dengan langkah pelan aryan memasuki gudang kosong tempat ia menyekap wanita itu. aryan melihat cila yang menunduk
langkah nya makin ia percepat tak sabar ingin bermain, apalagi iya habis di buat emosi karena si damianjing itu
bisa-bisanya ia menggila hanya karna mendengar wanita jalang nya itu kecelakaan
melihat kaki aryan cila mengangkat kepalanya, tatapan benci di layangkan oleh wanita itu
"berani banget lu natep gue kaya gitu!" aryan mencengkram erat kedua pipi cila
"mau apa lo anjing?!" cila berteriak tepat di depan wajah aryan
aryan kembali bersmirk, "mau tau aja atau mau tau banget?" ucapnya bermain-main
ia sengaja seperti itu karena ia tau cila mudah sekali terpancing emosi
"bajingan!!!biadap!! jangan sekali-kali lo berani main-main sama gue, aryan cepat lepasin gue!!" ngga laki nya ngga bini nya sama' gila
cila meraung-raung seperti kesetanan minta di lepaskan
aryan kembali mendekati cila bukan untuk mengancam tapi untuk memulai semua permainan seru ini
"gue sebenernya prihatin ama ni anak tapi gimana yah, emak bapaknya aja kaga sayang, tiap hari di genjot" aryan berucap sembari menekan keras perut cila
sontak cila berteriak keras karena merasa nyeri pada perut nya
"anj!!! sakit bangett!!" suara cila menggelegar
"aryan, lepass!"
"dih lu kira gua takut di pelototin kaya gitu?"
aryan berdiri, ia masih memikirkan gimana caranya menyelamatkan anak yang ada di kandungan cila
karna mau gimana pun anak itu tidak salah sama sekali, malahan kasian karna harus bertahan di perut padahal terombang-ambing tiap hari
aryan celingak-celinguk mencari barang-barang yang mungkin dapat membantu aksinya
"ish arthur gimana sih, masa cuma nyiapin tempat alat-alat nya ga sekalian di siapin"
aryan ngedumel karna tak ada satu benda pun yang dapat ia gunakan saat ini
baru saja ia melangkah keluar aryan mendapat telpon dari arthur
"nah kebetulan banget, tolong kesini dong bawa pisau, kapak gergaji, lemon, garem, sama apa aja terserah" belum sempat di bales oleh orang di sebrang aryan sudah mematikan telpon nya secara sepihak
kemudian ia duduk tepat di depan cila " cepet say goodbye ama anak lo"
cila menatap benci ke arah aryan " najis!"
"gausah melotot jangan sampe gue colok tu mata!" balas aryan tak kalah menyebalkan
suara dering hp membuat aryan mengecek ponselnya lagi
"lo harus cepat waktu tu cewek ga lama lagi "
kira' begitulah isi pesan yang aryan dapatkan
ia bangkit dan mencari benda yang sekiranya tajam untuk segera beraksi
" nahh, ini yang gue butuhin" ucapnya girang setelah menemukan seng bekas yang lumayan berkarat
ia berusaha memotek seng tersebut agar menjadi lancip
setelah berhasil ia berjalan kegirangan karna setelah tertunda beberapa kali akhirnya ia bisa mulai membalas segalanya
"lo mau tau ga?" ucap nya setelah tiba di hadapan cila
KAMU SEDANG MEMBACA
DANDELIONS[BxB] End
Teen FictionTETAP VOTE WALAUPUN UDAH END!!! Menciptakan keindahan dengan cara melepaskan...... sepenggal kisah tentang perjuangan Aryan Putra Dirgantara yang selalu mendapatkan perlakuan buruk dari suaminya Aryan terjebak dalam cinta yang bertepuk sebelah tanga...
![DANDELIONS[BxB] End](https://img.wattpad.com/cover/364628363-64-k472901.jpg)