Malam itu kamar Isagi terasa jauh lebih sempit dari biasanya. Bukan karena ukuran kamarnya berubah atau ada barang baru yang memenuhi sudut ruangan, melainkan karena satu orang yang kini duduk di sana sambil menatapnya dengan tatapan menginterogasi.
Karasu duduk santai di kursi belajar milik Isagi, satu tangan bertumpu pada sandaran kursi sementara matanya terus mengawasi gadis bersurai blueberry itu.
Sebaliknya, Isagi duduk bersila di atas kasur sambil memeluk bantal erat, tampak gelisah di bawah sorot tajam Karadu. Sedari tadi, Karasu sama sekali tidak mengalihkan pandangannya, seolah sengaja menunggu Isagi menyerah dan mengakui semuanya sendiri.
“Jadi…” Karasu akhirnya membuka suara, “apa yang abang denger di mobil tadi itu beneran?”
Isagi pura-pura tidak tahu, “Yang mana sih?”
Karasu langsung menyipitkan mata, “Kamu jangan pura-pura bego, ya, sekarang. Yang soal kamu bilang kalau kamu suka sama Yukimiya Kenyu itu, lho.”
“Sstt! Jangan keras-keras, Bang!” Isagi langsung panik setengah mati, “nanti kalau kedengeran Ibu sama Ayah gimana!”
Karasu tak menggubris kepanikannya sedikit pun, “Oh... jadi itu beneran berarti?”
“......”
Isagi kembali terdiam.
Ia hanya menundukkan pandangan sambil memeluk bantalnya semakin erat, sama sekali tidak berani menatap Karasu setelah pertanyaan itu dilontarkan.
“Apa sih yang kamu pikirin, Dek? Gimana ceritanya kamu sampai bisa suka sama dia?”
Isagi masih memilih diam tanpa memberi jawaban apa pun. Gadis itu justru semakin menundukkan kepalanya, seolah berharap Karasu berhenti membahasnya.
Melihat reaksi sang adik, Karasu menghela napas panjang sambil menyandarkan tubuhnya ke kursi.
“Sejak kapan?”
Pertanyaan itu membuat Isagi terdiam cukup lama.
Keheningan menyelimuti ruangan itu selama beberapa detik, sebelum akhirnya gadis itu membuka suara dengan nada pelan, nyaris seperti gumaman.
“…Udah dari dulu.”
Karasu mengernyitkan dahi, “Dulu tuh kapan?”
Dan tanpa sadar, ingatan Isagi perlahan kembali mundur jauh ke belakang, ke masa saat dirinya masih duduk di bangku kelas dua SMP.
* * *
Sejak kecil, Karasu memang sering tinggal di rumah Isagi karena mereka adalah sepupu.
Orang tua Karasu terlalu sibuk dengan pekerjaan yang mengharuskan mereka pergi dinas ke luar kota selama berhari-hari, bahkan berminggu-minggu. Karena itulah, orang tua Isagi sudah menganggap Karasu seperti anak mereka sendiri.
Karasu makan bersama mereka, tidur di sana, bahkan memiliki kamar sendiri di rumah itu. Saking seringnya datang, rumah Isagi terasa jauh lebih akrab baginya, hingga terkadang rumahnya sendiri justru terasa sedikit asing.
Karena sudah tumbuh bersama sejak kecil, hubungan Karasu dan Isagi pun sangat dekat.
Meski begitu, Karasu hampir tidak pernah membawa teman ke rumah. Katanya ia takut teman-temannya akan membuat keributan. Selain itu, ia juga merasa tidak enak harus merepotkan keluarga Isagi.
KAMU SEDANG MEMBACA
𝐈𝐒𝐀𝐆𝐈 𝐘𝐎𝐈𝐂𝐇𝐈 '𝐅𝐞𝐦. 𝐕𝐞𝐫𝐬𝐢𝐨𝐧' || 𝗕𝗹𝘂𝗲𝗟𝗼𝗰𝗸
RomanceIsagi Yoichi atau biasa dipanggil 'Mbak Ica' adalah seorang kapten dari klub Sepak Bola Putri di SMA BlueLock. Setelah ia memenangkan pertandingan antarsekolah mewakili Sepak Bola Putri, Isagi tiba-tiba langsung populer dan banyak dikejar oleh para...
