam dan tenggelam dalam pemikirannya karena ucapan Vali.

"Apa kau berani bertaruh padaku?" Ega menoleh memandang Vali yang tengah menyeruput tehnya itu.

"Jika kau berani mencium Askal dan jantungmu berdegup kencang itu tandanya kau mencintai dia. Bukan hanya itu, dengan adanya kejadian penculikan yang unik itu sudah dipastikan kau memang mencintai Askal. Tapi ku yakin kau memang tidak menyadari hal itu. Bahkan mungkin setwlah kejadian itu kau lebih protektif terhadap Askal. Benar bukan?"

"Bagaimana kau tau? Apakah Askal bercerita?"

"Kau yakin sepupu bodohku itu akan bercerita padaku jika tidak ada hal penting?" Apakah Vali ini peramal? dukun? cenayang? kenapa dia bisa tau semua ini.

"Jika kau bertanya bagaimana aku bisa tau... aku hanya menebak saja dan kurasa benar bukan?"

"Jadi maksudmu aku harus memastikan hal itu dengan itu?"

"Terserah padamu bodoh!"

"Ah sudahlah, aku pergi dulu. Aku ingin menjemput kekasihku, tolong bayarkan makananku ya Ega Bhayy nanti kirimkan billnya padaku." Vali bergegas keluar meninggalkan Ega sendirian dengan pemikirannya.

****

thanks for all support guys, ya gue tau gue bisa dikatakan jarang banget update sampe mungkin kalian ngira gue ga akan pernah lanjut ni cerita. tapi tenang guys gue ttp bakal ngelanjutin sampe selesai semua. maklum life after break up emang sesakit ini ya gais pdhl putusnya udah hampir 2 th yak ahahahaha tapi ya efeknya jadi males mo mikir AHAHAHAHAHA. tapi guys sedikit mo curhat gue kangen mantan pliss, renn kangen banget gue ama lu (〒⁠﹏⁠〒⁠)

fyi:
"Sadistic personality disorder (Gangguan Kepribadian Sadis) adalah kondisi psikologis yang ditandai oleh pola perilaku kejam, agresif, dan merendahkan orang lain. Penderitanya mendapatkan kepuasan, kesenangan, atau rasa dominan saat melihat atau menyebabkan orang lain mengalami penderitaan fisik maupun emosional."

What Is ThisCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang