Part 21

1.4K 96 6
                                        

Dua bulan sudah aku dan Rizky tinggal di rumah Ibu dan Ayah. Kami terpaksa tinggal disini karena Ayah Rizky mendadak sakit terserang serangan jatung yang selama ini di derita nya.

Selama itu kami banyak mendapat masalah mulai dari urusan kantor hingga urusan rumah. Urusan kantor, perusahaan Ayah terkena tipu hingga mendapat kerugian sampai milyaran rupiah dan mengharuskan Rizky menangani nya serta itu pula menjadi kendala yang menyebabkan kondisi Ayah. Urusan rumah, dengan adanya Febby di rumah ini hubungan antara aku dan Rizky mulai renggang. Tak jarang Rizky perhatian padaku justru sekarang ia mulai perlahan mengabaikan ku.

Ternyata Febby adalah sahabat lama sekaligus cinta pertama Rizky. Bukan aku sok tahu tapi itu terlontar dari mulut Rizky sendiri.

Aku harus bagaimana? Apakah aku harus berusaha tegar walau hatiku sakit ketika melihat Febby di dekat Rizky. Lagi pula aku tak bisa mengusirnya dari rumah ini ketika seisi rumah ini suka dengan keberadaan nya. Apa yang harus aku lakukan?

Suasana menambah panas ditambah kedatangan nenek, Ibu dari Ayahnya Rizky. Dia tak menyukaiku dimatanya aku hanyalah seonggok sampah yang tak pantas berada di rumah anaknya. Aku hanya menganggap angin lalu ketika nenek menghina ku mungkin dengan cara itu aku bisa tegar namun pendirian tersebut seketika hancur lebur karena suamiku sendiri tidak berusaha membela ku. Jika sudah seperti ini aku harus melakukan apa lagi?

Setiap malam aku sering menangis di kamar mandi seperti apa yang aku lakukan saat ini. Semuanya demi mengurangi sedikit luka di hatiku tapi itu hanya sedikit dari luka sebesar gunung. Aku seperti debu di rumah mertuaku sendiri. Tapi untung ada Ibu yang selalu menguatkanku. Ibu nya Rizky yang selalu ada di sisiku ketika semua menginjak harga diriku. Ibu nya Rizky yang selalu memberikan senyuman semangat ketika semua menghujamiku dengan cacian. Semua yang harusnya dilakukan oleh Rizky malah dilakukan oleh Ibunya. Apa Rizky sudah tak mencintaiku lagi?

Jika benar semua pemikiran ku untuk apa Rizky mempertahankan hubungan suci ini. Jujur, aku sudah tak sanggup menjalani semuanya. Aku tak sanggup harus terus menerus menahan air mataku agar tak menangis di depan mereka.

Dinding yang kokoh yang telah kubangun akan mudah hancur hanya dengan tiupan sekali saja.

Cepat atau lambat aku akan terusir dari kehidupan nya. Tapi aku akan mempertahan kan nya aku bukan orang yang lemah hanya dengan satu tiupan saja karena aku bukan debu seperti apa yang mereka katakan padaku.

Tok..tok..

Ku dengar sebuah ketukan pintu kamar mandi yang membuatku segera menghapus lintasan air mata di pipiku tak lupa mematikan keran yang sedari tadi ku nyalakan agar suara tangisku tak di dengar.

Aku membuka pintu nya setelah melihat penampilanku ke arah kaca, tak ada yang mencurigakan kecuali hidungku yang memerah.

"Lama sekali! Aku sudah menunggu disini berjam-jam" bentak Rizky aku yang mendengarnya hanya termangu tak percaya.

Tanpa menghiraukan aku yang masih berdiri Rizky berjalan melewatiku masuk ke kamar mandi.

Tes...

Setetes cairan bening meluncur cantik di pipiku hingga tetesan berikutnya yang membanjiri kedua pipiku.

Kenapa harus menangis lagi, aku harus kuat. Jika aku lemah bagaimana bisa aku menggenggam badai.

Akhirnya aku keluar kamar menuju dapur dan langsung memasakan masakan untuk Rizky. Dia pasti lapar setelah bekerja seharian.

__________________

"Rizky ayo kemari aku sudah memasakan masakan kesukaan mu" panggilku padanya ketika ia tak sengaja melewati meja makan.

Marriage? (Completed) √Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang