After the Run It day-1

100 30 14
                                        

Lampu arena akhirnya padam.

Suara penggemar yang tadi memenuhi stadion kini hanya tersisa gema samar dari luar gedung. Kru berlarian membongkar panggung, bodyguard sibuk mengawal jalur pulang, sementara para member satu per satu menghilang ke lorong belakang.

Hyunjin berjalan paling belakang.

Handuk putih menggantung di lehernya, rambut hitamnya masih basah oleh keringat. Ia baru saja melepas in-ear ketika seseorang menarik ujung bajunya.

Felix.

Masih memakai tank top yang sama seperti tadi. Rambutnya acak-acakan. Wajahnya merah karena habis tampil hampir tiga jam tanpa henti.

"Ayo."

Hyunjin hanya mengangguk. Mereka berbelok ke ruangan yang sepi. Begitu pintu besi tertutup di belakang mereka—

Felix langsung memukul pelan dada Hyunjin. "Ini semua gara-gara kamu."

Hyunjin berkedip polos. "Aku?"

"Iya kamu!" Felix mengeluarkan ponselnya. Sudah ribuan notifikasi masuk.

Foto.

Video.

Screenshot.

Semuanya berasal dari momen beberapa detik saat konser berlangsung. konser Run-It Seoul hari pertama. Momen ketika Hyunjin menarik Felix mendekat saat lagu berlangsung. Dengan tatapan membaranya yang membuat Felix terbawa suasana.

Momen ketika dahi mereka saling menempel.

Momen ketika mereka tertawa tanpa peduli kamera.

Momen ketika tangan Hyunjin tetap melingkari pinggang Felix lebih lama dari yang seharusnya.

Dan...

foto yang sekarang memenuhi timeline.

Foto yang bahkan membuat Felix sendiri tidak berani melihat terlalu lama.

"..."

Hyunjin melihat layar. Lalu tertawa kecil. "Cuma ini?"

"Cuma?" Felix membelalakkan mata.

"Hyunjin, kita hampir ciuman di depan lima belas ribu orang."

"Hampir."

"Itu bukan poinnya!"

Hyunjin masih terlihat santai. "Menurutku lucu."

Felix mengusap wajahnya. "Kamu tahu kan kalau orang-orang sekarang bakal bikin teori lagi."

"Mereka sudah bikin teori sejak empat tahun lalu."

"Itu beda!"

Hyunjin mengangkat sebelah alis. "Beda di mana?"

Felix membuka Twitter.

Fan edit.

GIF.

Slow motion.

Zoom.

Bahkan ada yang membandingkan dengan semua interaksi mereka selama bertahun-tahun.

"Lihat!"

Hyunjin melihat sebentar. Lalu... tertawa lagi. "Aku suka editannya."

"HYUNJIN!"

"Apa?"

"Kamu serius?"

Hyunjin menyandarkan tubuh ke dinding. Tangannya masuk saku. Tatapannya tetap tenang. "Ai."

"Apa."

"Menurutmu..." Hyunjin tersenyum kecil. "...mereka benar-benar belum tahu?"

Felix diam.

ARENACerita yang bikin terobses. Temukan sekarang