“...Eh?”
Isagi terpaku. Pandangannya tak lepas dari sosok pria yang kini berjalan ke arah mereka. Dadanya mendadak terasa sesak oleh debaran yang muncul tanpa aba-aba setiap kali langkah pria itu semakin mendekat.
“Kalian udah nunggu lama, ya? Maaf, tadi di dalam lumayan desak-desakan,” ujar pria itu sambil melempar senyum manis.
Jantung Isagi kembali berdegup tak karuan. Rasanya masih sulit dipercaya karena setelah sekian lama, pria itu akhirnya benar-benar kembali.
Yukimiya Kenyu.
Terakhir kali Isagi melihatnya adalah tiga tahun yang lalu, tepat sebelum Yukimiya Kenyu pergi ke luar negeri untuk melanjutkan kuliahnya.
Dan sekarang, sosok yang sedang berdiri di hadapannya terasa begitu berbeda dari yang selama ini tersimpan dalam ingatannya.
Tubuhnya tampak lebih tinggi, pembawaannya jauh lebih dewasa, dan tatapan matanya terlihat lebih tenang, meskipun sejak dulu Yukimiya memang selalu dikenal sebagai sosok yang kalem.
Isagi bisa merasakan panas mulai menjalar ke seluruh wajahnya. Jantungnya masih terus berdetak kencang tanpa bisa ia kendalikan.
“Lo lama banget sih, goblok!” gerutu Karasu sebelum tiba-tiba ia menerjang dan memeluk tubuh Yukimiya Kenyu, lalu memukul punggungnya dengan cukup keras.
“Ouch- sakit, Tabito,” ujar Yukimiya sambil meringis pelan, namun ia masih bisa tertawa.
“Biarin. Itu masih nggak seberapa. Lo pantes dapet yang lebih parah dari ini gara-gara udah ngilang tanpa kabar selama tiga tahun terakhir.”
“Tapi kan udah gue jelasin kemarin. Di sana gue bener-bener fokus sama dunia perkuliahan. Gue juga nggak main sosmed sama sekali, terus sempet ganti nomor juga. Masalahnya gue lupa nyimpen nomor kalian, jadi gue nggak bisa ngehubungin siapa-siapa.”
“Alah, banyak alasan lo,” balas Karasu sinis.
Yukimiya hanya tertawa kecil, “Tapi kemarin gue udah bales chat dari lo, kan?”
“Iya sih, tapi itu juga karena lo baru ngehubungin kita beberapa hari lalu setelah bertahun-tahun.”
“Yaudah sih, jangan marah-marah gitu dong. Sekarang gue udah di sini, lo pasti seneng, kan?”
Meskipun nada bicaranya terdengar kesal, jelas terlihat kalau Karasu sebenarnya sangat senang melihat sahabatnya kembali.
Sementara itu, Isagi hanya terdiam sambil tersenyum kecil. Ia masih berusaha mencerna kenyataan bahwa Yukimiya kini benar-benar berdiri di hadapannya.
Setelah saling bersalaman ala para pria, Yukimiya kemudian mengalihkan pandangannya ke arah Isagi yang sedari tadi diam-diam terus memperhatikannya.
“Kamu sekarang tambah tinggi, ya, Dek.”
Isagi langsung salah tingkah. Wajahnya kembali memanas saat Yukimiya akhirnya mengajaknya bicara secara langsung.
“B-beneran, Mas? M-mungkin karena aku rajin olahraga kali ya... haha,” jawabnya canggung sambil tertawa kecil.
Yukimiya ikut tertawa pelan, “Kamu masih sama kayak dulu, ya, Dek... masih ngegemesin kayak dulu. Gimana kabarmu selama Mas nggak ada?”
“Kabarku baik... Mas Kenyu sendiri?”
“Mas baik-baik aja kok, Dek.”
Sementara itu, Karasu yang sejak tadi berdiri di samping mereka hanya menyimak sambil memperhatikan gerak-gerik Isagi dengan tatapan penuh curiga.
KAMU SEDANG MEMBACA
𝐈𝐒𝐀𝐆𝐈 𝐘𝐎𝐈𝐂𝐇𝐈 '𝐅𝐞𝐦. 𝐕𝐞𝐫𝐬𝐢𝐨𝐧' || 𝗕𝗹𝘂𝗲𝗟𝗼𝗰𝗸
RomanceIsagi Yoichi atau biasa dipanggil 'Mbak Ica' adalah seorang kapten dari klub Sepak Bola Putri di SMA BlueLock. Setelah ia memenangkan pertandingan antarsekolah mewakili Sepak Bola Putri, Isagi tiba-tiba langsung populer dan banyak dikejar oleh para...
