Part 18

1.8K 107 3
                                        

Suara Rizky..

Aku membalikan badanku dan benar saja dia adalah laki-laki yang kini ingin sekali aku kuliti.

Huft ..

Seenak jidat seperti membalikan kedua telapak tangannya dia bisa menemukanku. Bahkan aku belum sempat untuk bersembunyi. Tidak seru.

"Sayang.. Aku kangen banget sama kamu. Seharusnya semalam itu adalah malam pertama kita tapi aku malah bermalam dengan guling dan bantalku"

Iiuuh.. Kenapa Rizky berubah jadi lebay gini sih? Sekarang dia malah menelungkupkan kepalanya di ceruk leherku. Aku bergedik geli membuat kepala Rizky tersingkir di tempat sana.

"Lebay tahu gak. Kamu masih untung bermalam sama guling dan bantal sedangkan aku harus bermalam bersama pohon dan semak-semak" kesalku sambil mengkerucutkan bibirku.

Benar bukan? Semalam aku ketiduran dengan posisi terduduk menyandar ke pohon besar hingga tadi pagi aku terbangun dengan sejuta pegal yang dirasa di sekujur tubuhku.

Rizky masih bingung mencerna perkataanku. Terserahlah lagi pula aku tidak ingin berbagi cerita bersama nya. Aku sudah berjanji akan melupakan hari kemarin kebelakang dan memulai hidup baru.

"Pohon? Semak-semak? Maksud kamu apa?" tanya Rizky yang masih bingung.

"Kamu tahu semalam aku dikejar-kejar preman dan untungnya aku bisa melarikan diri dengan cara bersembunyi di balik pohon hingga aku ketiduran"

Ucapku begitu manja sambil memeluk Rizky dengan kedua tanganku melingkari pinggangnya dan kepalaku bersandar di dadanya. Sungguh aku sendiri geli melakukannya tapi entah dorongan dari mana aku ingin sekali memeluknya untuk saat ini.

"My princess ku ternyata mendadak manja gini,tapi aku suka. Menambah menggemaskan" ucapnya dibarengi dengan kekehannya.

Aku tidak menanggapi perkataannya. Aku mempererat pelukanku padanya serta menutup kedua mataku menikmatinya. Seakan tahu keinginanku akhirnya Rizky membalas pelukan ku serta memberikan kecupan-kecupan lembut di puncak kepalaku.

____________________________

Kini aku sudah berada di mobil Rizky. Dengan sejuta rayuan nya akhirnya aku menyerah dan kembali ke pelukan Rizky.

Sebenarnya sedikit gerah juga karena sedari kemarin aku belum mandi dan belum berganti baju. Akhirnya tadi aku mengatakannya pada Rizky dia malah terpingkal tertawa mendengar kisahku semalam setelah puas ia mentertawakan kemudian memembelikan baju untuk ku di sebuah pertokoan lalu aku berganti pakaian dan mandi di toilet pertokoan yang cukup besar itu.

Dan sekarang disinilah aku terduduk bersama Rizky. Cukup untuk kali ini aku merasakan kekonyolan yang baru perdana terjadi dihidupku tak akan ku biarkan terulang kembali.

Aku menatap jendela dan pada saat itu juga mataku berbinar. Situ Buleud adalah tempat satu-satunya yang sekarang aku ingin datangi dan kebetulan kami melewati jalannya.

"Stop!" titah ku pada Rizky membuat nya langsung menginjak pedal rem seketika.

"Ada apa?" tanya nya di sertai kerutan yang tercetak jelas di dahinya.

Tanpa berkata apapun pada Rizky yang masih kebingungan aku membuka pintu mobil nya dan melesat turun. Melihat pergerakanku Rizky pun dengan cepat menyusulku. Mungkin dia kira aku berniat melarikan diri darinya.

"Sayang.. Kamu mau kemana" panggilan-panggilan lembut darinya tak ku dengar aku lebih memilih meneruskan langkahku hingga terasa jemari tanganku ada yang menggenggam.

Marriage? (Completed) √Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang