"Lain kali kalau aku menginginkan sesuatu jangan menolakku, Kak. Hanya membuang-buang waktu padahal hasil akhirnya sama saja." Angela mengucapkannya sambil tertawa setelah berada di kamar.
Rayhan berbalik menghadapnya setelah mengunci pintu. "Kau tahu, Angela. Kau adalah wanita yang paling menyebalkan dan tidak tahu malu yang pernah kutemui dalam hidup ini."
"Iya, Kak. Itu aku," Angela merangkul dan menciumnya. Itu adalah ciuman pertama mereka kembali sejak terakhir kali bertengkar. Rayhan mulanya ragu-ragu untuk membalas, malah ia harus meyakinkan dirinya apakah yang dialaminya saat ini nyata atau tidak. Sejujurnya dalam hati ia sangat menginginkan Angela. Betapa ia merindukan masa-masa saat mereka masih bersama beberapa bulan lalu meski itu adalah masa yang cukup singkat. "Apa kau keberatan?" Angela melepaskan ciuman mereka.
"Tidak...Tapi aku tidak bisa menjanjikanmu apa-apa, Angela. Kalau kau memikirkan pernikahan..."
"Jangan bicarakan itu sekarang."
______________________
Pagi itu Rayhan harus mengawali harinya dengan mengumpat-ngumpat sambil mandi secepat kilat akibat bangun kesiangan.
Seperti kebiasaannya setiap pagi, Angela sudah tidak ada dan kamar itu sudah bersih kecuali tempat tidur yang masih acak-acakan. Rayhan tidak sempat melihat di mana Angela. Ia masih agak kebingungan memikirkan bagaimana reaksi Sean jika mengetahui ia terlambat hari ini.
Meski Sean sebenarnya tidak pernah marah padanya, Rayhan tetap merasa sungkan.
"Pagi, Kak!! Aku baru saja akan membangunkanmu, tapi ternyata kau sudah ada di kamar mandi." Angela hampir membuatnya terkena serangan jantung saat berteriak memasuki kamarnya dengan tiba-tiba. Rayhan sedang berada di depan lemari untuk berpakaian dan terlihat Angela juga sudah memakai pakaian ganti yang baru. Ternyata Angela memang sudah merencanakan untuk menginap sehingga mempersiapkan segalanya termasuk pakaian.
"Mau ke mana, Kak?" tanya Angela.
"Bekerja."
"Kau akan bekerja hari ini?" tanya Angela lagi dengan kebingungan.
"Aku bekerja setiap hari kecuali minggu dan hari libur."
Angela berdecak kecewa. "Kupikir kau akan meliburkan diri dengan adanya aku yang sedang berkunjung."
"Kau sendiri tidak ke kantor?" tanya Rayhan.
"Hmmm." Angela menggeleng-geleng. "Ya, sudah, Kak!! Kalau kau memang bekerja, bekerjalah. Sementara aku akan menunggumu di sini. Boleh, kan? Ya? Ya?" Ia kembali riang dan melompat-lompat.
"Apakah aku perlu menjawabnya?" sindir Rayhan dengan lesu. Berani taruhan jika ia menjawab tidak boleh, Angela akan menghalalkan berbagai macam cara agar ia mengubah jawabannya. Sepertinya presiden sekalipun tidak akan bisa menghalangi jika makhluk bernama Angela Pramoedya sudah bertekad untuk mendapatkan sesuatu.
Angela tertawa sambil menaiki tempat tidur lalu bergelayut pada Rayhan yang sedang berdiri di sebelahnya.
"Astaga, Angela! Apa kaupikir badanmu ringan?" seru Rayhan.
Angela menyentuh bekas luka operasinya pelan. "Apa masih terasa sakit?"
"Tidak. Kebetulan Daniel merekomendasikan sebuah obat yang benar-benar membuatku cepat pulih."
Raut cemas Angela menghilang dari wajahnya dan ia kembali melanjutkan penjelajahan.
"Aku hanya suka menyentuhmu, Kak. Dengan menyentuhmu, aku merasa kau adalah milikku." sahut Angela dengan riang. "Tapi sejak dulu kau tidak pernah mengijinkan. Apa kau tidak suka jika aku menyentuhmu seperti ini?"
KAMU SEDANG MEMBACA
(END) RAYHAN AND ANGELA
RomanceISI MASIH LENGKAP!! ROMANCE DEWASA Seri ke 2 dari trilogi Sean-Rayhan-Daniel ANGELA PRAMOEDYA Sejak pertemuan pertama mereka Angela Pramoedya mencintai Rayhan sepenuh hati. Angela adalah seorang gadis yatim piatu yang baru saja diadopsi oleh keluarg...
