Mikha menghela nafasnya dan berusaha membuang semua masalahnya.
Matanya memejam beberapa saat kemudian ia mengusap wajahnya."Sepertinya aku sudah gila."
Ia bicara pada dirinya sendiri.
Kakinya berputar 180° dan kembali ke arah api unggun yang tadi di punggunginya.
Ia menatap dua buah tabung suntik pemberian reuben tadi sejenak kemudian memasukannya ke kantung.Pria itu berjalan maju kemudian mengambil gitar reuben yang tergletak begitu saja di tanah.
Ia akan ikut bermalam di tenda konyol itu malam ini.Mikha menarik resleting tenda yang sebelumnya sudah reuben tutup. Ia masuk ke dalam dan menemukan reuben yang sudah terlelap.
"Siapa lagi yang punya pemikiran sekonyol ini selain kakakku." Mikha tersenyum geli dan berbisik se pelan mungkin.
Ia mengambil posisi di samping reuben kemudian menenggelamkan tubuhnya dalam selimut hangat.
Hari ini memang hari yang berat untuk angelo itu.
Banyak pertanyaan muncul dalam benaknya soal hal-hal aneh yang terjadi.Caitlin-tamparan, reuben-serum.
Mikha mengacak rambut singanya dalam posisi tidur.
Setelah itu, sebisa mungkin ia memejamkan matanya mencoba mengistirahatkan pemikirannya.*****
Kicauan burung begitu merdu terdengar. Suara daun kering yang bergesekan karena angin pun ikut mengisi indahnya pagi itu.
Tapi, indah yang sebenarnya bukan hanya sekedar kicauan dan gesekan dedaunan.
Sosok mikha angelo dalam tidurnya bermandikan cahaya matahari dengan dengkuran halus yang teratur adalah keindahan yang sesungguhnya pagi itu.
Pria itu terlelap sendiri tanpa siapa pun di sekitarnya, sampai dering ponsel membuat dua kelopak matanya terbuka.
Mikha menyipit kecil mencoba membiasakan lensanya dengan cahaya matahari yang menimpanya.Ia meraih ponsel di samping bantalnya dan membaca ID caller di layar ponselnya.
'Dad?' Batinnya.
Ia menggeser layar itu ke kanan dan terdengarlah suara lain di seberang telfon itu.
"Halo, mikha."
"Dad? Ada apa? Ini masih pagi."
"Dan di sini sudah larut."
Mikha berfikir sejenak. Ia baru ingat kalau lans sedang menghadiri konfrensi bisnis di new york beberapa hari ini.
"Ah, aku melupakannya. Jadi ada apa?"
"Apa kalian baik-baik saja? Maksudku, mom-mu? Caitlin dan yang lain?"
"Ya, kita baik. Ada apa sebenarnya dad?"
"Tidak, semalam yvonne seperti memanggilku. Saat aku mencoba menghubunginya, ponselnya tidak aktif."
"Nanti akan ku tanyakan soal ponsel. Sebenarnya aku tidak di rumah sejak semalam. Kami sedikit ribut."
"Kau dan caitlin? Lalu dimana kau sekarang?"
"Aku? Berkemah dengan reu-"
mata mikha menyapu ke sekeliling tenda dan tak menemukan orang lain di sana.
"Sepertinya reuben harus cepat menikah. Dia terlihat kesepian."
"Ya dad. Um apa ada lagi?"
"Tidak. Kau pergilah memeriksa rumah. Lalu kabari aku secepatya."
"Okay. Bye."
"Bye."

KAMU SEDANG MEMBACA
Fall
Fanfiction"Caitlin, kau harus segera menikah dengan Mikha." Air mata cait perlahan turun membasahi lensa indah juga pipi ranumnya. Menyedihkan. "Cait dengar dad." Tangan robert mengusap dagu cait. Menyeka liquid bening yang sarat akan kebahagian di pipi porse...