Little Party

634 128 15
                                        

Author POV

Andra tersenyum. Merasakan pelukan Eca.
Motornya berlaju sangat kencang.
Ga sampe sepuluh menit merek udah sampe di Cafe tongkrongannya "Predator's Café". Ada mobil Bille dan mobil David terparkir manis berdampingan.

"Viwit" baru juga masuk. Udah kedenger suara rencetat para antek itu.
"Kiw new couple banget?" Bille menggocek mata.
"Si Eca blushing meeen" Bille (lagi). Nunjuk-nunjuk Eca
"Heh brotha, lepas. Ga usah gandengan terus. Hargailah para jombs dihadapanmu ini" Teriak David yang tak memperdulikan pengunjung lain.
"Yah. Hargaaaiii!!" Bille nyaut tak kalah keras. Dengan gaya Devina Aurell

Andra juga Eca cuma senyum sambil menggeleng-gelengkan kepala melihat tingkah dua sahabatnya itu.
David dan Bille merentangkan kedua tangannyanya, berdiri bersamaan. Eca langsung berhambur kepelukan dua lelaki itu.

"Haaaa. Antek-anteeeek. Gw kangen banget sama kalian, kalian ga kangen gw apaa?" Katanya. Tersenyum berseri-seri.

Sementara Andra duduk prihatin melihat dua sahabat dan kekasihnya itu. Tidak bertemu tiga hari bagai tiga ribu tahun sepertinya.

"Ekhem. Giliran suruh meluk gw dimotor aja ogah-ogahan." Andra.

Eca buru-buru melepaskan diri dari pelukan dua antek itu.

"Waw waw waw. Dav kayaknya kita udah banyak ketinggalan, ye ga?"
Bille dengan cengiran jahilnya.

"Bener lu Bill. Apa katanya barusan? Pelukan dimotor? Uwwweeeyyy udah berani ya dimuka umum"

David tak kalah menyebalkan. Dia menatap Andra dengan tatapan mengintrogasi.

"Berisik. Untung kemaren ga ada mereka ya" Andra menoleh ke arah Eca. Sang empunya menatap Andra tajam dengan isyarat diem.

"Tuh kan tuh kan. Calm down Ca. Kita bisa nebak ko" kata Bille. Menggoda Eca yang tumben-tumbenan diam seribu bahasa. Biasanya Eca lah yang selalu membuat heboh.

"Sialan!" Andra noyor kepala duo antek itu.

"Ga jadi nih mau makan besar? Gw sih syukur" lanjut Eca memulihkan suasana dari semua kekacauan ini.

"Eh ga bisa gitu dong. Hayu cabut" dengan cekatan dua antek itu bangkit dari kursi.

//

Sampailah empat anak ini disebuah super market.
Mulai memilah dan memilih apa saja yang mereka butuhkan.
Se-jam berikutnya satu trolli telah penuh.
Dikasir.

Beberapa bungkus roti tawar
Selai aneka rasa
Sekotak besar spagheti
Sekotak besar macaroni
Pop corn
Aneka ciki
Aneka keripik
Ice cream
Dua batang keju
Satu pack keju slice
Beberapa batang coklat
Beberapa botol soda
Beberapa kotak susu
Belasan lolly pop
Sebungkus wafer
Satu kaleng biskuit
Dua kantong permen
Dua buah brokoli
Tiga kilo apel
Sekilo anggur
Dua kilo kentang
Dua kilo cumi-cumi
Tiga kilo udang
Dan aneka bumbu

"Semuanya jadi sembilan ratus tujuh puluh lima ribu tiga ratus, ada yang lain?"

Tanya mba mba dibalik kasir, menghentikan aktifitas David juga Bille yang tak henti mengoda Andra dan Eca.

Mereka berempat menggeleng kemudian.
Eca mengeluarkan dompet dari tas nya.

"Eh apaan. Udah simpen" dengan cekatan Andra menghadang lengan Eca yang hendak mengeluarkan uang.
Andra mengeluarkan dompet dari saku celananya.

Sepuluh lembar uang pecahan seratus ribuan Andra berikan.

"Nih mba. Kembaliannya ambil aja" katanya. Tersenyum dan menggandeng tangan Eca keluar. Sementara Bille dan David mengikuti dibelakangnya.

Sorry.Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang