Author POV
Berbahagialah dua insan muda yang ada didalam sana.
Eca dan Andra
Dimobil sepanjang perjalanan mereka bergurau bersama, bercerita dan mentertawakan satu sama lain.
Walaupun tak jelas apa yang sebenarnya menjadi topik pembicaraan mereka.
"Cil nanti sabtu aku mau ke Batam," dari nadanya terdengar jelas bahwa ada keberatan yang Andra isyaratkan.
"Oh ya? Ada apa?" Eca balas menjawabnya dengan santai.
"Rekan bisnis dad ngajakin temu keluarga gitu, sebernya aku ga mau ikut" Andra masih fokus pada jalanan, namun sesekali menengok kearah Eca.
"Ga boleh gitu sih Dra, ikut aja. Dad juga ga pernah kan nyuruh kamu ini itu. Jadi kamu turutin lah" Eca menepuk bahu Andra, meyakinkan kekasihnya itu. Eca sendiri tau apa alasan Andra ga mau ikut.
Pertama, Andra ga terlalu suka ikut campur urusan bisnis. Karena Andra sendiri merasa belum waktunya untuk masuk kedunia itu.
Kedua, Eca. Iya Eca. Andra emang paling enggan untuk jauh-jauh dari Eca.
"Oke. Selain karena mami and dad, ini juga karena kamu ya." Andra mendelik kearah Eca. Eca mengangguk sambil tersenyum.
//
Senja mulai tampak. Semburat orange menghiasi langit, menjadi atap yang menaungi Eca dan Andra dibawah sini.
Ya. Ditepian taman kota kini mereka berada, duduk disalah satu bangku ber-cat putih.
Masih dalam balutan seragam, namun beruntunglah karena mereka sama-sama mengenakan jaket. Untuk apa? Jelas untuk menutupi identitas sekolah.
Pandangan mereka menyapu apa yang ada disekeliling.
Ada beberapa orang yang hilir mudik, ada anak kecil yang bermain sepeda, ada juga sekumpul anak-anak muda yang mungkin seusia mereka tengah berfoto bersama.
Sedangkan Eca dan Andra hanya berdiam diri.
Sesekali mata kedua nya bertemu, saat sama-sama mencoba mencuri pandang.
Eca tersenyum malu-malu. Tapi Andra malah dengan sengaja memandangi Eca, tanpa berkedip bahkan. Itu membuat Eca bergidik ngeri.
Memang baik Eca maupun Andra lebih suka memperlakukan satu sama lain seperti sahabat. Namun pada waktu tertentu keduanya bisa memposisikan diri sebagai sepasang kekasih yang sesungguhnya, dan seperti sekarang ini contohnya.
Duduk berduaan, Andra merangkul Eca dengan tangan kirinya. Sedangkan tangan kanannya memegang batang lolly pop yang sedang diemut nya, seperti anak kecil memang. Tapi Eca juga melakukan hal yang sama aka mengemut lollypop.
"Ish Dra. Liatinnya ga gitu jugaaa, geli tau" Eca mendelik ke arah Andra. Dimana lelaki itu tak sedikitpun mengalihkan pandangannya pada Eca.
"Aw- rese dih" Eca meringgis karena Andra mencubit hidungnya, gemas.
"Habisan kebiasaan banget kamu rusak moment" Andra kembali memasukan lollypop kemulut.
"Balik yu, udah setengah enam" katanya lagi. Berdiri. Mengulurkan tangannya untuk membantu Eca berdiri.
Eca hanya mengangguk. Menerima uluran tangan Andra, keduanya berjalan menuju tempat dimana mobil Andra berada. Sepanjang jalan Andra merangku Eca. Tanpa mereka sadari beberapa pasang mata menatap mereka dengan tatapan iri, ya iri. Siapa yang tak iri melihat keromantisan yang mereka ciptakan? Biarpun caranya sederhana, tapibitu sangatlah berharga.
//
Franda POV
"Assalamu alaikuuuuum."
KAMU SEDANG MEMBACA
Sorry.
Teen FictionSemua telah terjadi. Maaf tak ada gunanya, sebanyak apapun itu. Toh semua tak bisa kembali seperti semula.
