"Aw! Pelan-pelan" ringis Dika.
Sekarang jarak mereka hanya sekitar 2cm. Diam-diam Dika memperhatikan wajah indah Natasya.
Cup!
Dika mencium pipi Natasya. Membuat pipi Natasya menyemburkan rona merah.
Suasana UKS menjadi canggung. Untungnya Silvy datang, diikuti Julian di belakangnya.
"Heh lama banget di UKS" gerutu Silvy.
Julian menghampiri Natasya dan langsung menariknya pergi dari UKS. Dika yang melihatnya kembali mengepalkan tangannya.
"Mau ngapain sih?" Julian mengabaikan pertanyaan Natasya.
Sampailah mereka di rooftop.
"Lepasin!" Julian pun melepaskan tangan Natasya. Lalu menatapnya lekat.
"Plis lo jangan percaya apa yang Dika bilang"
"Gue gak langsung percaya gitu aja kok. Kan gue blom ngeliat secara langsung" Julian pun tersenyum lega.
"Tapi gue masih sebel sama lo"
"Lah kenapa?"
"Lo main fisik! Kasian Dika, lo hajar bertubi-tubi. Untungnya gak ada guru yang ngeliat. Coba kalo ada, lo pasti bakal di skors" ujar Natasya panjang.
Tiba-tiba Julian langsung memeluk Natasya.
"Udah ngomelnya?" Natasya hanya diam.
"Gu-gue mau ke kelas" Natasya pun berlari meninggalkan Julian.
Sesampainya dikelas, semua murid tertuju pada Natasya. Yap, dia telat masuk kelas.
"Maaf pak, tadi saya ada urusan" Pak Asep mendengus sebal.
"Yaudah cepat duduk. Silvy, beritahu Natasya pengumuman tadi ya"
"Ada pengumuman apaan?" Tanya Natasya pada Silvy.
"Bakal ada persami di Bogor" jawab Silvy. Natasya ber oh ria.
***
"Pulang sama gue yuk" ajak Julian. Natasya bingung harus menolak atau ikut dengannya. Jika dia ikut, Viona pasti akan marah.
"Ayoo" Julian menarik tangan Natasya ke arah motornya. Tapi Natasya hanya diam.
"Kok gak naik? Cepetan nanti kerburu ujan" Natasya pun memantapkan pilihannya. Yaitu ikut dengan Julian.
Mereka pun sampai disebuah cafe.
"Loh kok kesini?" Tanya Natasya bingung.
"Gue lagi pengen minum ice chocolate. Temenin ya" kata Julian.
Julian berjalan menuju kasir untuk memesan.
"Ice chocolate satu. Lo apa sya?"
"Samain aja deh" Natasya pun mencari meja untuk 2 orang.
Suasana menjadi canggung. Natasya melihat keluar jendela, Julian menikmati pemandangan indah didepannya. Natasya. Menurut Julian, Natasya itu kurang sempurna. Akan menjadi sempurna jika ditambah dengan Julian. Sedang asyik memandangi Natasya, pesanannya pun datang.
"Jul udah dateng tuh"
"Woy malah bengong" Julian tersadar dari lamunannya.
"Tadi gue lagi asyik ngeliatin lo. Eh malah lo ganggu" Natasya yang sedang meminum minumannya langsung tersedak mendengarnya. Sementara Julian malah tertawa.
***
Natasya berjalan ke arah lokernya untuk mengambil kotak pensilnya. Natasya terlonjak kaget saat melihat ada tulisan yang ditulis dengan cat merah.
Jauhi Julian atau kau akan mati
"Apa apaan sih ini" gerutu Natasya. Tiba-tiba ada cewek heboh datang aka Bella.
"YA AMPUN ITU SIAPA YANG NGELAKUIN ITU NAT?!" Natasya menepuk jidatnya sambil geleng-geleng. Dengan suara besarnya itu, semua anak jadi mendatangi Natasya.
"Siapa tuh yang nulis?
"Gak mikir banget deh yang nulis"
"Jahat..."
"Emang Natasya deket sama Julian?"
"Bukannya mereka sahabat dari kecil ya?"
"Yahh Julianku udah diambil"
Itulah yang dikatakan anak-anak lain.
"Itu ada apaan rame-rame?" Tanya Aldi. Vino mengangkat kedua bahunya. "Samperin yok"
Mereka pun membelah kerumunan tersebut.
"Ada ap- Siapa yang nulis itu?!" Kata Julian sambil menunjuk tulisannya. Natasya hanya menggeleng.
"Nggak ada kerjaan banget yang nulis" sahut Vino dingin.
"Gue tau siapa yang nulis" sahut Julian dengan muka datarnya.
Bener-bener keterlaluan batin Julian.
"Siapa lagi kalo bukan cabe sekolah ini aka Viona" sahut Aldi.
"Heh! Ngapain kalian masih diluar kelas! Cepet masuk semua!" Kata Bu Faizah yang tiba-tiba datang dengan muka marahnya. Kami semua pun masuk ke kelas.
KAMU SEDANG MEMBACA
Love at Last
RomanceJulian Delgrosso. Seorang badboy yang sangat tampan dan bisa meluluh kan hati para cewek hanya dengan menatapnya. Di antara sekian banyak cewek, dia hanya mencintai satu. Yaitu, Natasya Salsabila. Sahabat kecilnya
