tiga puluh

104 5 0
                                        

"Kenapa kau melakukan hal itu?" Baru saja hendak memejamkan matanya, Ega mengurungkan niat dan terduduk melihat ke arah Askal.

"Dan apa yang kau lakukan juga?" Askal menukikkan alisnya,

"A-aku hanya... Aku--"

"Aku menyukaimu." Ucapan yang baru saja keluar dari mulut ega ini membuat Askal terkejut. Jantung Askal kini berdegup sangat kencang.

"Apa yang baru saja ku dengar?!"

"Kau-- Menyukaiku?" Askal memastikan ucapan daei Ega ini. Pasalnya sejak kapan dia menyukai dirinya ini.

"Iya." Askal masih mencerna hal ini. Serius, lihatlah wajah bodohnya saat ini. Dan itu membuat Ega terkekeh.

"Kau tidak perlu seterkejut itu bukan? Vali pasti sudah pernah mengatakan hal yang sama?!"

"Bagaimana kau tau?"

"Karena kau bodoh!"

"Bisakah kau tidak menghinaku?? Dimana ketak kau menyukaiku ini? Kau bahkan membullyku," Askal melirik Ega dengan malas

"Oke, oke... Aku minta maaf."

"Jadi??"

"Aku tidak tau. Hanya saja bersama denganmu di waktu yang cukup lama ini membuatku nyaman dan menyenangkan. Dan entah sejak kapan aku menyukaimu. Aku menyukaimu ketika kau sedang tersenyum, menggerutu bahkan ketika marah, karena bagiku itu sangat lucu."

Lihatlah sekarang wajah askal memerah kembali seperti tomat. Dirinya tersipu malu. Ega yang melihat itu mencoba mendekati Askal yang tengah berdiri menghadap ke jendela. Askal terkejut saat ada tangan yang melingkar di pinggangnya.

"Hei.. Hei... Apa yang kau lakukan. Lepas!!" Askal mencoba melepaskan lingkaran tangan Ega tersebut. Namun kekuatan Askal tidak lebih besar dari eratan tangan Ega.

"Kau tidak menyukaiku?"

"Tidak!!" Askal menyerah dengan berontakannya itu.

"Jika kau tidak menyukaiku, kenapa telingamu memerah? dan wajahmu seperti babi." Ega berteriak. Kakinya sengaja Askal injak dan akhirnya tangan Ega lepas.

"Kau mengataiku babi?"

"Tidak tidak!! Aku tidak mengataimu!"

"Kau bohong!" Askal merajuk karena Ega mengatai dirinya seperti babi. Maksudnya karena Askal suka makan atau suka sering tidur? Atau karena wajahnya memerah atas sikap Ega baru saja ini?

"Baik baik... Aku minta maaf!!" Askal mendudukan dirinya di kasur dengan menyilangkan kedua belah tangannya di depan dada. Ega tersenyum tipis dan mendekati Askal. Ega duduk disamping Askal dengan memegang kedua tangan Askal.

"Siall siall!!! Ayolah.. Apa yang akan kau lakukan padaku sialan? Sungguh aku malu!!" Batin Askal.

"Jadi Askal, maukah kau menjadi kekasihku?"

"Bagaimana ini??? Aku harus menjawab apa?? Tapi memang pesonanya membuatku bergairah! hushushus pergilah pikiran sialan ini!!" Askal menggelengkan kepalanya. Ega melihat itu melepaskan pegangannya dan wajahnya menjadi sedih? Dan Askal yang melihat itu bingung kenapa Ega melepaskan pegangannya?

"Hei!! Kenapa kau menjadi sedih? Aku bahkan belum menjawabnya!!" Ega tersentak,

"Kau belum menjawabnya?? Tapi kau baru saja menggelengkan kepalamu?"

"Itu karena aku sedang ber--aku sedang memikirkan jawabannya." Hampir saja Askal keceplosan mengatakan hal tersebut

"Jadi apa jawabanmu untukku?" Askal menganggukkan kepalanya. Saking bahagianya Ega langsung menerjang Askal. Memeluk dengan erat serta menciumnya berulang kali.

"Hei.. Sudah.. Sudah!!! Kenapa kau menjadi seperti ini? Padahal dulu kau tidak seperti ini!" Eha melepaskan pelukannya.

"So, now you're my boyfriend, right?"

"Iya iya.. Kekasihku!" Dengan nada manja Askal mengatakan itu.


***

"Jadi kalian berdua sudah resmi?" Kedua orang itu mengangguk bersamaan.

"Tadi malam?" Mereka mengangguk kembali,

"Pantas saja kini Ega menjadi seperti anak anjing" Karena lihatlah, Ega sangat menempel dengan Askal dan bermanja?

"Entah kenapa aku melihat Ega saat ini menjadi geli" Batin Vali

Vali menghela nafas "Bisakah kau menghentikan aktivitasmu itu? Sungguh itu sangat menggelikan, kau tau?"

"Kenapa kau yang berisik? Sedangkan pacarku menikmatinya!" Vali menukikkan alisnya dengan ekspresi jijik. Sungguh ini sungguh menggelikan.

"Hah?? kau lihat wajah Askal saat ini... Apakah ada rasa nikmat dan menyukai tingkahmu sekarang?? Oh ayolah Ega... Bersikaplah seperti orang normal!!" Askal tertawa canggung,

"Sudahlah.... Duduk yang benar!" Walau sudah duduk dengan tenang tapi tetao saja Ega bucin Pradistha. Yah setidaknya Ega sudah tidak bertingkah seperti orang yang kurang waras saat ini dan itu membuat Vali lega.

"Kurasa aku akan menelpon bibi setelah ini dan mengatakan bahwa kini dia memiliki menantu,"




🪷🫧🪷🫧🪷🫧🪷🫧

AHAHAHAHAHAHAHAHA

selesai juga story ini setelah 5th baru selesai sekarang ʘ⁠‿⁠ʘ

maaf ya kalau di akhir cerita ada yang kurang mungkin..

KARENA JUJURRRR aku juga stress sih (⁠◔⁠‿⁠◔⁠)

tapi..tapiii terimakasih atas dukungan kalian

luvluv deh buat kalian🫰🏻

see u in the next story🫶🏻

What Is ThisCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang