Angela mengurung dirinya di kamar siang itu.
Upacara penguburan ayahnya sudah dilaksanakan kemarin dan Angela sudah menjalaninya tanpa linangan airmata sesuai yang ia janjikan. Sepanjang halaman hingga pagar depan rumah berderet ratusan karangan bunga yang mungkin dikirimkan oleh kenalan serta rekan bisnis ayahnya. Vaya dan Justin sempat datang kemarin dan menemaninya sepanjang acara doa serta penguburan.
Sampai hari ini masih banyak tamu yang berdatangan terutama dari kalangan keluarga ayahnya yang tinggal cukup jauh. Angela sudah bangun sejak pagi tadi dan membantu tante Rahma untuk menyambut mereka. Tante Rahma mengenalkan mereka pada Angela satu persatu, karena Angela belum pernah bertemu mereka sebelumnya. Setelah mengetahui bahwa namanya adalah Angela, mereka mulai tidak mengacuhkannya. Beberapa dari mereka bahkan tidak segan memerintah Angela. Ada yang memintanya mengambilkan minuman dan makanan yang sebenarnya sudah tersaji di meja, ada juga yang menyuruhnya menyetel AC supaya lebih dingin, mengantarkan anak-anak ke toilet dan sebagainya. Padahal ada banyak pengurus rumah tangga yang berlalu lalang di sana.
Tante Rahma terlalu sibuk dengan banyak pertanyaan mereka sehingga tidak melihat keadaan Angela. Angela yang berjiwa keras sebenarnya ingin melawan, tapi ia bersabar dan tidak memicu keributan hanya untuk menghormati ayahnya yang telah meninggal.
Tampaknya seluruh keluarga sudah mengetahui statusnya sebagai anak pungut sejak dulu dan perlakuan mereka sekarang semakin membuat Angela dengan jelas menyadarinya.
Tapi itu tidak begitu penting. Ia tidak akan bertemu mereka semua lagi. Tidak lama lagi ia akan pergi dari rumah ini dan tidak akan kembali lagi untuk selamanya. Sudah tidak ada lagi alasan baginya untuk tinggal meski di rumah ini ia melewatkan sebagian besar masa kecil dan hidupnya. Satu-satunya pengikat antara dirinya dan rumah ini adalah ayahnya. Dan sekarang ayahnya telah tiada.
"Angela, bisakah kau menggeser koper-koper yang menghalangi pintu itu? Entah siapa yang menaruh koper-koper itu di sana sehingga menumpuk!" gerutu salah seorang wanita cantik berumur sekitar lima puluh tahunan yang berdandan terlalu berlebihan hanya untuk menghadiri acara berkabung. Angela sempat tidak percaya orang-orang seperti mereka masih berkerabat dengan ayah angkatnya yang kaya raya namun sederhana dan rendah hati.
Ia mulai memindahkan koper-koper itu ke samping kusen pintu dan akan memanggil pengurus rumah untuk lanjut memindahkannya setelah ia menggeser sedikit.
Seseorang menghentikan kegiatannya saat baru saja memindahkan koper kedua dengan susah payah. Ternyata kakaknya. Ia menarik lepas tangan Angela dari pegangan koper lalu memandang wanita tadi.
"Nanti akan ada pelayan yang akan memindahkan koper itu, tante. Kalian semua tidak perlu repot dan sok ikut campur mengurusi semua hal yang terjadi di rumah ini. Lagipula Angela belum sarapan tadi pagi, jadi ini waktunya ia makan."
Rayhan menarik Angela meninggalkan wanita tadi yang terganga akibat ucapan pedas Rayhan. Angela terpaksa mengikutinya. Sesampai di meja makan, Rayhan menarik kursi di sebelah kursi ibunya untuk Angela lalu meninggalkannya di sana. Saat makan pun tidak ada yang mengajaknya berbincang-bincang kecuali tante Rahma, hingga Angela merasa terkucilkan dan akhirnya mohon diri untuk beristirahat sebentar di kamarnya.
Dunia berubah drastis tanpa ayahnya...Angela harus bisa menerima perubahan itu.
"Angela, kau masih tidur?" suara pintu yang diketuk membuat lamunan Angela buyar.
"Tidak dikunci, tante. Masuklah." sahut Angela.
"Angela..." tante Rahma membuka pintu kamarnya lalu menutupnya kembali sebelum menghampiri Angela yang sedang duduk di tepi tempat tidur. "Kau masih lelah? Tante ingin minta tolong padamu untuk turun ke bawah sebentar karena notaris serta pengacara Ryan ingin kau menghadiri pembacaan wasiatnya."
KAMU SEDANG MEMBACA
(END) RAYHAN AND ANGELA
RomanceISI MASIH LENGKAP!! ROMANCE DEWASA Seri ke 2 dari trilogi Sean-Rayhan-Daniel ANGELA PRAMOEDYA Sejak pertemuan pertama mereka Angela Pramoedya mencintai Rayhan sepenuh hati. Angela adalah seorang gadis yatim piatu yang baru saja diadopsi oleh keluarg...
