"Apakah akhir-akhir ini kau memelihara sejenis binatang buas, Re?" Daniel menertawakannya bersama Budi saat melihat luka cakaran di tubuh Rayhan.
Hari ini entah kenapa Daniel tiba-tiba mengajak mereka pergi mendadak ke pantai. Daniel meneleponnya tadi malam mengatakan akan berencana menjemputnya bersama Budi. Rayhan menyetujuinya saja meski ia agak curiga dengan rencana tersebut karena bukan Daniel namanya jika tidak penuh kejutan. Dan benar saja, pagi-pagi buta Daniel sudah muncul dan membawanya terbang menuju Bali dengan pesawat pribadi. Rayhan pikir hanya seputaran Jakarta. Tapi sejak dulu ia selalu bisa menyesuaikan diri dengan sikap nyeleneh Daniel tanpa mengeluh sehingga Daniel betah dengannya.
"Anggap saja begitu." Rayhan mengiyakan dengan malas. "Memangnya apa rencanamu sampai jauh-jauh datang kemari?" Ia mencoba mengalihkan pembicaraan.
Daniel mendekatinya dengan bersemangat diikuti oleh Budi. "Pertama, tempat ini tidak begitu jauh, Re dan kita bisa pulang kapanpun kita ingin. Kedua, aku membaca tempat ini pernah menjadi tempat syuting Eat Pray Love. Jadi aku tertarik mengetahuinya."
"Film itu sudah ada kira-kira lima atau enam tahun yang lalu, Niel." Budi mengernyit. "Kenapa kau baru tertarik sekarang?"
"Meski begitu tapi Julia Roberts pernah kemari. Bayangkan! Julia Roberts!" Daniel berdecak.
"Jadi kau adalah penggemar Julia Roberts?" tanya Rayhan.
"Tidak juga." Daniel memiringkan kepala dan mengedikkan bahu. "Aku lebih suka Natalie Portman."
Rayhan dan Budi terdiam sejenak menatap Daniel.
"Aku mengerti." Rayhan langsung menghela napas dan memalingkan wajah sambil memakai kacamata hitamnya tanpa ingin melanjutkan pembicaraan tidak jelas tersebut.
"Jangan dipikirkan terlalu serius. Yang penting kita akan bersenang-senang di sini." Daniel merangkul mereka berdua sambil tersenyum.
Sebenarnya teman akrab Daniel hanyalah Rayhan sebelum bertemu Budi. Awal mula hubungan mereka berempat adalah karena Sean kebetulan rekan bisnis perusahaan ayah Rayhan dan mereka sering bertemu di restoran milik Budi. Daniel kebetulan juga sering hadir karena ia suka pergi bersama Rayhan. Seiring waktu entah kenapa mereka berempat menjadi akrab meski memiliki karakter yang berbeda-beda.
Budi yang sepantaran Sean tidak memiliki teman lagi semenjak dicampakkan oleh Sean yang sudah menikah. Dari pengamatan Rayhan dan Daniel, Budi juga sesungguhnya tidak pernah bisa terlalu akrab dengan Sean yang memiliki hati sedingin es, tapi apa boleh buat karena Budi tidak memiliki teman lain lagi. Daniel dan Rayhan merasa iba sehingga mengadopsinya sebagai teman. Meski setelahnya mereka lebih sering menjadikan Budi yang berusia lebih tua dari mereka sebagai obyek bully. Faktornya mungkin karena Budi begitu bullyable. Namun mereka tidak pernah membeda-bedakan target hanya karena itu. Buktinya sampai sekarang Sean pun terkadang masih menjadi korban mereka juga jika ada kesempatan. Tidak baik menolak rejeki kata Daniel.
"Kapan kita akan mengunjungi Sean?" celetuk Budi.
"Ide bagus! Sudah lama kita tidak mengunjunginya. Pasti ia rindu dengan kita bertiga." Daniel bersorak penuh keyakinan.
"Aku tidak seoptimis dirimu menyangkut rasa rindu Sean pada kita, tapi apa boleh buat demi pendekatan Budi pada Lisa." sahut Rayhan.
"Aku bukan ingin mendekati Lisa. Maksudku benar-benar mengunjungi Sean, Re. Sebentar lagi ulang tahun Vanilla dan jangan sampai Sean lupa mengundang kita." sergah Budi yang baru saja jatuh cinta kepada putri Sean sejak pertama kali melihat anak itu. Rayhan dan Daniel malah sudah lama memuja Vanilla.
KAMU SEDANG MEMBACA
(END) RAYHAN AND ANGELA
RomansaISI MASIH LENGKAP!! ROMANCE DEWASA Seri ke 2 dari trilogi Sean-Rayhan-Daniel ANGELA PRAMOEDYA Sejak pertemuan pertama mereka Angela Pramoedya mencintai Rayhan sepenuh hati. Angela adalah seorang gadis yatim piatu yang baru saja diadopsi oleh keluarg...
