"Jadi kang ujang teh udah tahu semuanya?" tanyaku sambil menatap lekat padanya.
"Maafin ujang, semuanya terjadi atas persetujuan ujang" ucap nya sambil menundukan kepalanya.
Sebenarnya hatiku masih sakit jika harus mengenang luka lama, tapi sekarang aku belajar untuk merelakan lagi pula aku sudah menemukan kebahagianku bersama Rizky.
"Sudahlah kang ujang kita harus bisa melupakan kisah kita,karena aku sudah memiliki jalan cerita aku sendiri. Jangan khawatirkan aku karena kesalahan kamu justru kesalahan kamu yang membuat aku menemukan orang yang benar-benar aku cintai" ucap ku pada kang ujang dan mungkin ucapan itu adalah yang terakhir kali nya karena aku tak akan pernah bertemu dengannya lagi.
______________________
"Tadi siang kata mbok inem kamu keluar rumah, kalo boleh tahu kemana kamu keluar?" tanya Rizky tiba-tiba ketika ia selesai memakan makanan nya yang ada di meja makan.
Hari ini Rizky pulang cepat karena nanti malam kami akan berkunjung ke rumah orangtua Rizky.
Dia tidak tahu jika tadi siang aku sudah menemui ujang, bukan nya menyembunyikan tapi takut nya dia salah faham.
Untungnya aku bisa pulang cepat setelah sampai ke rumah,aku langsung terburu-buru memasak masakan untuk Rizky akhirnya aksi ku bisa tertutupi dengan rapih.
"Berkesan banget yah pertemuan kalian, sampai sekarang kamu senyum-senyum sendiri" ketus Rizky sambil melepaskan sendok makan nya yang dilepas dengan kasar ke atas piring hingga berdenting cukup keras.
Kenapa dia? Apa dia tahu jika aku sudah bertemu dengan kang ujang, jika sampai tahu gawat bisa-bisa dia ngamuk.
"Rizky bukan..."
Bukan nya mendengarkan penjelasan ku dia malah nyelonong pergi tanpa bicara apapun dan langsung masuk ke dalam kamar dengan bantingan pintu.
Enggak bilang aja dia udah marah apalagi sampai aku bicara jika aku telah bertemu dengan kang ujang.
Emangnya tadi aku senyum-senyum gitu. Aku pun meraba bibirku, huft.. Kenapa Rizky selalu salah memahami.
Tok..tok..
Aku berusaha mengetuk pintu berharap Rizky membuka pintunya untuk ku tapi hasil nya nihil dia masih kukuh tak mau membuka nya.
"Rizky bukan nya kita akan pergi menemui orangtuamu" ucap ku di balik pintu.
Tak ada jawaban. Rizky benar-benar marah padaku lalu sekarang apa yang harus aku lakukan. Padahal aku cuma mau menanyakan kebenarannya langsung pada kang ujang tapi malah berujung rumit seperti ini.
Aku menyerah meluluhkan hati Rizky kemudian aku pergi menuju sofa ruang tamu yang tak jauh dari kamar ku dan Rizky. Ku lihat ada sebuah majalah di meja akhirnya dengan minat aku membacanya.
Ceklek...
Baru selesai membaca halaman pertama sudah mendengar pintu dibuka dengan cepat aku menengok ke belakang, akhirnya Rizky keluar juga dari kamarnya tapi kenapa Rizky mengabaikan ku padahal aku sudah memasang senyum semanis mungkin. Ku lihat Rizky pergi ke dapur mengambil sebuah botol minuman dan kembali lagi ke dalam kamar. Ish.. Rizky keterlaluan.
Apakah kita akan perang dingin seperti ini?
____________________
Hari sudah petang tapi Rizky masih bertahan mengurung diri. Dari aku sedang membersihkan rumah sampai sekarang pekerjaanku selesai dia tidak pernah bergeming di dalam kamar. Apakah ada yang terjadi padanya? Rizky pasti baik-baik saja.
KAMU SEDANG MEMBACA
Marriage? (Completed) √
Storie d'Amore[Private part 25-End] Aku hanya seorang gadis yang singgah ke kota bersama Ibuku. Aku tidak tahu apa-apa,tahu-tahu aku ditawari sebuah perjanjian oleh seorang yang tak ku kenal dan bodoh nya kenapa aku menyetujui ide gila nya. Sekarang aku terperang...
