Hari ini aku harus ke Palembang untuk meninjau lokasi perkebunan keluarga ku. Aku tidak sempat memberi kabar ke Manda kalau pagi ini aku keluar kota. Kalau saja Angel tidak sedang hamil mungkin dia yang meninjau lokasi ini. Perjalanan dari airport ke lokasi perkebunan membutuhkan waktu 3,5 jam.
Ku coba untuk menghubungi nya ketika diperjalanan, tapi tak diangkat. Mungkin dia sedang sibuk dengan kerjaan nya. Lebih baik aku kirim pesan memberi kabar tentang hari ini, ku lirik iPhone ku belum ada balasan dari nya. Tumben,biasa nya dia membalas pesan ku walaupun sedang sibuk namun seperti nya hari ini dia sibuk sekali sampai tidak membalas pesan ku.
Ini pertama kalinya aku turun langsung ke perkebunan keluarga di Sumatera Selatan. Butuh waktu lebih dari setengah hari membahas semua progres perusahaan ini.
" Permisi Pak, kita mau makan siang disini atau ke restoran saja?" Mario asisten ku mengingatkan ku bahwa sudah jam dua siang. Ahh pantas saja perut ku sudah berbunyi ternyata udah lewat jam makan siang. " Restoran saja.Sekalian saya mau lihat daerah sekitar sini." jawab ku.
Drrt...Drrrtt
" Hallo ka. Bagaimana progres nya? " Angel menanyakan progres usaha disini. " So far so good Ngel, mungkin kita butuh ekstra dalam hal pemeliharaan nya aja." Jawab ku menjelaskan. " Ooh oke kalau begitu. Aku bisa tenang sekarang ga usah mikirin perkebunan. Ohiya ka katanya mami jangan lupa besok malam ke rumah. " ucap nya mengingatkan. Hampir saja aku lupa rencana besok malam, " Thank's udah ngingetin. Nanti aku hubungin Manda lagi,dia bisa atau engga." jawab ku.
Ku cek inbox handphone ku tidak ada balasan dari nya. Ku coba untuk menghubungi nya, lho kok voicemail. Ku ulangi lagi namun tetap sama,terhubung dengan voicemail.Tidak biasanya dia mematikan handphone ketika kerja.
" Maaf pak sebaiknya bapak makan dulu. " Mario mengingatkan ku. Ku lihat meja makan sudah penuh dengan makanan yang kami pesan.
Selesai makan aku langsung menyuruh Mario untuk mencari informasi nomor handphone Timo. Mungkin saja sekarang Manda sedang satu tim atau setidak nya mereka kan satu kantor.
" Hallo Timo"
" Hallo selamat sore. Maaf ini siapa?" tanya nya
" Saya Rian. Tim, kamu lagi bareng Manda ga hari ini? Saya hubungi HP nya tapi mati." tanya ku langsung.
" Sorry saya pikir siapa. Hari ini saya stay di kantor. Kayanya dia ke client sama tim nya." jawabnya menjelaskan.
" Manda ke kantor saya? Kok kamu ga ikut. "
" Bukan ke sana tapi client nya yang lain. Kayak nya sama Arnold dan Dimas."
Aah bodoh sekali aku, kalau dia satu client berarti Manda bareng dengan nya. Eeh apatadi, Arnold?
" Kamu punya nomor handphone atau pin nya Arnold dan Dimas? saya ga bisa hubungin dia daritadi pagi." aku sudah tak sabaran menanyakan kabar nya Manda.
Tak berapa lama Timo mengirimkan nomor dan juga pin nya Arnold dan Dimas. Ku coba hubungi Arnold, Shiiit! kenapa handphone nya tidak bisa dihubungi. Ku coba hubungi Dimas dan aku kaget mendengar jawaban nya.
Manda dan Arnold hari ini tidak datang ke client maupun kantor. Arnold sakit tapi Manda tidak ada kabar nya. Ini benar benar aneh tidak biasanya dia tidak masuk ke kantor dan tidak ada kabar.
Selesai makan siang aku memutuskan langsung ke airport dan kembali ke Jakarta. Entah mengapa perasaan ku tidak enak.
Aarggh rasanya aku ingin cepat sampai Jakarta.
****
" Terima kasih ya Bang udah nolongin aku. Aku ga tau kalau tadi gak ada abang mungkin aku." Aku tidak bisa melanjutkan lagi, aku masih tidak percaya dan shock dengan kejadian tadi pagi.
KAMU SEDANG MEMBACA
Is it love?
RomanceApa jadinya kalau orang tak dikenal yang sudah kamu marahi,ternyata dia client mu? Pertemuan pertama yang aneh itu berlanjut sampai ke masalah serius.Seorang Manda tidak pernah menyangka bahwa pria yang ia marahi itu akhirnya menjadi seseorang yang...
