Di bawah pohon yang rindang ini. Aku duduk sambil bersandar dengan menyanggakan buku gambarku di kaki sebelah kanan yang sengaja ku tekuk. Menikmati angin sembari mencari inspirasi yang bisa ku peroleh dan ku tuangkan dalam sebuah karya yang cukup membuat ku bahagia.
"Mau gambar apa lagi?" tukas nya yang baru saja tiba membawa sebuah bungkusan
"Kamu kan yang minta buat ngegambar selain kilat dan petir itu (?)"
Ia hanya memainkan bola matanya dan kemudian duduk di sebelahku. Terus menikmati suasana yang nyaman ini sambil memejamkan mataku. Tak terbayangkan ketika mata ini terpejam kenyamanan sungguh menenangkan hati ku. Menghela napas pelan. Namun seketika kenyaman ku ini terbuyarkan akibat ulah kinal yang selalu saja mengganggu konsentrasi ku.
"Kamu salah beli makanan tuh" tukas ku menatap nya bete
"Loh masa? Ini enak ve" balas nya membela snack yang ia genggam
"Kamu berisik kinal"
"Ya udah, aku pelan-pelan"
Dia yang ku sayang. Namun nyebelin. Sikap nya kadang buat ku geram. Tapi aku tak bisa memarahi nya, hati ku sungguh tak tega memarahi nya. Sebatas keras padanya namun sama saja aku malah tetap tak tega. Beda dari yang lain. Tak akan pernah ku lepaskan.
Kini aku melanjutkan segala aktifitas ku yang sempat terganggu oleh kinal si nyebelin itu. Aku kembali memejamkan mata sejenak. Namun kinal kembali mengulah.
"Kinaaaalllll!!!" teriak ku geram
"Apa?" tanya nya dengan ekspresi merasa tak bersalah
"Sini snack nya!"
"Ngk mau, ini snack susah loh nyari nya" sambil memeluk snack yang masih saja di belanya itu
Baiklah. Tenang ve, tenang. Aku tak tahu lagi harus berbuat apa. Marah pun tak bisa. Aku memilih mengalah dan sabar. Dengan kinal yang selalu membuat inspirasi ku buyar aku memilih menyusun kembali alat menggambarku. Memasukkan kedalam tas khusus yang ada.
"Loh, ngk jadi ngegambar?"
"Ngk, gara2 kamu sih, aku jadi ngak bisa berfikir" balas ku sambil memanyunkan bibirku
"Yaa maaf ve, hm kalau gitu kamu lanjutin lagi. Aku jauh deh biar gk ganggu"
"Ngk nal, gpp kok. Lagian aku bosan disini. Hmm gimana kita ke cafe aja"
"Ide bagus, yuk"
Akhirnya aku dan kinal memilih bersantai ria di cafe yang cukup terkenal di daerah ini. Cafe yang bisa di bilang sudah menjadi asupan nongkrong bareng kinal kalau sedang bosen di luar ruangan.
Aku memilih duduk di bagian luar cafe. Kenopi berwarna cokelat meneduhkan aku dan kinal yang duduk di bawah nya. Memesan coffe yang tak pernah di lupakan. Minuman favorit kami berdua.
"Apa ya bahasan kita hari ini?" tukas ku sambil mengaduk-aduk coffe ku
"Kamu mau bahas apa? Ntr aku dengerin deh"
"Ngk, kamu aja. Aku terus yang mulai"
"Bahas apa ya?? Hm... Haaa!! Ini aja!" tukas nya bersemangat.
Melihat nya yang begitu bersemangat membuat ku ikutan bersemangat. Penasaran apa yang ingin ia ceritakan padaku. Mungkinkah itu ada hubungan nya dengan perasaan ku saat ini? Entah lah. Aku menunggu nya hingga mulut nya itu berbicara.
Kinal terdiam sambil menatap cangkir coffe nya. Sudah 30 detik ia tak memulai cerita yang ingin ia bahas padaku. Aku mulai penasaran hingga membuat ku menatap nya tak biasa. "Kamu mau cerita apa nal? Malah diem" tukas ku sedikit bete
KAMU SEDANG MEMBACA
VEraunophile
Fanfiction[NEXT S2] GxG Kejadian 17 tahun lalu itu membuat ve benar-benar berubah menjadi wanita yang serba tertutup. sikap nya berubah menjadi pemalu dan pendiam. hal yang sulit bagi nya adalah sikap terbuka kepada setiap orang. Ve termasuk orang yang pemil...
