" I want grow old with you"

2.9K 145 11
                                        

Badan ku terasa lemas dan kepalaku terasa nyeri , aku berusaha membuka mata ku walaupun terasa pusing. Kuperhatikan sekeliling ruangan ini , yang jelas aku tidak berada di kamar ku dan juga tidak berada di rumah sakit. Interior kamar ini didominasi oleh warna abu - abu. Aku memijat pelipis ku yang terasa berdenyut berusaha mengingat apa yang terjadi. Ya Tuhan sontak aku langsung kaget begitu berhasill mengingat semua nya .

Dimana aku sekarang ?

aku berusaha untuk bangun dari posisi tidur ku namun ada yang berat di bagian perut ku dan aku mendengar suara nafas dengkuran seseorang.

Mungkin aku terlalu banyak berharap atau terlalu sering memikirkan Rian , sampai - sampai aku melihat seseorang yang ada di hadapan ku ini memeluk perut ku adalah Rian. Sampai akhir nya seseorang dihadapan ku ini bangun dan terkejut melihat ku sedang memperhatikan nya.

" Sayang kamu udah bangun ?"

Aku masih terdiam dan tidak bergeming ,berusaha mengontrol jantung ku yang berdetak lebih cepat.

" Manda are you oke? "

........

" Manda,Manda.."

" Oh my God Manda can you hear me?" laki - laki dihadapan ku ini terlihat cemas melihat ku diam saja dan tidak ada reaksi.

Seketika aku teringat kejadian semalam ketika ia asik bercumbu dengan wanita lain. Air mata ku langsung turun dan aku berusaha melepaskan badan ku dari pelukan nya.

" Kamu jahat Rian , kenapa kamu nolongin aku? Kenapa Rian?!!!" aku masih terus berusaha melepaskan pelukan nya dan memukul bahu nya sekuat tenaga ku.

" Aku gak mau liat wajah kamu lagi, kamu ga ada bedanya sama Andra. Kalian Cuma bisa nyakitin perasaan aku dan ninggalin aku!!!!" ku keluarkan semua kemarahan ku pada nya.

" Maafin aku Manda . Aku tau aku salah aku jahat. Terserah kamu mau marah atau mukul aku sekuat tenaga kamu ,aku akan terima. But please forgive me Manda. " Rian memeluk badan ku lebih erat.

" Aku janji gak akan ninggalin kamu lagi. Aku ga peduli kalaupun kamu akan kembali kepelukan Andra, aku akan tetap mencintai kamu dan aku ga akan nyerah untuk ngerebut kamu dari nya."

" Kamu pikir aku akan percaya ? kamu pikir aku ga sakit , kamu tiba - tiba pergi ninggalin aku ga ada kabar..." suara ku terputus - putus diselingi oleh isak tangis.

" ..dan sekali nya kamu ada , aku ngeliat kamu lagi asik berbuat mesum dengan wanita lain!!! "

" Aku ga mau ngerasain sakit lagi, sekarang kalau memang kamu mau melanjutkan permainan mu untuk nyakitin perasaan aku lagi. Lebih baik kamu pergi atau aku yang akan pergi!"

Rian terkejut dengan ucapan ku barusan , ia terus menatap wajah ku dan menangkupkan tangan nya di sisi wajah ku.

"Demi Tuhan Manda , aku ga berniat untuk nyakitin kamu dan aku ga akan pergi."

"....Hidup aku hampa ga ada kamu , aku ga mau ngerasain itu lagi."

" Kalau kamu ga percaya dengan ucapan ku , akan aku buktikan sekarang juga!"

Ia berjalan melangkah ke arah meja di sudut kamar , mengambil sebuah kotak kecil tak berapa lama ia mengambil handphone di samping tempat tidur.

Aku memperhatikan apa yang dilakukan oleh Rian dengan Handphone nya , terlihat ia berbicara dengan seseorang sebelum akhir nya ia mengakhiri percakapan nya dan berjalan ke arah ku yang masih duduk di tempat tidur nya.

" Aku gak akan main - main dengan ucapan ku. Aku tau mungkin ini telat ,tapi setelah kejadian semalam aku sadar. Aku mau terus ada disamping kamu Manda , aku ga akan sanggup ngeliat kamu jatuh kepelukan pria lain.''

" I want grow old with you , aku dan kamu membina hubungan rumah tangga. Aku sadar masa lalu aku buruk tapi aku janji aku akan berubah menjadi suami dan ayah yang bertanggung jawab untuk kamu dan anak - anak kita. Would you be my wife , Amanda Safina Wiraatmadja?" kalimat terakhir nya membuat aku terkejut ditambah lagi dengan cincin yang ia keluarkan dari kotak kecil yang ia ambil dari laci meja.

Aku tidak tau harus menjawab apa , otak ku terasa susah sekali untuk berpikir. Ini terlalu cepat untuk ku , kejadian semalam yang masih membuat ku shock dan sekarang ditambah dengan lamaran dadakan dari Rian. Ya Tuhan , tolong sadarkan aku kalau ini bukan mimpi atau khayalan ku saja.

*****

Di dekatnya aku lebih tenang

Bersamanya jalan lebih terang

Tetaplah bersamaku jadi teman hidupku

Berdua kita hadapi dunia

Kau milikku ku milikmu kita satukan tuju

Bersama arungi derasnya waktu

Bila di depan nanti

Banyak cobaan untuk kisah cinta kita

Jangan cepat menyerah

Kau punya aku, ku punya kamu, selamanya akan begitu

Tulus - Teman Hidup

Is it love?Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang