Aku dan kinal dengan cepat menetralkan nafsu gila itu dengan bersikap santai. Aku mengerat baju bagian pinggang nya itu sebagai tanda rasa ketakutan ku mulai timbul. Disaat itu juga ia langsung menyentuh tangan ku itu dan ia elus sebagai tanda pemberi ketenangan
"Oh kalian disini rupanya~" ucap mama
"E-e-e kita sedang sarapan ma, mama belum sarapan kan? Yuk sarapan bersama" ucap kinal terlihat gugup namun ia masih bisa mengatasi kegugupan nya itu
Kini di meja makan terasa hening tanpa ada sedikit pembicaraan. Mama sibuk mengunyah sarapan nya itu, sedangkan aku malah diserang perasaan takut. Sesekali aku melirik kinal yang terlihat kebingungan, keringat dingin membasahi kening nya itu. Aku tak tau apakah mama melihat nya atau tidak, tapi aku tetap saja takut jika mimpi itu benar ada nya
Tak berapa lama entah kenapa mama tiba-tiba saja menggeprak meja makan dan membuat aku dan kinal kaget tak karuan. Mata mama berubah menjadi garang seolah akan bersiap menerkam ku bersama kinal.
"Ve!"
"Humpp... i-i-iya ma~"
"Kinal!"
"I-i-i iya ma~"
"Kalian berdua jawab dengan jujur. Jangan ada kebohongan!"
Apa yang akan terjadi? Jangan katakan mama melihat hal bodoh itu. Ya Tuhan, bantu aku dalam menghadapi masalah terberat yang pernah aku alami. Sungguh aku tak bisa berbuat apa-apa lagi. Jangan pisahkan aku dengan kinal
Kini aku dan kinal hanya bisa tertunduk penuh ketakutan. Sesekali aku melirik kinal yang tentu melebihi ketakutan nya daripada aku.
"Apa kaliaaa....nnn......"
"Tolong, jangan katakan itu ma, jangan~" batin ku
"Apa kalian setuju kalau mama buat boutique baru di Surabaya?"
Aku tersentak dan langsung membelalakan mata sambil mendongkak kearah mama yang tengah berdiri itu. Apa ini? Apa benar yang mama katakan itu. Apa aku bermimpi? Ah tidak!
"Ma-mama tidak salah bicarakan?" Tanya ku bingung
"Salah bicara apa ve? Ini serius tauk. Jadi menurut kalian berdua gimana?"
"Aaa-ee kalau kinal setuju banget ma, jadi boutique mama bisa berkembang ngak hanya di Jakarta dan Bandung. Kalau bisa nanti boutique mama se-indonesia" jelas kinal
"Eee iya betul tuh ma, ve setuju dengan kinal"
Entah apa yang sedang terjadi pada kertas kehidupan ku saat ini. Semua berubah di luar dugaan, ternyata mimpi itu tidak akan pernah terjadi. Aku menjadi lega dan tenang saat ini
"Kalau kalian setuju mama akan urus tempat nya!" Ucap mama dengan ekspresi mengawang
Aku hanya tersenyum saat itu. Mama terkadang bersikap lucu, kadang serius. Saat ini pun mama membuat aku dan kinal membeku akibat ucapan nya yang seolah benar-benar akan mengintrogasi ku secara mendalam
"Kalau gitu mama balik ke kamar yah, capek banget" lanjutnya langsung berjalan meninggalkan ku dan kinal yang masih terduduk tenang di kursi meja makan
Aku menatap punggung mama itu berjalan meninggalkan ku. Aku sayang sekali sama mama. Tidak akan bisa tergantikan sosok mama dalam benakku. Kemudian aku kembali menoleh kearah kinal yang terus tersenyum itu. Ia menatap ku manja. Seketika tangan nya menangkap tangan ku yang terletak diatas meja. Ia genggam sambil tersenyum kearah ku
"Ee oiya ve?" Tukas mama membuat aku dan kinal kaget
Dengan cepat ku lepaskan genggaman itu disaat mama tengah membalik kan tubuh nya kembali ke arah ku. Kaget dan tak tau bisa saja semua berubah menjadi lebih buruk
KAMU SEDANG MEMBACA
VEraunophile
Fiksi Penggemar[NEXT S2] GxG Kejadian 17 tahun lalu itu membuat ve benar-benar berubah menjadi wanita yang serba tertutup. sikap nya berubah menjadi pemalu dan pendiam. hal yang sulit bagi nya adalah sikap terbuka kepada setiap orang. Ve termasuk orang yang pemil...
