Part 36 - Imperfect

315K 18.8K 1.5K
                                        

Angela tidak menyangka kehidupannya akan menjadi seruwet benang kusut.

Seminggu setelah berkabung, beberapa orang dari kantor kuasa hukum dan perwakilan dari perusahaan ayahnya mendatangi Angela dengan maksud menyuruhnya agar segera menangani perusahaan yang kini sedang kebingungan tanpa pemimpin. Ternyata selain pergi meninggalkan rumah itu, kakaknya juga mengalihkan semua warisannya pada Angela dan otomatis wewenang perusahaan juga ada di tangannya.

Tentu saja Angela menolak, tapi semua orang berargumen tentang segala kegiatan perusahaan yang terhambat dan betapa banyak karyawan bergantung padanya sehingga Angela mau tak mau mulai ke kantor almarhum ayahnya setiap pagi. Ia menandatangani beberapa dokumen serah terima dan dokumen-dokumen lain yang juga memerlukan tanda tangannya.

Hari ini ia mengikuti rapat dewan komisaris dan tak satu kata pun yang ia mengerti. Angela hanya lulusan SMU. Bahkan dulu saat pelajaran akuntansi di sekolah, ia lebih sering tidur dibanding menyimak. Ia tidak mengerti rugi laba, pajak, saham dan istilah lain yang lebih asing lagi di telinganya. Angela sempat berkonsultasi pada kuasa hukum ayahnya dan mereka menyarankan agar Angela menyewa akuntan publik untuk mendampinginya. Tapi mereka juga mengatakan bahwa tetap saja ada kemungkinan seseorang bisa saja memanfaatkan ketidaktahuan Angela akan seluk beluk perusahaannya itu.

Di lain pihak, ia juga sedang diawasi oleh kerabat-kerabat ayahnya yang masih tidak bisa menerima kenyataan tentang Angela sehingga mereka akan senang jika suatu saat mendapati kesalahannya. Dan dalam hati kecilnya sendiri, Angela ketakutan jika sampai perusahaan almarhum ayahnya yang sudah berjalan selama puluhan tahun akhirnya harus kolaps di tangannya sendiri. Tidak. Itu sangat mengerikan. Posisinya benar-benar rawan saat ini.

Yang terakhir namun tidak terlalu penting, Angela juga memikirkan tentang kelanjutan kontraknya di Sydney. Mereka memang memberinya cuti kembali karena mengetahui tentang kematian ayahnya, tapi Angela belum mengurus kelanjutan kontrak tersebut. Tinggal menunggu mereka akan menuntut Angela jika sampai Angela terus menerus menggantungnya.

Angela tidak tahu harus berbuat apa.

_________________________

Angela turun dari kantornya sore itu menuju tempat parkir basement. Mulai besok ia akan ke kantor dengan diantar jemput oleh sopir. Pengacaranya melarang Angela untuk berpergian kemanapun sendirian dengan alasan keamanan. Angela menurutinya meski ia beranggapan hal tersebut terlalu berlebihan.

"Selamat sore, Miss Direktur."

Sebuah suara yang sudah Angela kenal terdengar di belakangnya. Angela mengurungkan niatnya memasuki mobil. "Ada perlu apa Kak Daniel? Dan tidak usah memanggilku seperti itu hanya untuk menyindirku." Angela berbalik dan memasang tampang kesal.

"Aku tidak menyindirmu, adik manis. Aku bahkan ingin memberi selamat padamu. Wajahmu muncul di berbagai majalah bisnis. Putri pewaris kerajaan bisnis, CEO wanita termuda dan tercantik di Indonesia. Sekarang impianmu tercapai bukan? Semua orang mengakui bahwa kau cantik, Angela. Bukan anak itik buruk rupa seperti yang dulu diucapkan oleh kakakmu."

Beberapa wartawan dari majalah bisnis memang mendatanginya dan Angela terpaksa menerima beberapa di antara mereka. Nama dan wajahnya sekarang banyak terpampang di halaman depan majalah bisnis dengan judul seperti yang disebutkan Daniel tadi. Tulisan tersebut bukannya membuat Angela bangga, tapi malah membuatnya semakin ketakutan terhadap pembuktian kemampuannya nanti.

"Mereka terlalu berlebihan. Dan aku tidak pernah bermimpi untuk menjadi cantik." dusta Angela. Ia memang pernah berharap ingin menjadi cantik. Sangat berharap malah. Tapi sekarang ia tidak menginginkannya lagi karena tidak ada gunanya. Satu-satunya orang yang ia inginkan untuk melihatnya seperti itu sudah memilih wanita lain.

(END) RAYHAN AND ANGELA Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang