26. CURHATAN BULE JERMAN

86 6 0
                                        

Suasana kantin sekolah siang itu cukup ramai. Suara peralatan makan yang beradu berpadu dengan riuh percakapan dan tawa genit para gadis-gadis yang duduk mengelilingi satu meja di lapak kantin Bu Siti.

Sudah bisa ditebak apa penyebabnya. Di sana, seorang pemuda duduk santai sambil menikmati makan siangnya, ditemani dengan para gadis yang mengelilinginya. Seragamnya tampak berantakan, dasinya longgar, sementara tangannya sesekali merangkul gadis-gadis yang datang menghampirinya tanpa diminta.

Siapa lagi kalau bukan Michael Kaiser. Pemuda tampan asal Jerman itu mampu menaklukkan hati para gadis hanya dengan satu kedipan mematikan. Siapa pun yang terkena pesonanya seakan kehilangan kendali dan jatuh begitu saja pada ketampanannya.

Du bist wunderschön, weißt du das?” ujar Kaiser kepada salah seorang gadis yang menyuapkan makanan ke mulutnya.

“A-artinya apa, tuan Michael...?”

“Aku bilang, ‘Kamu cantik sekali, tahu nggak?’” balasnya santai. Tangannya terangkat, lalu dengan lembut mengangkat dagu gadis itu, menatapnya lekat tanpa berkedip.

“KYAAAAA, KAK MICHAEL MEMANG KEREN!!!”

Teriakan histeris gadis-gadis itu memenuhi kantin. Sementara gadis yang digoda Kaiser sebelumnya langsung tumbang, wajahnya memerah padam, hingga tanpa sadar darah segar mengalir deras dari hidungnya karena terkena serangan maut dari Kaiser.

“Para ladies-ku, teriakan kalian membuatku jadi pusat perhatian. Pria tampan ini memohon dengan lemah lembut, agar kalian bisa mengecilkan sedikit suara kalian... biar perhatianku hanya tertuju pada kalian saja.”

“MICHAEL, KAMI MENCINTAIMU!!!”

Yang lain tertawa sambil histeris. Salah satu gadis bahkan memegangi lengan bajunya, “Kak Michael, Kakak beneran kayak seorang pangeran dari Jerman, deh...”

Kaiser hanya tersenyum tipis, lalu bersandar malas, menikmati perhatian yang tertuju padanya.

Menyebalkan. Cewek-cewek ini terlalu gampangan. Lebay banget, baru digodain dikit aja udah baper. Nggak asyik, sama sekali nggak menantang, gerutunya dalam hati.

Kaiser terus membatin, mengabaikan perhatian dari gadis-gadis di sekitarnya. Hingga akhirnya, pandangannya menangkap pada satu sosok yang langsung menarik perhatiannya dalam sekali lihat.

Gadis itu seperti biasa berjalan sambil membawa nampan makanan bersama sahabatnya. Dialah Isagi Yoichi.

Namun, gadis itu sama sekali tidak
menyadari keberadaan Kaiser yang mencolok. Tatapannya lurus ke depan, tanpa sekali pun menoleh ke arahnya.

Hal itu justru membuat ego pemuda asal Jerman itu tersentil dan semakin tertantang untuk mendekatinya.

“Hai, Isagi!” seru Kaiser sambil berdiri.

Isagi hanya melirik sekilas dengan tatapan datar. Belum sempat membalas, ia sudah menangkap banyak pasang mata dari para penggemar Kaiser yang menatap tajam ke arahnya, seolah siap menerkam jika ia bergerak sedikit saja.

“...Sok akrab lo. Urus dulu tuh fans lo,” gumam Isagi, kemudian langsung berlalu pergi.

Kaiser terdiam, menatap punggungnya yang mulai menjauh, ‘Dinginnya ngalahin salju di Berlin, batinnya.

Sore hari setelah jam sekolah usai, Isagi baru saja keluar dari area loker setelah mengambil barang-barangnya sehabis kegiatan rutin ekstrakurikuler sepak bola putri.

Di depan gerbang sekolah, seseorang berdiri menghadangnya, seolah sudah menunggu kehadirannya sejak lama.

Dengan setangkai mawar di tangan, bak seorang tokoh utama dalam anime romance, Kaiser dengan percaya diri berjalan mendekatinya.

𝐈𝐒𝐀𝐆𝐈 𝐘𝐎𝐈𝐂𝐇𝐈 '𝐅𝐞𝐦. 𝐕𝐞𝐫𝐬𝐢𝐨𝐧' || 𝗕𝗹𝘂𝗲𝗟𝗼𝗰𝗸 Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang