Tepat di jam 6 pagi aku bangun ketika alarm berbunyi. Aku tidur cukup nyenyak malam tadi, kini badan ku terasa sedikit lebih ringan dan siap untuk beraktifitas hari ini. Aku menyadari bahwa kinal tengah berada di rumah ku saat ini dan ia tidur bersama ku. Aku melihat ke sebelah kanan ku, tak ku dapati sosok nya saat ini. Keadaan di sebelah ku kosong, hanya menyisahkan singkapan selimut.
Aku bangun dari posisi ku saat ini dan duduk sejenak sembari menyelaraskan nyawa ku. Aku melihat ke sekeliling ruang kamar ku hingga ku dapati pintu ke arah balkon terbuka. Melihat hal itu aku langsung turun dari ranjang sambil menggulung rambut ku yang tergerai ini.
Aku berjalan pelan sambil mengucek mataku, hingga sampai di ambang pintu. Ku dapati kinal berdiri bersandar di pembatas balkon, ia seperti menatap lurus ujung langit disana. Seketika aku berjalan mendekati dirinya yang masih memunggungi diriku.
"Nal?"
"Hm..." balas nya berbalik ke arah ku sambil tersenyum
"Kamu lagi ngapain?"
"Lagi nikmatin angin pagi aja"
"Hanya itu?"
"Iya, kenapa?"
Aku mematung ragu sambil tertunduk. Seketika ia berjalan melewati ku dan duduk di kursi. Aku menyadari hal itu dan langsung menatap langkah kaki nya. Di saat itu juga aku langsung mengikuti langkah nya dan duduk di sebelah nya.
"Nal?"
"Iya"
"Hmm... Malam tadi kamu kenapa?"
"Ngak kenapa-kenapa kok" balas nya terlihat heran
"Tapi waktu itu kamu terlihat kesal, kamu juga terlihat tidak perduli gitu"
"Oh e-e itu, biasa ve, aku kalau udah capek banget suka kaya gitu. Hmm maaf jika buat kamu takut" ucap nya sambil menangkap tangan ku dan mengelus nya
Aku hanya tersenyum. Syukur lah, tak ada yang perlu di khawatirkan. Namun bagaimana pun entah kenapa perasaan ku ini tetap saja takut, melebihi ketakutan ku di hari-hari itu.
"Bukannya hari ini kamu ke kantor ve?"
"Ngk, aku males"
"Kenapa? Apa karena aku libur dan kamu ikutan juga??"
"Ih bukan, hanya lagi males aja"
Selama kejadian itu membuat ku tak ingin masuk kantor, apalagi melihat wajah rega. Semakin aku melihat nya, semakin bingung lah aku bagaimana menghadapi nya. Pasti terus ia menanyakan jawaban yang akan keluar dari mulutku.
"Aku baru dapat kabar nal, pagi ini ada kelas dadakan, jadi pagi ini aku ke kampus"
"Oh ya? Hm ya udah sana siap-siap"
"Nal?"
"Hm..."
"Kemarin mama minta kado apa sama aku? Kamu belum cerita"
"Ka-kado?" balas nya terlihat gugup
"Iya, kok kamu jadi gugup gitu?"
"Ah e-e-ngak kok, hm ve aku ke toilet yah mules tiba-tiba. Aku pake toilet bawah aja. Kamu buruan mandi ntar telat" ucap nya terlihat begitu terburu-buru kemudian meningalkan ku
Aku hanya menatap dirinya heran meninggalkan ku. Kenapa ia jadi terlihat gugup ketika aku menanyakan soal kado itu. Apa mama minta sesuatu yang seakan membuat nya berat mengatakan nya padaku. Mama malah tak mau memberitahukan nya padaku dan malah ia menyuruh Kinal.
~~~~~~~~~~~~~
"Aku pergi yah nal"
"Mau aku anter?"
KAMU SEDANG MEMBACA
VEraunophile
Fanfic[NEXT S2] GxG Kejadian 17 tahun lalu itu membuat ve benar-benar berubah menjadi wanita yang serba tertutup. sikap nya berubah menjadi pemalu dan pendiam. hal yang sulit bagi nya adalah sikap terbuka kepada setiap orang. Ve termasuk orang yang pemil...
