Part 42 - (END) Take Me Home

386K 19.6K 1.9K
                                        

Take me Home~Jess Glynne

***

Rayhan menatap pada dua makam yang berjejer di depannya. Baru saja seminggu lalu ia berada di tempat ini bersama Angela dan sekarang ia kembali lagi ke tempat ini sendirian.

Sebenarnya tidak sepenuhnya sendirian. Daniel dan Budi menunggunya di kejauhan. Mereka memberikan privasi untuknya.

Ia meletakkan bunga di kedua makam tersebut. Rumput-rumput kecil sudah mulai tumbuh memenuhi makam ayahnya. Betapa waktu berlalu dengan begitu cepat. Rasanya baru kemarin ia berada di kantor bersama ayahnya dan membicarakan tentang segala hal menyangkut perusahaan.

Ayahnya...ralat, ayah angkatnya...

Awalnya ia agak terpukul mengetahui kenyataan tersebut, tapi akhirnya ia sadar bahwa ada hal yang lebih penting dibanding sebuah status.

Ayah angkatnya menyayanginya seperti anak kandung semenjak ia masih kecil. Rayhan masih mengingat dengan jelas kebersamaan mereka sejak usianya lima tahun meski samar. Saat mereka sekeluarga berjalan-jalan, Rayhan seringkali duduk di atas bahu ayahnya. Ayahnya juga yang selalu memujinya setiap kali ia mendapat prestasi di sekolah meski bukan yang terbaik. Kadangkala ia juga sering dihukum saat terpergok melakukan kenakalan bersama Daniel, tapi Rayhan tahu itu semua untuk kebaikannya.

Betapa mulianya hati Ryan Pramoedya yang tidak hanya memberikan namanya tapi juga lengkap dengan kasih sayangnya untuk Rayhan.

"Papa...terimakasih untuk segalanya." Rayhan mengelus pelan nisan yang bertuliskan nama Ryan Pramoedya bin Hadinata Pramoedya. "Maafkan juga aku karena telah mengambil kasih sayang yang seharusnya kau berikan pada anakmu yang sesungguhnya."

Benar...Ia menyesal dengan segala perbuatan yang dilakukannya atas dasar kebencian. Betapa Rayhan menyesal telah membuat Angela pergi dan mendatangkan Tania sehingga membuat ayahnya menanggung kesedihan berlipat ganda. Itu adalah kesalahan terbesar yang pernah ia lakukan seumur hidup. Dan Rayhan tidak terlalu berharap dosanya itu akan termaafkan.

Tapi ia harus tetap menyampaikan satu hal yang sejak berhari-hari lalu membuatnya tidak bisa tidur dengan tenang.

Satu hal yang telah dipikirkannya secara mendalam dan akhirnya ia berhasil mendapatkan keputusan. Sebuah keputusan besar kedua yang lebih berisiko menghancurkannya lagi. Tapi semuanya terasa benar, sehingga ia berani mengambil risiko itu.

"Aku mencintai Angela..." ucap Rayhan dengan lirih hingga hampir menyerupai bisikan.

Ia mencintai Angela sejak mengenal kecerobohan gadis itu. Ia mencintai Angela yang payah dan semrawut. Ia mencintai Angela sebelum mengetahui di dalam tubuh gadis ceroboh itu mengalir darah Pramoedya yang sesungguhnya. Dan kini ia mengakuinya di hadapan Ryan Pramoedya meski terlambat.

Ia akan melamar Angela, meski dulu ayah angkatnya berkali-kali mengancam Rayhan untuk tidak mendekati putrinya tersebut. Mungkin itu salah satu sisi protektif Ryan Pramoedya agar putrinya itu mendapatkan yang terbaik sehingga ia bisa meninggalkan dunia ini dengan tenang. Rayhan merasa ia mungkin bukan pilihan yang terbaik di mata Ryan Pramoedya, tapi ia berjanji akan menjaga dan menyayangi Angela seumur hidupnya.

"Kumohon, berikan dia padaku..."

Akhirnya permohonan itu terucapkan.

Suatu ketika jika Angela akhirnya berubah dan tidak memiliki perasaan lagi terhadapnya seperti ketakutannya selama ini, Rayhan akan menerima dengan hati lapang.

"Kau jadi berangkat besok?" tanya Daniel setelah mereka bertiga berjalan kembali menuju mobil.

Rayhan mengangguk. "Semua persiapannya sudah selesai. Hanya saja aku tidak yakin apakah Angela masih ada di sana."

(END) RAYHAN AND ANGELA Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang