dua sembilan

80 8 0
                                        

"Kau pulang?!" Askal melihat Ega memasuki rumah.

Mendengar suara Askal, Ega menjadi menghentikan langkahnya berdiam sejenak memandangi Askal. Askal masih setia dengan tontonan serta camilannya, jadi dirinya tidak menghiraukan Ega. Ega masih memandangi Askal dari belakang tapi entah ada dorongan darimana Ega berjalan sedikit cepat menuju Askal yang tengah bersantai itu.

Askal yang bingung dengan Ega saat ini hanya tetap diam melihat tingkah Ega tanpa menanyakan ada apa dengannya. Saat Askal kembali memandangi layar televisi tiba-tiba saja wajah Askal dipalingkan oleh Ega dan betapa terkejutnya Askal saat ini. Pasalnya kini bibir Ega menempel di bibirnya. Askal mematung dan saat bibir Ega mulai melumat bibir Askal, dirinya masih saja terdiam.

Ega sedikit melumat bibir Askal, namun karena tidak mendapatkan balasan dari Askal, Ega membuka matanya dan melihat Askal tengah memejamkan matanya. Dirasa tidak ada perlawanan Ega kembali melakukan aksinya. Lumatan yang tadinya perlahan kini menjadi lebih bernafsu karena tiba-tiba saja Askal membalas ciumannya dan itu membuat Ega terkejut dan tersenyum tipis.

"Nggh," Suara desahan yang lolos dari bibir Askal itu menyentak kesadaran Askal kembali. Dengan cepat Askal mendorong Ega sehingga membuat ciuman mereka terputus. Askal hampir saja kehabisan pasokan udara atas ciumannya dengan Ega itu.

Mereka mematung sejenak, seolah baru saja tersadar dari sihir singkat yang menyelimuti mereka beberapa detik lalu. Askal menyentuh bibirnya. Bibir lembut nan manis dan nikmat yang baru saja ia rasakan itu... Jadi inilah yang namanya ciuman?

Askal merasakan detak jantungnya berdegup kencang. Entah mengapa rasanya ia ingin kembali merasakan hal baru saja dia alami. Askal menatap Ega dan tatapan mereka saling bertemu. Jarak diantara mereka kian menipis. Dan entah dari keberanian mana Askal yang pertama kali mencium Ega. Askal menangkup wajah Ega dengan mata tertutup, lalu mendaratkan ciuman di bibirnya. Tentu saja Ega sedikit terkejut, darimana dia mendapatkan keberanian seperti ini?.

Merasa tidak ada balasan dari Ega, Askal menyudahi aksinya. Ia menatap wajah Ega yang tetap diam, lalu berkata lirih,

"Kau tidak menyukainya?" Askal menatap ega dengan binar mata yang polos.

"Siall!!!" Tidak tahan dengan godaan itu, dengan cepat Ega kembali mencium Askal. Kali ini ciuman mereka bukan hanya sekedar lumatan saja melainkan ciuman yang terasa begitu dalam dan intens. Mereka saling bertukar saliva.

Perlahan jemari Ega mulai bergerilya menelusuri lekuk tubuh Askal hingga akhirnya berhenti tepat di dada Askal. Jemarinya bergerak perlahan mengusap lembut area sensitif itu. Tubuh Askal bergetar pelan saat merasakan sentuhan jemari itu. Kini usapan lembut itu berganti dengan jemari Ega yang bergerak perlahan memilin puting Askal dengan sedikit tarikan lembut, sehingga membuat Askal meloloskan suara lenguhannya.

Askal yang tersadar langsung menutup mulutnya,
"Siall!! Kenapa aku tidak bisa mengondisikan suaraku!" Ega terkekeh dengan tingkah malu askal ini. Dengan suara yang lembut Ega berkata,

"Jadi kau punya rasa malu?" Sungguh saat ini sudah dipastikan bahwa wajah Askal seperti kepiting rebus.

"DIAM KAU!!" Setelah mengucapkan kalimat tersebut Askal berlari cepat menuju kamarnya. Ega terkekeh melihat tingkah malu Askal saat ini.

***

Didalam kamar, Askal tengah berguling-guling tidak jelas karena mengingat apa yang baru saja terjadi. Bagaimana dirinya akan bersikap didepan Ega setelah ini. Dan kenapa ciuman Ega terasa nikmat sekali sehingga membuat dirinya lupa diri.

"Dia tidak pernah berpacaran bukan? Tapi kenapa... Ciuman dia bisa sehebat itu? Ck, apakah... Apakah Ega pernah menyewa wanita penghibur untuk melakukan hal ini??" "Siall!! Dasar penipu!!"

"Tapi tunggu dulu!! Ini tidak benar... Kenapa Ega tiba-tiba menciumku? Apa alasannya??" Cukup lama Askal bergelut dengan pikirannya.

"TIDAK MUNGKIN KAN?? Tidak mungkin dia menyukaiku?? Maksudku..."

"Hei sebentar sebentar!! Kalau dia menyukaiku... Bukankah apa yang dikatakan Vali benar?"

"Tapi apa alasan dia menyukaiku? Iya aku tau aku memang tampan, pintar dan kaya... Tapi dirinya juga tidak sekurang itu. Dia tinggi, tampan, mandiri, pintar, perhatian dan--"

"Dan apa?" Ega tiba-tiba saja masuk dan Askal yang tengah berbicara sendiri tadi terlonjak kaget dan seketika mematung karena tiba-tiba saja pikirannya berubah menjadi ingatan tentang ciuman mereka tadi.

"K-Kau, Kenapa kau tiba-tiba masuk?"

"Ini kamarku juga, dan kenapa kau menjadi gugup seperti ini? Bukankah kau sangat berani barusan?"

"Sial!! Kenapa pria ini menjadi sangat tidak tau malu?" Askal hanya bisa terdiam tidak menjawab kalimat yang Ega lontarkan.


🫧🪷🫧🪷🫧🪷🫧🪷🫧🪷🫧🪷🫧🪷🫧🪷🫧

HELPPPP HELPPPP

plisssss gabisa nulis 🐜 (⁠'⁠;⁠︵⁠;⁠'⁠)

maaf ya kalau banyak kurangnyaaa ༼⁠;⁠'⁠༎ຶ⁠ ⁠۝ ⁠༎ຶ⁠༽
udah berusaha sedemikian rupa plissssss🥺

kalian luvluvvv kalau minat story gl cek profile yaw(⁠〃゚⁠3゚⁠〃⁠)

thanks all lopyu😍

voment ya cintaa!!!(⁠눈⁠‸⁠눈⁠)

What Is ThisCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang