dua tujuh

140 10 0
                                        

Disisi lain lebih tepatnya di belakang tembok ada Vali yang tengah menguping semuanya. Jujur Vali saat ini tengah syok bagaimana tidak karena dia tidak percaya apa yang baru saja ia dengar tentang Rosa yang gila, Ega yang kaya, dan sepupunya yang tidak ada otak ini. Dia ingin menolong Askal tapi dilihat dari tampilannya dirinya malah have fun ya walau jidatnya luka tapi setidaknya sudah diobati dan lihatlah dia bahkan duduk di sofa empuk walau tangannya terikat.

"Sejujurnya mereka niat menculik atau tidak sih?" batin Vali

*****

"Kau mengatai Ega bodoh tapi kau pernah jatuh cinta padanya."

"Siapa bilang?"

"Aku!" Rosa menggaruk kepala belakangnya dengan raut wajah yang sedikit muak.

"Kurasa otakmu sama bodohnya dengan Ega!"

"Tapi kau terobsesi dengan Ega kan? buktinya kau mengikuti kita saat dipantai"

"Sudah berulang kali aku bilang... aku hanya tidak ingin Ega salah orang dan kulihat kau memang mencurigakan."

"Pfftt, Semencurigakan itukah wajah sepupuku itu"

"Hei!! Justru kau yang mencurigakan!! Lagian siapa yang tidak curiga dengan perilakumu itu!!"

"Sssttt ternyata kau seperi tikus ya sungguh berisik sekali. Tapi aku perlu mengacungkan jempol pada Ega karena dia tahan terhadap dirimu."

"Apa maksudmu?"

"Tidak ada."

"Hei! Aku ingin bertanya lagi!" Rosa hanya berdehem

"Kapan kau akan melepaskanku?"

"Ohhh, aku lupa.... Lepaskan ikatannya " Ujar Rosa pada preman tersebut. Sedangkan Vali...

***

"Aku sudah membawa polisi." Ega yang baru sampai kini berada sama seperti Vali bedanya Ega dibelakang Vali.

"Kau membawa banyak polisi?" Ega menggelengkan kepalanya

"Bagus, Karena kurasa kita sejujurnya tidak memerlukan polisi." Ega menyerngit.

"Ck, Kau lihatlah sendiri. Askal tidak membutuhkan kita aslinya."

"Rosa?? Dia yang menculik Askal?" Vali mengangguk

"Tapi untuk apa?"

"Untuk balas dendam terhadapmu."

"Hah? Aku bahkan tidak memiliki dendam padanya!"

"Ssstt, diam lah. Kau akan tau segalanya jika diam!"

"Tapi bagaimana polisi di depan?"

"Kurasa masuk saja, tapi nanti dulu kita tunggu Askal menyelesaikan masalah ini." Ega sedikit bingung dengan kalimat Vali.

"Haish, diam lah sebentar lagi juga kau akan tau!"

***

"Ssshh, Akhirnya lega juga. Ohh, siapa namamu?"

"Kau tidak mengenalku?" Askal menggelengkan kepalanya.

"Tapi kau mengetahui kisahku?"

"Yeah itu aku diceritakan oleh seseorang dan sepertinya aku pernah diberi tahu namamu siapa tapi aku tidak mengingatnya." Bohong, jelas bohong sekali jika Askal tidak mengenal gadis didepannya ini.

"Apa kalian tidak takut jika kalian akan ketahuan dan akhirnya dibawa polisi?" Tanya Askal pada beberapa preman disana.

"Kami tidak takut!! Lagipula siapa yang akan memanggil polisi?"

"Aku!" Tiba-tiba ada seorang gadis yang muncul bersama seorang pria dibelakangnya. Preman tersebut terkejut dan melarikan diri. Tapi percuma mereka melarikan diri karena mereka sudah terkepung dan berakhirlah mereka ditangkap polisi, Sedangkan disini ada Ega, Askal, Vali dan Rosa. Rosa sedikit terkejut bahwa ada Ega disini sedangkan Askal lebih terkejut lagi jika sepupunya membawa tongkat besi yang entah darimana ia dapat.

"Bagaimana kalian bisa menemukannya?!" Ujar Rosa dengan tenang.

"Hei!! Kau gadis sialan!! Berani-beraninya kau menculik sepupu bodohku ini!!" Dengan perasaan yang seperti api membara ini Vali berjalan cepat menuju Rosa dan untuk Askal dirinya sudah berada disamping Ega. Rosa masih tenang sembari duduk di kursinyasambil menyilangkan kedua tangannya di dada.

Dengan sedikit menunduk Vali menatap tajam Rosa sembari berkata,

"Apa maksudmu menculik Askal?!" Rosa dengan santai berkata,

"Kenapa kau membentakku? kau lihatkan sepupumu aman saja." Sambil mengalihkan lengan Vali yang berada di antara dirinya itu. Vali yang sedari tadi menahan emosi kini sudah hampir memuncak jika Askal tidak datang menghampirinya dan berbisik,

"Tenanglah, gadis ini memang gila lebih baik bawa dia ke pusat rehabilitasi saja" Vali mengangguk

"Aku sudah meminta mereka untuk datang kesini dan menjemput dia" Ucap Ega yang entah dari kapan dibelakanh mereka berdua.

"Sth-Kau mengagetkanku bodoh." Ucap Askal

"Siapa yang kau contact?"

"Orang tuanya, Sebentar lagi mereka sampai." Tak berselang lama orang tua Rosa datang menjemputnya. Mereka membawa Rosa ke pusat rehabilitasi dan mereka meminta maaf atas apa yang terjadi. Setelah semuanya selesai kini Askal, Vali dan Ega pulang menuju rumah utama Askal. Sesampainya di rumah, orang tua Askal sudah heboh sendiri melihat anak semata wayangnya sedikit babak belur. Padahal hanya luka dipelipis saja tapi hebohnya bagaikan nyawa Askal tinggal 1.


HEIYOO EVERYBADIEH!!!

kembali lagi bersama akuhh eii si tukang update 2th sekali ini🥺🙏🏻 aku gak tau ya gmna ceritaku ini buat kalian? bagus apa tidak? soalnya ini first time aku buat cerita ya walau aslinya di draft banyak dan ga kelar kelar xixixi🫢

kalian kalau mau mutual ig bowleh taw follow aja @rfrdzcy_ nnti DM aja buat follback nya😘

What Is ThisCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang