Part X

885 59 10
                                    

"Damn you turn me on!" Ucap mikha sedikit berbisik sambil membuang wajahnya ke belakang.

"Apa?" Cait mengerutkan alisnya tak mengerti dengan apa yang mikha ucapkan. Angelo itu tak menjawab dan hanya melirik dingin cait sebentar.

"Tidak. Lupakan saja."

Cait mengangkat naik bahunya dan beralih pada ponsel yang di simpannya di kantung.

Mereka terus duduk tanpa satu kata pun yang keluar dari mulutnya. Mikha hanya melipat dua tangannya dan menyandarkan kepalanya ke tembok yang dilapis kayu itu. Matanya terpejam menikmati musik yang ia dengar lewat earphone nya. Dan cait? Dia masih mengotak-atik ponselnya, memainkan akun instagramnya dan memposting beberapa fotonya dengan mikha selama di new zealand ini.

Hanya dua foto.
Ya, hanya dua.

Satu saat mikha mengajaknya ke pantai dengan paksa kemarin, dan yang satu sebenarnya bukan benar-benar foto mereka berdua. Hanya wajah cait saja yang terlihat jelas, dengan mikha yang sedang menikmati serealnya  terlihat samar seolah menjadi background foto itu.

Mereka benar-benar diam hingga hampir 30 menit sauna berlangsung.

"Waktunya keluar." Ucap mikha kemudian memakai kembali singlet hitamnya. Cait dengan gerakan ragu mencoba melepaskan kimononya.

"Cepat ganti atau kau mau aku lagi yang melakukannya?" Tanya mikha dengan tegas dan tatapan dingin seolah tak peduli yang ia tujukan pada cait.

Gadis itu menyerah kemudian dengan terpaksa membuka kimononya dan dengan cepat ia memakai tanktopnya kembali. Mikha hanya memberikan half-smirk mautnya itu diam-diam.

*****

"Aku merindukan kalian!" Ucap yvonne sambil memeluk menantunya itu erat. Mikha yang baru saja tiba karena harus mengurus barang bawaanya itu pun tak lupa di sambut dengan pelukan hangat momnya.

"Hi mom." Ucap mikha dengan bumbu senyum yang terlewat manis.

"Aku sudah menyiapkan makan malam untuk kalian." Yvonne berjalan membatu membawa koper milik cait.

Sampai di ruang makan, mata cait benar-benar terbelalak saat mendapati meja makannya penuh dengan masakan yang mengkin sekelas dengan masakan restaurant bintang lima.

"Mom kenapa kau memasak makanan sebanyak ini?" Tanya cait dengan alisnya yang terpaut naik. Ia paham kalau dad dan yang lainnya pasti sedang ke hutan dan tak ada cukup orang untuk menghabiskan semua makanan ini.

Yvonne hanya tersenyum konyol lengkap dengan deretan gigi putihnya. Senyum yang sama persis dengan milik reuben.

"Mom sudah lama tak memasak seperti ini. Jadi, ya mom terlalu bersemangat." Yvonne menggaruk tengkuknya yang tak gatal masih dengan senyumnya yang manis.

"Kau ada-ada saja mom." Ucap mikha sambil menarik kursi kebelakang. Ia duduk dan menyahut cepat segelas penuh darah segar yang momnya siapkan.

Cait juga yvonne ikut duduk di kursi sebrang mikha.
"Kau tau aku lapar mom." Mikha tertawa kecil sambil menyesap darah itu dengan sedotan. Cait hanya bisa menengguk ludah karena ia sedang dalam tahap pelatihan untuk mengendalikan nafsunya meminum darah.

Yvonne melayani menantunya itu dengan penuh kasih sayang. Bahkan yvonne berniat untuk menyuapi caitlin karena takut menantunya itu terlalu lelah.
Berlebihan? Ya begitulah.

Selesai dengan makan malam singkat mereka, yvonne mengucapkan selamat malam pada mikha juga cait untuk kemudian masuk ke ruang kerjanya. Kau tau? Yvonne adalah wanita karir yang benar-benar hebat.

FallTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang