Part 11-Tempted and The First Kiss

317K 18.9K 774
                                        

"Dari mana saja kalian?!"

Angela meringis mendengar suara ayahnya yang menggelegar.

Ia tidak tahu harus menjawab apa karena ia tidak pernah berbohong pada ayahnya. Tapi ia juga tidak tahu apa reaksi ayahnya jika tahu bahwa dirinya baru saja ke klub malam. Selalu ada yang pertama dan ini mungkin kali pertama ia akan berbohong pada ayahnya. Ia akan berbohong demi kakaknya bukan dirinya.

Angela menoleh pada kakaknya yang bergeming di tempatnya.

"Aku mengajaknya, Pa." kakaknya menjawab dengan tenang.

"Kemana?" ayahnya kembali bertanya.

Angela menelan ludah dan memikirkan sebuah jawaban yang tepat. Ia yang memulai semua ini dan ia harus bertanggung jawab meski ayahnya akan memarahinya.

"Ke klub malam." kakaknya menjawab sebelum Angela sempat memikirkan sesuatu. Angela tercengang.

Ayahnya lebih terkejut lagi dan terbelalak mendengar jawaban kakaknya.

"Pa....sebenarnya aku yang memaksanya." potong Angela.

"Angela, masuk ke kamarmu dan tidurlah!" perintah ayahnya dengan tegas sehingga Angela tidak berani membantah. "Tapi ini belum selesai, Angela, karena Papa akan berbicara padamu besok pagi." tambahnya lagi.

Pelan-pelan Angela menaiki tangga sambil mengawasi mereka berdua.

"Re, kau ikut Papa ke ruang kerja lagi. Sekarang."

Angela melihat kakaknya menengadah sambil menutup wajahnya dengan telapak tangan. Ia tampak frustrasi sesaat, lalu berbalik mengikuti ayahnya.

Ia benar-benar sudah mendatangkan banyak masalah pada kakaknya hari ini.

__________________

Rayhan sudah siap menerima kemarahan ayahnya sekarang. Kesialannya hari ini memang tidak tanggung-tanggung. Sudah kebobolan karena harus menebus Angela, sekarang mendapat omelan.

"Pertama-tama Papa bertanya kenapa kau tidak datang ke acara ulang tahun Angela, Re?"

Karena aku membencinya...

Aku membenci putri angkatmu...

Rayhan sebenarnya ingin mengucapkan hal itu.

"Aku lupa, Pa." sahutnya singkat.

"Lu..." ayahnya tampak tak bisa berkata-kata mendengar jawabannya. "Kau bisa melupakan ulang tahun adikmu dimana kau sudah berjanji untuk datang?"

Rayhan terdiam tidak menjawabnya.

"Ini bukan dirimu,Re! Kenapa setiap Papa memberikan tugas dalam pekerjaan di kantor, tidak pernah sekalipun kau lupa. Tapi jika sudah menyangkut masalah keluargamu, apalagi Angela. Kau seakan-akan menganggapnya tidak penting." lanjut ayahnya lagi.

"Karena ia memang tidak penting bagiku, Pa."

"Re!!" ayahnya membentak. "Ia adikmu!"

"Sudah kukatakan dia bukan adikku, Pa!!" giliran Rayhan yang membentak dan mulai berjalan mondar mandir ruang kerja ayahnya.

"Kenapa kau selalu memberikan perlakuan spesial pada Angela, Pa? Ia bukan anakmu. Ia...ia...anak selingkuhanmu!" Rayhan dengan berat hati mengucapkannya.

Ayahnya tampak syok setelah Rayhan mengucapkan kata selingkuhan.

Ia berjalan ke mejanya dengan tatapan kosong dan duduk di kursinya.

"Tapi itu bukan salah Angela, Re..."

"Aku ingin tahu, Pa! Apa yang membuat Angela begitu spesial bagimu?" Rayhan menumpukan kedua tangannya di meja kerja ayahnya. "Apa yang membedakannya dari sekumpulan anak-anak panti asuhan di luar sana yang juga yatim piatu seperti gadis itu?"

(END) RAYHAN AND ANGELA Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang